RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pria yang sukses selalu didampingi perempuan hebat. Setidaknya itu tergambar dalam diri Denok Respati Sinoeng.
Ia telah mendampingi dan mensupport suaminya Sinoeng Nugroho Rachmadi bertugas kemanapun, termasuk saat ini menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga.
Denok Respati sebelumnya tercatat sebagai ASN di Kendal. Ia sudah bekerja selama 29 tahun. Dan terakhir bertugas di Dispermades setempat.
Setelah sang suami ditunjuk gubernur menjadi Pj Wali Kota, ia pun mendampingi. Karena tugasnya cukup lama, maka dirinya mengajukan cuti tahunan. Cuti yang tidak mendapatkan gaji dari pemerintah.
Di Salatiga, dirinya tidak canggung dalam berinteraksi. Sebagai istri orang nomor satu di pemkot, ia memiliki banyak tugas yang menyertainya.
Salah satunya adalah ketua PKK tingkat Kota. Hal itu tidak membuatnya canggung. Pasalnya, di tugas asalnya, juga bersinggungan dengan bidang lingkup PKK.
“Saya sangat senang. Bahkan harapan untuk semakin memberdayakan dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Tentunya bersinergi dengan instansi terkait seperti DP3APKB, Dinas Pendidikan, DKK, Dinas Perpustakaan dan lainnya,” terang Denok Respati saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumah dinas.
Berbagai fokus permasalahan yang dihadapi pemerintah seperti stunting, perundungan (bullying), pola asuh anak, hingga literasi keluarga menjadi bagian dari program pemberdayaan yang dilakukan oleh PKK. Dirinya tidak segan datang ke dinas untuk berkoordinasi.
“Misalnya masalah stunting. Kita tidak bisa hanya melihat setelah kelahiran. Pencegahan harus dilakukan dari saat ibu hamil, yakni dengan monitoring gizi dan kesehatannya,” imbuh perempuan yang dulunya juga dikenal sebagai pembalap mobil ini.
Intervensi lain yang dilakukan adalah dengan program bunda asuh stunting. Program ini ditawarkan ke masyarakat untuk menjadi orang tua asuh selama enam bulan.
Dari berbagai kegiatan itu, dirinya surprise dengan semangat para pengurus PKK. Semua bisa bergerak dengan cepat dan mensosialisasi program dengan cepat. Denok menyebut pengurus PKK sebagai tim yang luar biasa.
Sementara saat disinggung mengenai sang suami yang sangat energik dalam bertugas, ia memahaminya. Menurut dia, sosok Sinoeng N Rachmadi adalah pria yang tidak mau menyimpan masalah.
Setiap ada masalah yang ditemui maka harus segera diselesaikan. “Jika bisa ditelepon, ya langsung diselesaikan saat itu juga,” ujar Denok.
Setiap pulang kantor, sang suami seing curhat tentang kegiatan yang dilakukan selama sehari. Apa yang ditemui, apa yang dilakukan hingga masalah apa yang diselesaikan.
“Nah dari situ, saya kebalikan, jika ada masalah yang ringan sebisa mungkin bapak tidak perlu tahu. Karena bapak sudah banyak yang dipikirkan,” terangnya sambil tersenyum.
Sejak menjabat di propinsi hingga dua kali menjadi Pj Wali Kota, ia maklum dengan lingkungan kerja sang suami. Termasuk saat banyak wanita cantik disekelilingnya.
“Biasa saja. Saya sudah mengenal dan memahami bapak. Tidak ada yang harus dicemburui. Bahkan saat jalan – jalan, banyak ibu-ibu yang datang dan minta foto bapak, maka saya akan menepi,” jelasnya.
Sinoeng N Rachmadi dan Denok Respati memang menjadi ikon baru setelah menjabat di Salatiga. Saat ada kegiatan bersama di pemkot atau di masyarakat, Sinoeng selalu menggandeng tangan sang istri saat berjalan.
Banyak yang mengira itu hanya dibuat - buat. Ternyata tidak, kebiasaan itu sudah dilakukan sejak dulu. “Bapak ya begitu, selalu menggandeng tangan saat berjalan dimanapun,” tutur Denok. (sas)
Editor : Baskoro Septiadi