Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perkuat Literasi Anak sejak Usia Satu Tahun

Muhammad Iqbal Amarl • Selasa, 4 Juli 2023 | 17:18 WIB
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Pj Wali Kota Sinoeng N Rachmadi launching Literasi Anak Usia Dini  (Sinisa) dalam acara Pameran Buku dan Expo Literasi di Perpusda Kota Salatiga.
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Pj Wali Kota Sinoeng N Rachmadi launching Literasi Anak Usia Dini  (Sinisa) dalam acara Pameran Buku dan Expo Literasi di Perpusda Kota Salatiga.

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga  launching program Literasi Anak Usia Dini (Sinisa). Yakni memberikan buku bacaan khusus untuk anak usia 1-6 tahun.

Kegiatan sebagai pemicu masyarakat agar menjadikan literasi sebagai sebuah kebiasaan atau habit.  Dengan begitu, kualitas sumber daya manusia (SDM) akan terus meningkat. 

Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi mengatakan, membaca saat ini tak lagi menjadi sesuatu yang eksklusif, tetapi inklusif. Tiada sekat dan memberikan kemudahan bagi siapapun termasuk penyandang disabilitas.

"Membaca menjadi jendela dunia itu betul. Jadi siapapun harus bisa mengakses," katanya launching Literasi Anak Usia Dini (Sinisa) dalam acara Pameran Buku dan Expo Literasi di Perpusda Kota Salatiga.

Ia menambahkan, literasi akan memberikan pencerahan terkait dengan sosio-kultural. Selain itu, literasi digital dan disabilitas memudahkan masyarakat dalam mengakses bacaan.

Menariknya, terdapat literasi seputar perbankan atau keuangan. Supaya masyarakat tidak tersesat dan terjebak dalam pinjaman online yang kian marak. "Bentuk informasi yang diberikan kepada mereka dalam bentuk literasi itu lebih mudah dan sederhana," ujarnya.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando menyebut, kegiatan itu merupakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Yakni dengan menghadirkan bahan bacaan baik cetak maupun elektronik. "Mendorong masyarakat menggali pengetahuan secara mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja," katanya.

Ia mendorong kegiatan literasi disertai dengan pameran produk atau karya disabilitas. Sehingga hal itu membuat orang yang sempurna tubuhnya terpacu agar lebih maju. "Penyandang difabel saja bisa membuat kopi, mengukir, dan keterampilan lain. Bagaimana dengan orang yang sempurna harusnya bisa berbuat lebih," tandasnya.

Pameran Buku dan Expo Literasi dimeriahkan berbagai stand UMKM, hiburan musik, talk show, hingga workshop. Memasarkan produk ketrampilan para penyandang disabilitas. (mia/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Dinpersip Kota Salatiga #literasi anak