Salah satunya adalah Pawon Tandhuk Mba Mung, yang berada di RT 8 RW 3 Dukuh Canden, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir.
Tempat itu mendapat apresiasi dari kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga.
"Apresiasi kepada para pemilik usaha kuliner yang kreatif dan berinovasi mendirikan bisnis kuliner unik di Kota Salatiga. Terlebih dengan mengembangkan aneka makanan lokal. Upaya tersebut mendukung Program Gastronomi di Kota Salatiga, dalam rangka mengikuti seleksi UNESCO Creative Cities Network (UCCN), kategori Creative City of Gastronomy," terang Valentino T Haribowo, kadishubpar Salatiga.
Menurutnya, kuliner kreatif Pawon Tandhuk Mba Mung sangat menarik dikunjungi. Karena berbahan baku lokal Salatiga.
Upaya Andhiyanto Rifa'i (owner, sekaligus general manager) dan Ira Ariyanti (owner), terjun langsung dan mengelola bisnis kuliner itu, meski berada di daerah pinggiran cukup berani.
Andhiyanto Rifa'i mengungkapkan, konsep Pawon Tandhuk Mba' Mung, adalah membangun kenangan masa lalu dengan makan (dahar) di pawon (dapur). Menggunakan tungku dan kayu bakar.
Sejumlah menu ndeso (kenangan) seperti sayur lodeh, sambal tumpang, gori (nangka), dan lainnya, bisa menjadi pilihan konsumen.
Lalu camilan pisang goreng, tahu/tempe bacem, dan lainnya. Di tempat itu, pengunjung juga bisa memilih minum kopi ala ndesa, teh, atau wedang jahe, yang disuguhkan menggunakan cangkir blirik.
Selain itu,tidak melayani pembelian online, karena dalam menikmati sajian menu, pengunjung harus datang dan makan di dapur atau pawon.
''Kita memberikan sensasi makan di pawon dengan menu-menu tradisional yang mengingatkan kembali kita ke masa lalu, bersama orang tua kita,'' ungkap Andhi.
Sementara itu, Muh Haris, mantan wakil Wali Kota Salatiga mengungkapkan, Pawon Tandhuk Mba' Mung, merupakan salah satu upaya mengembangkan wisata kuliner di Kota Salatiga.
''Saya benar-benar merasakan kenangan dahar di pawon bersama orang tua dulu, dengan menu-menu tradisional,'' ungkapnya. (sas/bas) Editor : Agus AP