Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

PSIS Semarang Kehilangan Pelatih Lagi, Bagaimana Respon Manajemen PT Mahesa Jenar Semarang?

Falakhudin • Kamis, 8 Mei 2025 | 12:26 WIB

PSIS Semarang Kehilangan Pelatih Lagi, Bagaimana Respon Manajemen PT Mahesa Jenar Semarang?
PSIS Semarang Kehilangan Pelatih Lagi, Bagaimana Respon Manajemen PT Mahesa Jenar Semarang?

RADARSEMARANG.ID, Semarang  Satu persatu penggawa PSIS Semarang mretheli.

Setelah dua pemain, Evandro Brandao dan Ruxi menyatakan mundur, disusul pelatih kepala Gilbert Agius yang diberhentikan.

Kini giliran pelatih fisik PSIS Semarang, Alberto Garcia menyusul yang lain mundur dari tim, Selasa, 6 Mei 2025.

 

Dalam situasi tim tengah berjuang keluar dari zona degradasi, kesulitan keuangan hingga gaji pemain tak terbayar berbulan-bulan, hingga perseteruan antara manajemen dengan suporter.

Semua itu membuat kepergian punggawa PSIS terasa berat bagi tim.

Meskipun secara matematis sulit bagi PSIS untuk keluar dari zona degradasi.

 

Manajemen PSIS sendiri melalui laman resminya tak nggondeli Alberto.

Mereka Legawa untuk melepas pelatih fisiknya ini.

Sebelumnya, PSIS memutuskan untuk memecat sang pelatih, Gilbert Agius.

Pemecatan tersebut terjadi lantaran hasil yang tidak sesuai harapan.

Ridwan dipilih untuk menjadi pelatih caretaker PSIS untuk sisa laga BRI Liga 1 2024/25.

 

Kali ini, pelatih fisik Laskar Mahesa Jenar, Alberto Garcia memilih untuk mengundurkan diri.

Kepastikan pengunduran diri pelatih fisik asal Spanyol tersebut diumumkan langsung melalui laman resmi PSIS.

“Coach Alberto mengundurkan diri dan kami menghormati keputusan tersebut, atas dedikasinya selama ini, kami mengucapkan terima kasih dan semoga coach Alberto selalu diberi kesuksesan kedepannya,” ujar direktur utama PT Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono.

Tentu saja kehilangan dua sosok penting dilini kepelatihan PSIS bakal menjadi Keputusan yang kurang baik ditengah usaha Laskar Mahesa Jenar untuk bersaing keluar dari zona degradasi.

PSIS kini mendekam di dasar klasemen dengan koleksi poin yang sama dengan PSS Sleman, hanya kalah dari segi total gol.

Sementara itu, kabar tersebut merupakan kabar yang cukup positif bagi PSS karena lawan berikutnya adalah PSIS.

 

Kemenangan atas PSM Makassar pada pertandingan terakhir juga telah meningkatkan moral dari para penggawa Super Elja.

Dan momen positif tersebut harus bisa diteruskan PSS saat menantang PSIS di Stadion Jatidiri, Semarang.

Pengunduran diri Alberto Garcia ini menjadi babak sulit PSIS yang terus terjadi, usai rentetan hasil buruk beberapa pertandingan di BRI Liga 1.

Manajemen PSIS pun mengucapkan terima kasih atas dedikasi Alberto Garcia selama menjadi pelatih fisik PSIS di Liga 1 2024/25.

Baca Juga: Siapa Saja Pemain Timnas Indonesia yang Jadi ASEAN All Stars Untuk Melawan Setan Merah Manchester United Selain RIzky Ridho?

 

PSIS akan menghadapi laga penting melawan PSS Sleman pada Jumat (9/5) mendatang di BRI Liga 1.

Laga ini sangat menentukan apakah PSIS akan terdegradasi atau mengais asa peluang lolos degradasi. 

Kedua tim memiliki poin sama 25 dan berada di zona degradasi.

 

PSIS posisi juru kunci klasemen, dan PSS Sleman diatasnya PSIS.

Sayangnya manajemen tak membahas, bagaimana perincian mengenai hak dan kewajiban masing-masing atas keputusan ini. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#Laskar Mahesa Jenar #PT Mahesa Jenar Semarang #Evandro Brandao #zona degradasi #super elja #Agung Buwono #pelatih fisik PSIS Semarang #PSIS akan terdegradasi #Coach Alberto #Ruxi #PSIS Semarang #Alberto Garcia #gilbert agius #Laga BRI Liga 1 #PSM Makassar #Manajemen PSIS #PSS Sleman