RADARSEMARANG.ID, Demak - Bupati Demak dr Hj Eisti'anah terus berupaya mendorong penguatan hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah (pemda) dengan para ulama dan tokoh masyarakat.
Ini diperlukan dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah sehingga suasana tetap aman, tertib dan tenteram. Ketertiban, keamanan dan ketenteraman masyarakat merupakan bagian dari cipta kondisi agar pembangunan daerah bisa berjalan dengan baik.
Hal ini disampaikan bupati dalam acara Forum Komunikasi Ulama Umara (FKUU) di Kecamatan Bonang, Kamis (14/3/2024).
Turut hadir Camat Bonang Sigit Rahardjo serta para tokoh agama, tokoh masyarakat maupun instansi lainnya di Kecamatan Bonang.
Bupati Eisti'anah menyampaikan, para kiai, alim ulama, serta tokoh agama di Kecamatan Bonang yang terwadahi dalam. FKUU bisa menjadi sarana saling silaturahmi sehingga mampu membawa masyarakat yang damai dan sejahtera.
"Ini merupakan bentuk nyata dari upaya memperkuat hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan para ulama serta tokoh masyarakat. Kita semua menyadari betapa pentingnya peran para ulama dan umara dalam membimbing umat, menjaga nilai-nilai agama, serta membangun kesadaran keagamaan di masyarakat,"kata bupati.
Menurutnya, kebijakan dan langkah-langkah pemerintah perlu selaras dengan pandangan-pandangan agama dan kebutuhan spiritual masyarakat.
Karena itu, melalui kegiatan FKUU ini, forum ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam memajukan Kabupaten Demak pada umumnya, dan Kecamatan Bonang pada khususnya.
"Mari tingkatkan sinergi, jalin komunikasi yang baik, saling mendengar, dan memahami pandangan masing-masing,"ujar Bupati Eisti'anah.
Bupati mengingatkan, bahwa saat ini kita masih dalam periode musim penghujan. Musim penghujan di satu sisi membawa berkah, dapat menyuburkan tanah dan sebagai persediaan air di sektor pertanian, namun di sisi lain, intensitas curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir dan timbulnya penyakit.
"Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mengantisipasi dan meminimalisir risiko bencana. Ajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Saling bergotong royong membersihkan saluran air. Pastikan lingkungan tetap bersih bebas dari genangan air yang bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk dan bakteri,"imbuhnya.
Bupati juga menyampaikan, bahwa Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Karena itu, bulan suci ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak amal ibadah, dan memperkuat ikatan sosial di tengah-tengah masyarakat.
"Demikian kiranya beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Mari kita perkuat Ukhuwah Islamiyah, Basyariyah, dan Wathoniyah agar masyarakat kita dapat damai, harmonis, dan kondusif berdasarkan nilai-nilai keimanan,"kata bupati. (web/adv/3.034 karakter/prokompim/hib)
Editor : Baskoro Septiadi