RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN - Pasar kebanggan dan vital di Kota Pekalongan, Banjarsari terbakar pada 2018 lalu.
Melalui, berbagai upaya dari pemerintah Kota Pekalongan, kini mulai dibangun usai dapat persetujuan dan bantuan dari pemerintah pusat.
"Usaha kami cukup keras, sampai gunakan jurus Total Football. Kami kerahkan segala macam lini, dan Alhamdulillah kini mulai dibangun," ucap Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, di lokasi ex pasar Banjarsari Rabu (11/10).
Diceritakan Aaf panggilan akrab Walikota, untuk pembangunan Pasar Banjarsari butuh usaha keras, karena harus melewati banyak masalah. Terutama urusan dengan PT Disc yang mana masih memiliki hak atas lokasi tersebut.
"Kalau tidak segera kami selesaikan sengketa ini, maka sampai 2032 lahan ini akan mangkrak," ucap Walikota.
Untuk itu, Pemkot membuat tim khusus agar permasalahan tersebut segera beres. Karena, jika belum beres tidak bisa mengajukan ke Kementerian untuk dibangun baru.
"Sebelum mengajukan proses, lahan eks Pasar Banjarsari ini harus clean and clear terlebih dahulu," jelas Aaf.
Satu masalah mulai selesai, Pemkot terus melakukan pengajuan berulang kali.
Sempat tertunda beberapa kali, namun proses demi proses tahapan pengajuan berjalan lancar
"Kami melibatkan semua pihak, bantuan dari pejabat yang kami kenal. Tokoh dan bantuan doa. Kalaau dalam bola, ini jurus Total Football. Semua pemain menyerang," serunya.
Dengan melibatkan semua pihak mulai dari dukungan ulama dan umaro, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, melobby ke DPRD Kota, DPR RI, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian PUPR.
Hingga tokoh besar asal Kota Pekalongan Habib Luthfi hingga Sutrisno Bachit akhirnya pembangunan Pasar Banjarsari Kota Pekalongan mulai dilakukan.
Usaha keras Pemkot Pekalongan terutama Walikota Aaf dibenarkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) yang mana salut dengan kerja keras Walikota Pekalongan, bagaimana memperjuangkan pembangunan Pasar Banjarsari.
"Terima kasih atas kegigihan Walikota, sukses gunakan strategi Total Football, sehingga pasar ini mulai dibangun," serunya.
Lebih lanjut ucap Zulhas, pasar rakyat ini jantungnya ekonomi rakyat di setiap kabupaten/kota. Oleh karenanya, hal ini selalu dapat perhatian dari pemerintah dalam hal ini Kemendag dan Kementerian PUPR.
Zulhas menyebut, era digital tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, para pedagang pasar tradisional juga perlu meningkatkan kemampuan dalam jualan online.
"Pasar itu ada dua, sekarang pasar offline (yang ground breaking), tapi ada juga yang online. Sebab, digital tidak bisa dihindari," katanya.
Mewakili Menteri PUPR RI, Essy Asiah selaku Direktur Prasarana Strategis, memaparkan, sesuai kontrak, pekerjaan pembangunan fisik Pasar Banjarsari sampai September 2024.
Namun, pihaknya menginginkan adanya percepatan pelaksanaan pembangunan Pasar Banjarsari tersebut.
Pihaknya berharap, di semester pertama Tahun 2024, bisa rampung menyelesaikan pasar tradisional Banjarsari.
"Kami mohon adanya kolaborasi dan kerjasama agar pelaksanaan pembangunan ini bisa berjalan sinergis," ungkap Essy. (han)
Editor : Agus AP