Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Pemkot Pekalongan Komitmen Tanamkan Cinta Budaya Bangga Berbatik

Lutfi Hanafi • Rabu, 4 Oktober 2023 | 04:37 WIB
APEL – Dengan mengenakan sarung batik dan kebaya, ratusan ASN dan perwakilan pelajar dan ormas saat mengikuti Upacara Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) Tahun 2023, berlangsung di Halaman Museum Bat
APEL – Dengan mengenakan sarung batik dan kebaya, ratusan ASN dan perwakilan pelajar dan ormas saat mengikuti Upacara Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) Tahun 2023, berlangsung di Halaman Museum Bat

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN - Dengan mengenakan atasan putih dan bawahan sarung batik untuk para pria dan kebaya bawahan kain batik untuk kaum Perempuan.

Jajaran ASN Pemerintah Kota Pekalongan, pegiat dan komunitas pecinta batik, pelajar sekolah hingga masyarakat turut serta dalam Upacara Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) Tahun 2023, berlangsung di Halaman Museum Batik Pekalongan, Senin (2/10).

“Acara ini bentuk komitmen kami, dalam menanamkan kecintaan terhadap batik bagi generasi muda," ucap Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin.

Yang mana setiap tanggal 2 Oktober 2009 lalu, Batik secara resmi telah diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai salah satu warisan budaya tak benda. Membutuhkan waktu yang panjang untuk memperoleh pengakuan UNESCO tersebut.

Sebagai kota yang dijuluki sebagai Kota Batik Dunia, Kota Pekalongan setiap tahun menyelenggarakan peringatan Hari Batik.

Kali ini, tepat dalam HBN 2023, selain upacara peserta juga diajak senam  bersama dengan mengenakan kebaya dan sarung batik.

Ditambahkan Salahudin, selama sepekan kedepan, masih dalam rangkaian HBN 2023.

Para ASN di lingkup Pemkot Pekalongan, pelajar hingga Masyarakat umum diminta mengenakan pakaian batik dalam menjalankan aktivitas kedinasan maupun sehari-hari.

Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya batik sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembatik di Kota Pekalongan,” jelas Wawali.

Ditambahkan, Pemkot Pekalongan terus berupaya untuk membantu dan mempertahankan eksistensi Batik Kota Pekalongan.

Dengan harapan, dengan meningkatkan omset penjualan batik. Tentu para pengusaha batik turut meningkat usahanya.

Untuk itu, diharapkan para pengusaha juga memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya.

“Suksesnya usaha batik, tidak terlepas dari pembatik, tukang colet, sampai tukang nglorot batik, dan lain-lain. Untuk itu, mereka juga perlu dimakmurkan," katanya.

Pemerintah Kota Pekalongan juga mendorong para pengusaha batik untuk tetap menggunakan pewarna alam dalam membuat batiknya agar limbahnya tidak mencemari lingkungan sekitar. Agar lingkungan di kota Pekalongan juga tetap terjaga.

Lebih lanjut jelas Wawali, selama rangkaian HBN Tahun 2023, Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik mulai dari tanggal 2 Oktober untuk Upacara, dilanjutkan tanggal 4-8 Oktober Pameran Inacraft di Jakarta.

Dengan mengikutsertakan para pelaku usaha batik, kirab sarung batik dan BMX Freestyle Open Nasional di tanggal 8 Oktober, Loyal Sound Session 14 Oktober , 14-15 Oktober diisi Workshop bersama Komunitas Kreatif.

Selanjutnya, Lomba Mewarnai untuk jenjang TK tanggal 17-18 Oktober, Kauman Batik Art Festival di tanggal 19-22 Oktober, hingga acara puncaknya ada Gelaran Event Tahunan Pekalongan Batik Night Carnival 2023 pada tanggal 29 Oktober 2023.

Dari pantauan pemerintah, pasca Covid-19, bisa dilihat penjualan batik di wilayah setempat mulai membaik.

Terbukti di Grosir batik Setono maupun sentra dan toko batik di Kota Pekalongan bisa kembali bergeliat dan meningkat penjualannya.

“Kami berharap masyarakat bisa bangga mengenakan batik Indonesia khususnya batik asli Kota Pekalongan," tandasnya.(han)

Editor : Agus AP
#Hari Batik Nasional #BATIK