Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ngeri, Tiga Kasus Pembunuhan Terjadi di Sukolilo Pati dalam Sepekan

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 11 Juni 2024 | 01:30 WIB
Grafis.
Grafis.

RADARSEMARANG.ID - Dalam sepekan, peristiwa viral dan menghebohkan jagat maya terjadi di Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Pasalnya terdapat tiga kasus pembunuhan berturut-turut.

Kejadian ini pun ramai di jagat maya. Bahkan, Kabupaten Pati menjadi trending di media sosial X.

Nama Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pun ternoda. Padahal banyak potensi desa dan wisata yang bagus untuk dikembangkan.

Kasus di Desa Wegil, Sukolilo

Kasus terbaru terjadi di Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Kali ini salah satu warga desa tersebut harus meregang nyawa setelah terkena senjata tajam di perbatasan Desa Wegil dan Desa Prawoto pada Sabtu (8/6) dini hari.

Aksi penganiayaan ini berujung maut dan viral di media sosial.

Dalam video viral tersebut, sejumlah anak muda terlihat berada di Puskesmas Sukolilo 2 di Desa Prawoto. Di depannya terlihat mayat laki-laki berlumuran darah.

Heri Priyanto, Kepala Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo membenarkan ada warganya yanga menjadi korban tewas dalam kejadian tersebut. Korban diketahui berinisial WG berusia 20 tahun.

Kades Wegil mendapat kabar dari Kades Prawoto pukul 01.00 Sabtu (8/6).

Saat itu korban sudah dibawa ke puskesmas namun sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kondisi korban diketahui mengalami luka bacokan benda tajam di bagian punggung. Namun pihaknya masih menunggu hasil otopsi.

Kades Wegil membeberkan, peristiwa itu terjadi diduga berawal dari aksi saling tantang di media sosial. Lalu bertemu di TKP dan aksinya berlangsung cepat.

Kasus di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo

Peristiwa yang tak kalah mengerikan terjadi di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo. Kasus tersebut terjadi pada Kamis (6/6).

Yakni aksi anarkis warga yang main hakim sendiri dan menewaskan satu orang.

Tak hanya itu, tiga korban kekerasan lainnya juga mengalami luka parah dan dirawat intensif di rumah sakit.

Kasus tersebut menewaskan bos rental mobil dari Jakarta berinisial BH, 52 tahun.

Peristiwa ini bermula dari kesalahpahaman warga setempat. Saat itu, korban bersama tiga rekannya hendak mengambil mobil yang direntalkan.

Korban kemudian melacak mobil tersebut melalui GPS dan bermaksud ingin mengambilnya menggunakan kunci cadangan.

Tak disangka, BH yang merupakan warga Kemayoran, Jakarta Pusat ini malah tewas dihakimi warga Sukolilo, Pati.

Pasalnya, BH menemukan mobilnya yang terlacak melalui GPS berada di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo Pati.

Naas, saat hendak mengambil mobil rental miliknya, terdapat seorang warga yang meneriakinya maling.

Alhasil, BH bersama tiga rekannya dikeroyok hingga babak belur.

Tak sampai disitu, mobil milik korban tak lepas dari amukan warga dan dibakar.

Kasatreskrim Polresta Pati, Kompol M Alfan Armin membenarkan, bahwa korban BH meninggal dunia di RSUD Kayen.

Sementara tiga rekan BH dirujuk ke RS Soewondo Pati untuk mendapat perawatan.

Adanya korban meninggal dunia dan korban luka, kepolisian melakukan penyelidikan.

Bahkan, telah menahan dua orang yang diduga sebagai provokator terkait pengeroyokan tersebut.

Kasus di Desa Ronggo, Jaken, Pati

Kasus pembunuhan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam sepekan juga terjadi di Desa Ronggo, Jaken pada Selasa (4/6).

Pembunuhan ini menimpa gadis bernama Ratri Pramudita, 21 tahun.

Diketahui, korban akan menikah pada Senin (10/6) dengan pemuda asal Rembang.

Naas, belum sempat menikah korban sudah meregang nyawa di tangan mantan pacarnya bernama Udin, 21 tahun.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol M Alfan Armin membenarkan adanya peristiwa pembunuhan di wilayah Jaken.

Dia mengatakan, pada Selasa (4/6) pukul 08.00, korban berkunjung ke rumah tersangka mengendarai motor.

Saat itu, kondisi rumah tersangka dalam keadaan sepi. Lantaran bapaknya bertani dan ibunya berjualan nasi.

Tak berselang lama, kata Alfan, keduanya yang sedang berbincang di dalam kamar terlibat adu mulut hingga penganiayaan itu pun terjadi.

Ketika itu tersangka diketahui tengah mabuk minuman keras. Leher korban dicekik dan kepalanya dibenturkan ke tembok 3 kali.

Tersangka lantas mengambil pisau dan gunting di dapur, lalu menusuk leher korban dengan gunting dan menggorok leher korban dengan pisau.

Usai membunuh korban, tersangka lantas menghubungi orangtuanya dan seketika itu juga kasus dugaan pembunuhan itu dilaporkan ke Mapolsek Jaken dan selanjutnya digelandang ke Satreskrim Polresta Pati untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi selanjutnya menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk diotopsi oleh tim Biddokkes Polda Jateng.

Dari hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polresta Pati, tersangka, buruh bangunan itu mengaku sakit hati dengan korban.

Tersangka merasa dikhianati lantaran sang kekasih justru berencana menikah dengan orang lain. Pengakuannya tersangka sudah lama berpacaran dengan korban.

Motif tersangka kesal karena tidak terima korban bertunangan dengan laki-laki lain dan bahkan sebentar lagi akan menikah. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#sukolilo pati #pembunuhan Pati #kasus pembunuhan