Saking pentingnya mencuci tangan, pada 15 Oktober diperingati sebagai Global Handwashing Day atau Hari Mencuci Tangan Sedunia. Hebat sekali bukan? Untuk itu, mengajari anak untuk mencuci tangan harus dimulai sejak dini.
Ketua Cabang Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Kota Semarang Vita Mahaswari mengatakan saat masuk ke rumah, semua membiasakan diri untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan standar kesehatan yang benar. Kebiasaan ini juga diajarkan ketika sebelum dan sesudah makan, melakukan kegiatan belajar dan bermain. Ditambah, mencuci kaki sebelum masuk ke kamar.
Terutama di masa pandemi ini, YKAKI semakin disiplin menjaga kebersihan. Baik cuci tangan, menggunakan masker, mengukur suhu tubuh untuk para pasien yang baru datang, mandi 3-4 kali terutama setelah anak-anak kembali dari rumah sakit usai menjalani kemoteraphy.
Tentunya tetap menjaga kondisi anak tetap stabil agar kemoteraphy tetap berjalan sesuai protokol dr dokter.“Dengan kebiasaan yang baik, anak-anak dengan mudah dan terbiasa. Apalagi kondisi Covid-19 ini membuat kami semakin disiplin dan serius menjaga kebersihan,” ujarnya.
Dunia anak tentunya sangat kompleks, apalagi di YKAKI anak-anak sedang menjalani teraphy kanker. Tak ayal mood maupun kondisi yang kurang stabil membawa pengaruh terhadap apa yang mereka lakukan.
Tak selalu rajin, terkadang mereka susah untuk diajak mencuci tangan. Melalui para guru yang ada di Rumah Kita, biasanya anak-anak akan lebih nurut.
Seperti halnya anak-anak usia balita, tentunya mebutuhkan pendampingan dan mengajarkan dengan cara yang mudah dipahami. “Perlu mengedukasi pentingnya mencuci tangan agar kesehatan selalu terjaga,” jelasnya. (ifa/bas) Editor : Agus AP