RADARSEMARANG.ID – Mitsubishi XForce HEV vs Honda HR-V e:HEV menjadi salah satu duel menarik di pasar SUV hybrid Indonesia pada 2026. Keduanya menawarkan teknologi elektrifikasi tanpa mengharuskan pemilik mengisi baterai melalui charger eksternal, tetapi memiliki karakter mesin, kenyamanan, fitur, konsumsi bahan bakar, hingga harga yang berbeda.
Kehadiran Mitsubishi New XForce HEV pada Juli 2026 membuat persaingan SUV hybrid semakin ramai. Model terbaru Mitsubishi tersebut membawa teknologi hybrid generasi kedua yang dipadukan dengan mesin bensin 1.6 liter MIVEC dan motor listrik.
Di sisi lain, Honda lebih dahulu menghadirkan HR-V e:HEV sebagai SUV kompak hybrid dengan mesin 1.5 liter Atkinson dan sistem e:HEV yang mengutamakan motor listrik sebagai penggerak dalam banyak kondisi.
Untuk masyarakat yang sedang mencari SUV keluarga dengan teknologi hybrid, perbandingan Mitsubishi XForce HEV vs Honda HR-V e:HEV menjadi menarik karena keduanya berada di rentang harga yang berdekatan.
Mitsubishi New XForce HEV saat peluncuran dibanderol Rp445 juta OTR Jabodetabek. Namun, informasi harga terbaru pada situs Mitsubishi menunjukkan harga mulai Rp460 juta OTR Jakarta untuk New Xforce HEV, sehingga calon pembeli perlu mengecek harga dealer dan program penjualan sebelum melakukan pembelian. Mitsubishi juga menegaskan harga dapat berubah sewaktu-waktu.
Sementara itu, Honda HR-V e:HEV pada laman resmi Honda Indonesia tercantum dengan harga Rp450 juta OTR Jakarta. Honda juga menawarkan HR-V e:HEV Modulo Rp461,7 juta dan HR-V RS e:HEV Rp489 juta. Harga tersebut juga dapat berubah sesuai kebijakan perusahaan dan periode penjualan.
Dari sisi harga, kedua SUV hybrid ini memang tidak terpaut jauh. Mitsubishi menawarkan XForce HEV dengan pendekatan SUV urban yang mengutamakan kenyamanan dan fleksibilitas berkendara, sedangkan Honda HR-V e:HEV mempertahankan karakter berkendara khas HR-V dengan sistem hybrid yang sudah menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Masuk ke bagian performa, Mitsubishi XForce HEV menggunakan mesin 1.6L DOHC MIVEC yang dikombinasikan dengan motor listrik. Data Mitsubishi menyebut motor listrik menghasilkan tenaga sekitar 116 PS dan torsi 255 Nm, sedangkan mesin bensinnya menghasilkan 107 PS dan torsi 134 Nm. Sistem tersebut memungkinkan motor listrik memberikan respons tenaga sejak awal kendaraan bergerak.
Karakter seperti ini membuat XForce HEV terasa berbeda dibanding XForce bermesin bensin. Motor listrik dapat menjadi sumber tenaga utama pada berbagai kondisi, terutama saat mobil mulai berjalan dan digunakan pada kecepatan rendah.
Ketika membutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin dan motor listrik dapat bekerja sesuai kebutuhan sistem. Pengemudi tidak harus mengatur perpindahan sumber tenaga karena sistem hybrid mengelolanya secara otomatis.
Honda HR-V e:HEV menggunakan mesin 1.5 liter Atkinson yang menghasilkan 106 PS dan torsi 127 Nm. Motor listriknya menghasilkan 131 PS dengan torsi maksimum 253 Nm. Sistem tersebut menggunakan Electronic CVT dan dirancang dengan pendekatan electric-first.
Angka torsi motor listrik kedua mobil juga sama-sama besar. XForce HEV mencatat 255 Nm, sedangkan HR-V e:HEV 253 Nm. Perbedaan tersebut sangat kecil sehingga pengalaman berkendara tidak hanya ditentukan oleh angka tenaga dan torsi, tetapi juga karakter sistem hybrid, bobot kendaraan, respons pedal gas, serta penyetelan transmisi dan suspensi.
Honda HR-V e:HEV menawarkan tiga mode berkendara, yakni Sport, Normal dan ECON. Sistem hybrid Honda juga memiliki EV Drive, Hybrid Drive dan Engine Drive yang bekerja sesuai kondisi perjalanan.
Sementara Mitsubishi XForce HEV hadir dengan tujuh mode berkendara. Selain Normal, Wet, Gravel dan Mud yang sudah dikenal pada XForce, varian HEV mendapatkan Tarmac, EV Priority dan Charge. Mode tersebut membuat karakter XForce HEV lebih fleksibel untuk menghadapi berbagai kondisi jalan.
Dari sisi konsumsi bahan bakar, kedua mobil mempunyai daya tarik masing-masing. Honda HR-V e:HEV diklaim mampu mencatat konsumsi sekitar 25,5 km per liter dalam pengujian internal untuk penggunaan dalam kota.
Data yang dikutip dari pengujian Kementerian Perhubungan juga mencatat efisiensi 25,51 km per liter. Angka aktual tentunya dapat berbeda tergantung kondisi lalu lintas, kecepatan, beban kendaraan, tekanan ban dan gaya berkendara.
Baca Juga: Mitsubishi Kuda Diesel Lawan Innova 2KD, Mana yang Lebih Bandel dan Layak Diburu?
Mitsubishi XForce HEV juga menawarkan klaim efisiensi yang tinggi. Mitsubishi menyebut mobil tersebut mampu menempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar dengan tangki 42 liter pada kondisi pengujian tertentu.
Dalam pengujian media, XForce HEV juga pernah mencatat konsumsi 19,7 km per liter dalam perjalanan Jakarta-Karawang dan pengujian lainnya. Sementara pengujian perjalanan jarak jauh yang melibatkan Rifat Sungkar menghasilkan angka yang mendekati 28 km per liter pada kondisi dan rute tertentu.
Angka tersebut bukan angka konsumsi yang otomatis akan didapat semua pemilik karena kondisi penggunaan sehari-hari berbeda.
Artinya, konsumsi BBM Mitsubishi XForce HEV dan Honda HR-V e:HEV sebaiknya tidak hanya dibandingkan melalui satu angka. Pemakaian di dalam kota dengan kemacetan, perjalanan tol, kondisi jalan menanjak, jumlah penumpang dan kebiasaan menginjak pedal gas dapat menghasilkan angka yang berbeda.
Untuk masyarakat yang setiap hari menggunakan mobil untuk perjalanan kantor, mengantar anak, berbelanja dan aktivitas perkotaan, teknologi hybrid menawarkan keuntungan karena motor listrik dapat bekerja lebih banyak ketika mobil berjalan pada kecepatan rendah.
Salah satu kelebihan utama sistem hybrid adalah pemilik tidak perlu mencari charging station seperti pengguna mobil listrik murni. Honda menjelaskan sistem e:HEV dapat mengisi baterai melalui mesin dan regenerative braking ketika mobil digunakan.
Mitsubishi XForce HEV juga mengusung konsep serupa sebagai kendaraan hybrid. Artinya, mobil dapat digunakan seperti mobil bensin biasa dari sisi kebiasaan mengisi bahan bakar, tetapi mendapatkan bantuan tenaga listrik untuk meningkatkan efisiensi dan respons kendaraan.
Berbicara soal kapasitas dan kepraktisan, Mitsubishi XForce HEV memiliki panjang 4.390 mm, lebar 1.810 mm dan tinggi 1.650 mm dengan ground clearance 212 mm. Mobil ini memiliki kapasitas lima penumpang.
Honda HR-V e:HEV memiliki panjang 4.385 mm, lebar 1.790 mm dan tinggi 1.590 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.610 mm dengan ground clearance 212 mm. Kapasitasnya juga lima penumpang.
Dimensi keduanya hampir sama, tetapi XForce HEV sedikit lebih lebar dan lebih tinggi. Perbedaan tersebut dapat memberikan kesan kabin yang berbeda, meskipun kenyamanan tidak hanya ditentukan ukuran bodi.
Baca Juga: Solar Nih Bos, Isuzu D-Max vs Mitsubishi Triton 2021:Siapa Lebih Tangguh dan Lebih Irit
Ground clearance kedua mobil sama-sama berada di angka 212 mm berdasarkan data resmi yang tersedia. Hal tersebut cukup relevan untuk kondisi jalan Indonesia yang tidak selalu mulus, termasuk melewati polisi tidur, jalan berlubang, akses perumahan dan jalan dengan permukaan tidak rata.
Dari sisi handling, Honda HR-V e:HEV menawarkan karakter yang cenderung responsif. Suspensi depannya menggunakan MacPherson Strut dan belakang H-Shape Torsion Beam. Honda menyebut kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan kestabilan dan handling di berbagai kondisi jalan.
XForce HEV mendapatkan penyempurnaan suspensi dibandingkan XForce sebelumnya. Dalam pengujian media, suspensi XForce HEV mendapatkan respons positif karena terasa lebih empuk saat melewati permukaan jalan yang bergelombang. Pengujian tersebut juga merasakan kenyamanan penumpang belakang ketika melewati jalan yang tidak rata.
Karakter ini membuat XForce HEV menarik untuk keluarga yang mengutamakan kenyamanan perjalanan sehari-hari. Suspensi yang lebih lembut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman ketika mobil melewati jalan rusak atau permukaan bergelombang.
Honda HR-V e:HEV memiliki karakter yang lebih dekat dengan SUV perkotaan yang tetap menawarkan rasa berkendara responsif. Sementara XForce HEV mencoba memberikan kombinasi antara posisi berkendara SUV, kenyamanan suspensi dan fleksibilitas mode berkendara.
Dari sisi kenyamanan kabin, XForce HEV menawarkan sejumlah fitur yang cukup lengkap. Mitsubishi menyebut terdapat peningkatan peredaman kabin, pengaturan kenyamanan bangku belakang, dual auto air conditioner dengan NanoeX, power driver seat, power tailgate, ambient lighting serta Dynamic Sound Yamaha Premium pada paket tertentu.
Honda HR-V e:HEV juga memiliki sejumlah fitur kenyamanan dan teknologi. Varian e:HEV mendapatkan fitur seperti wireless charging, Honda CONNECT, Honda SENSING, adaptive driving beam, auto high beam dan deceleration paddle selectors, tergantung varian.
Untuk penggunaan keluarga, kedua mobil mempunyai kelengkapan yang cukup relevan. Sistem keselamatan aktif juga menjadi bagian penting karena SUV modern tidak lagi hanya mengandalkan rem, airbag dan sabuk keselamatan.
Honda memiliki Honda SENSING yang menjadi salah satu perangkat keselamatan utama pada HR-V. Pada varian RS e:HEV, Honda juga mencantumkan enam airbag, sedangkan jumlah airbag dapat berbeda sesuai varian.
Mitsubishi juga menghadirkan peningkatan teknologi keselamatan dan fitur bantuan berkendara pada New XForce HEV. Kelengkapan fitur dapat berbeda berdasarkan paket dan varian yang dipasarkan.
Baca Juga: Sesama Diesel, Mitsubishi Triton atau Ford Ranger 2010, Siapa Lebih Tangguh?
Dari sisi suku cadang, faktor ini penting bagi masyarakat umum karena mobil digunakan untuk kebutuhan harian dan bukan sekadar kendaraan akhir pekan.
Mitsubishi dan Honda sama-sama telah lama memiliki jaringan penjualan serta layanan purnajual di Indonesia. Namun, komponen hybrid tertentu seperti baterai tegangan tinggi, motor listrik dan perangkat elektronik memiliki karakter berbeda dari komponen mesin bensin biasa.
Honda memberikan garansi baterai tegangan tinggi selama delapan tahun atau 160.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu, dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi calon pembeli, garansi baterai menjadi salah satu hal penting yang perlu diperiksa selain harga mobil. Konsumen juga sebaiknya menanyakan biaya servis berkala, cakupan garansi, ketersediaan komponen hybrid dan lokasi bengkel resmi terdekat.
Keunggulan Mitsubishi XForce HEV terletak pada karakter SUV yang nyaman, ground clearance 212 mm, tujuh mode berkendara, motor listrik dengan torsi 255 Nm, serta pilihan fitur yang cukup lengkap. Kapasitas tangki 42 liter dan kemampuan menempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam klaim tertentu juga menjadi daya tarik bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh.
Kekurangan yang perlu diperhatikan adalah harga XForce HEV sudah masuk ke area yang cukup tinggi untuk sebagian konsumen. Selain itu, teknologi hybrid membuat sistem kendaraan lebih kompleks dibandingkan mobil bensin konvensional. Calon pembeli perlu memperhatikan jadwal servis dan memastikan layanan resmi tersedia di wilayah tempat tinggal.
Honda HR-V e:HEV memiliki keunggulan pada sistem hybrid electric-first, performa motor listrik yang responsif, efisiensi bahan bakar yang telah mendapatkan angka pengujian tinggi, fitur keselamatan Honda SENSING dan pilihan varian yang cukup banyak.
Kekurangan HR-V e:HEV terutama berada pada harga varian hybrid yang sudah mendekati Rp500 juta untuk tipe RS. Konsumen juga perlu mempertimbangkan harga suku cadang dan biaya perawatan komponen hybrid dalam jangka panjang, meskipun adanya garansi baterai memberikan perlindungan tambahan.
Pada akhirnya, Mitsubishi XForce HEV vs Honda HR-V e:HEV bukan sekadar persaingan angka tenaga atau konsumsi BBM. Keduanya mempunyai pendekatan berbeda terhadap kebutuhan pengguna SUV hybrid.
XForce HEV menawarkan bodi yang sedikit lebih lebar dan tinggi, tujuh mode berkendara, suspensi yang disempurnakan serta karakter kenyamanan yang kuat.
Baca Juga: Toyota Hilux vs Mitsubishi Triton, Sama-sama Diesel Tangguh Tapi Ada Perbedaan yang Berbeda
Mobil ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang banyak beraktivitas di perkotaan tetapi sesekali melakukan perjalanan antarkota dan membutuhkan karakter SUV yang praktis.
HR-V e:HEV menawarkan mesin 1.5 liter Atkinson dengan motor listrik bertenaga 131 PS dan torsi 253 Nm. Sistem e:HEV yang mengutamakan motor listrik membuat respons akselerasi terasa cepat, sementara angka konsumsi BBM yang tinggi menjadi salah satu daya tarik utama.
Untuk masyarakat umum yang sedang menghitung biaya kepemilikan, jangan hanya melihat harga pembelian. Biaya bahan bakar, servis berkala, pajak, asuransi, suku cadang, garansi baterai, jaringan bengkel resmi dan kebutuhan penggunaan sehari-hari perlu masuk dalam perhitungan.
Dengan harga yang berada di kisaran Rp450 jutaan, Mitsubishi XForce HEV dan Honda HR-V e:HEV kini menjadi dua nama penting di pasar SUV hybrid Indonesia.
Perbedaan karakter keduanya justru memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen yang ingin berpindah dari mobil bensin konvensional menuju teknologi hybrid tanpa harus mengubah kebiasaan mengisi bahan bakar.
Bagi calon pembeli, angka konsumsi BBM dari pengujian pabrikan maupun media sebaiknya dijadikan referensi, bukan jaminan hasil penggunaan pribadi. Kondisi jalan, kemacetan, tekanan ban, muatan, penggunaan AC, kecepatan dan gaya berkendara akan sangat menentukan hasil sebenarnya.
Baca Juga: Nissan March 2011 dan Mitsubishi Mirage 2014, Harga dan Performa Bisa Diadu
Dengan semakin banyaknya pilihan mobil hybrid di Indonesia pada 2026, persaingan Mitsubishi XForce HEV vs Honda HR-V e:HEV juga menunjukkan bahwa SUV ramah bahan bakar tidak lagi identik dengan mobil berukuran kecil. Konsumen kini bisa mendapatkan mobil dengan posisi berkendara tinggi, kabin nyaman, fitur modern dan efisiensi bahan bakar sekaligus.
Untuk pembelian, masyarakat juga disarankan melakukan test drive terhadap kedua model. Sensasi akselerasi motor listrik, karakter suspensi, posisi duduk, visibilitas, ruang baris kedua dan kemudahan parkir dapat dirasakan langsung dan menjadi pertimbangan yang lebih relevan dibanding hanya melihat angka di atas kertas.
Data harga Mitsubishi XForce HEV dan Honda HR-V e:HEV dalam artikel ini menggunakan harga OTR Jakarta yang tercantum pada sumber resmi dan dapat berubah sesuai periode serta kebijakan masing-masing merek.
Spesifikasi juga dapat berbeda berdasarkan varian. Karena itu, calon pembeli perlu melakukan pengecekan ulang kepada dealer resmi sebelum melakukan transaksi.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi