RADARSEMARANG.ID, JOMBANG-Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) menggelar diskusi bertajuk Ketahanan Energi: Dari Basa-basi hingga Fakta Spiritual pada Sabtu (29/8/2026).
Diskusi yang menjadi bagian dari rangkaian Syiar dan Gebyar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Tambak Beras ini berlangsung di Griya Limasan Resto, Jombang, dengan dihadiri 75 peserta.
Dalam forum tersebut, Amsar A. Dulmanan memaparkan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menangkap peluang di sektor energi.
Baca Juga: 13 Emiten Saham Milik Bakrie Group, Mana Sektor Usaha Favoritmu?
Meski demikian, ia menggarisbawahi batasan teknis dan politik terkait pengembangan sumber energi tertentu.
"Kita tak mungkin bisa membangun energi nuklir karena memang sangat berisiko dan secara politik sangat rentan," tegas Amsar.
Ia menambahkan, tata kelola energi saat ini masih dihadapkan pada persoalan kerusakan lingkungan dan belum berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya maupun kesejahteraan masyarakat lokal.
Sementara itu, Safrizal Elbatubara menyoroti aspek fundamental dari ketahanan dan transisi energi yang membutuhkan pergeseran paradigma berpikir.
Baca Juga: Mengenal Jali-Jali: Pangan Lokal Tropis dengan Rasa Unik & Cara Mengolahnya yang Mudah
"Ketahanan energi sejati tidak akan pernah tercapai selama manusia masih menganggap alam sebagai ruang ekstraksi yang terpisah dari dirinya. Transisi energi yang sukses membutuhkan transisi kesadaran—dari kesadaran eksploitatif menuju kesadaran ekologis yang menghargai sakralnya energi kehidupan," ujar Safrizal.
Diskusi ini diharapkan mampu melahirkan gagasan kritis dari alumni PMII dalam mendorong tata kelola energi nasional yang berwawasan lingkungan dan berkeadilan sosial.(hib)
Editor : Tasropi