RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan. Setelah membeli puluhan ribu mobil listruk, BGN ternyata menggunakan jasa Event Organizer (EO). Parahnya anggran yang dikeluargan untuk EO nilainya fantastis. Totalnya mencapai Rp 113 Miliar.
Ada puluhan perusahaan terlibat dengan nilai kontrak yang bervariasi. Mulai ratusan juta hingga puluhan miliar rupiah. Secara keseluruhan, total anggaran jasa EO sekitar Rp 113 miliar.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, penggunaan Event Organizer (EO) merupakan bagian dari kebutuhan strategis sebagai lembaga baru yang tengah membangun sistem dan tata kelola operasional. EO, memiliki keahlian yang belum sepenuhnya dimiliki BGN saat ini.
Baca Juga: BGN Borong 21 Ribu Motor Listrik, Begini Respon Nitizen
Sebab, BGN merupakan lembaga baru. "BGN masih belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," katanya di Jakarta,
Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.
"Kegiatan BGN yang dihandle EO bukan sekadar acara seremonial saja, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional dan juga kegiatan strategis lainnya. Seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) para penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola oleh SDM yang terlatih.
Editor : Miftahul A’la