RADARSEMARANG.ID — Mudik gratis adalah program tahunan yang diadakan oleh pemerintah pusat, daerah, dan BUMN untuk membantu warga pulang ke kampung halaman saat Lebaran atau Nataru.
Program ini seringkali menyediakan bus atau kereta api dengan biaya gratis, dan pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi atau aplikasi yang ditentukan.
Contohnya, Pemprov Jateng akan membuka pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 pada 4 Februari 2026.
Program ini sangat diminati oleh masyarakat, jadi penting untuk memantau informasi jadwal pendaftaran secara teratur agar tidak terlewat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempersiapkan program mudik dan balik rantau gratis pada Lebaran 2026.
Rapat koordinasi terkait dilakukan oleh Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, bersama perwakilan kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang, Rabu (7/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Sumarno menyampaikan bahwa tujuan utama adalah memastikan semua pihak siap memberikan fasilitas yang nyaman dan aman bagi masyarakat Jawa Tengah yang ingin mudik atau kembali ke kampung halaman.
Sumarno menjelaskan bahwa program mudik dan balik rantau ini dilakukan setiap tahun dan terus dinilai ulang untuk memperbaiki kekurangan.
“Kita ingin memudahkan saudara-saudara kita agar bisa pulang dengan aman dan selamat. Masalah-masalah yang terjadi tahun lalu menjadi bahan untuk memperbaiki pelaksanaan tahun ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan dunia usaha yang menyediakan armada transportasi.
Namun, Sumarno menekankan pentingnya memenuhi semua standar keselamatan dalam program tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh kendaraan dan kru harus memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah.
Tidak ada aspek keselamatan yang boleh terabaikan.
Sampai saat ini, Pemprov Jateng telah menyiapkan 349 unit bus dan 20 armada kereta api untuk menunjang mudik dan balik rantau tahun 2026.
Jumlah armada tersebut akan terus ditambah hingga mencapai jumlah tahun sebelumnya, yaitu 383 unit bus.
“Untuk sampai saat ini kita masih punya pekerjaan rumah, karena jumlah armada yang ada masih di bawah tahun 2025 kemarin, tapi kita berupaya untuk minimal sama dan syukur-syukur nanti ada tambahan armada,” ujarnya.
Selain penambahan armada, lanjut dia, masukan juga datang dari paguyuban peserta mudik dan balik rantau terkait penambahan titik pemberangkatan dan tujuan.
Menanggapi hal tersebut, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan berdasarkan sebaran domisili peserta agar titik keberangkatan dapat didekatkan dengan lokasi tempat tinggal masyarakat.
“Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini juga bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik,” jelas Sumarno.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan, akan melakukan pencermatan ulang untuk menetapkan titik-titik satelit pemberangkatan mudik maupun balik rantau 2026.
“Pemetaan ulang sebetulnya telah kita lakukan, utamanya untuk peserta balik rantau gratis,” katanya.
Ia menjelaskan, pemberangkatan dari Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali memiliki titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten.
Sementara itu, Terminal Tipe A Mangkang memiliki titik satelit di Jepara dan Blora.
Untuk Terminal Tipe A Bulupitu, Banyumas dilengkapi titik satelit di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Informasinya, rencana penyelenggaraan mudik gratis akan dilaksanakan pada 16 hingga 17 Maret 2026, dengan titik pemberangkatan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta Timur, PT. Dirgantara Indonesia, Bandung, dan Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Untuk rencana balik rantau gratis, akan dilakukan pada 27 hingga 28 Maret 2026.
Pendaftaran peserta mudik Lebaran 2026 gratis via bus akan dibuka pada 4 Februari 2026, sedangkan untuk kereta api pada 11 Februari 2026.
Cara Mendaftar mudik Lebaran 2026 gratis dan Mendapatkan Informasi (Umum):
1. Pantau Media Sosial/Situs Resmi:
Cari informasi di Instagram (@informasimudik, @mudik.gratis) atau situs resmi Pemprov, misalnya jatengprov.go.id, Kemenhub, atau aplikasi seperti NusantaraHub.
2. Pendaftaran Online:
Biasanya melalui laman khusus (contoh: pedamateng.hubung.jatengprov.go.id) atau aplikasi, membutuhkan data diri seperti KTP dan KK serta dokumen pendukung.
3. Selesaikan Proses Verifikasi:
Ikuti instruksi setelah mendaftar, yang seringkali melibatkan verifikasi atau pembelian produk sponsor (untuk program korporasi).
Tips Penting:
• Periksa Jadwal:
Tanggal pendaftaran sangat penting dan biasanya dibuka mendadak, jadi catat tanggal penting seperti 4 Februari 2026 untuk Jateng.
• Siapkan Dokumen:
KTP, KK, dan dokumen pendukung lainnya dalam format digital (jpg/pdf) agar siap diunggah. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi