Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Banjir Lahar Dingin yang Menerjang Wilayah Sumatera Barat, Begini Kata BPBD dan BMKG

Aris Hariyanto • Senin, 13 Mei 2024 | 17:24 WIB

 

Pantauan drone banjir lahar dingin di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar, Sumatera Barat.
Pantauan drone banjir lahar dingin di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar, Sumatera Barat.

RADARSEMARANG.ID - Banjir lahar dingin yang menerjang wilayah Sumatera Barat telah merusak sejumlah infrastruktur.

Dilaporkan sebelumnya, terdapat daerah yang kondisinya cukup parah akibat dilanda bencana alam banjir lahar ini.

Daerah tersebut yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebelum banjir, aktivitas vulkanik di sekitar Gunung Marapi meningkat signifikan.

Selain itu, curah hujan tinggi di daerah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran kestabilan lereng Gunung Marapi.

Masih menurut BPBD, kronologi banjir lahar dingin ini akibat hujan deras di daerah yang tanahnya sudah jenuh air di wilayah tersebut.

Kemudian air hujan ini bercampur dengan material vulkanik yang telah mengendap dari Gunung Marapi dan menghasilkan lahar dingin.

Selanjutnya, lahar dingin yang terjadi bergerak dengan cepat mengalir turun dari lereng Gunung Marapi pada Sabtu (11/5), sekitar pukul 21.30 WIB.

Akibatnya, beberapa desa dan infrastruktur di wilayah hukum Polres Tanah Datar terdampak oleh aliran lahar dingin tersebut.

Beberapa jembatan rusak dan jalan-jalan terputus, termasuk jembatan yang menghubungkan antara Nagari Sungai Jambu dengan Sawah Tangah di Kecamatan Pariangan dan Jembatan Panti di Jorong Panti, Nagari Rambatan.

Hingga Minggu, 12 Mei 2024 pukul 21.00 WIB, BNPB mencatat ada 37 orang tewas akibat banjir lahar dingin ini dan 17 orang dilaporkan hilang.

Banjir lahar dingin ini diikuti dengan material batu besar dari Gunung Marapi.

Sebanyak 110 rumah warga dan tempat usaha serta satu sekolah di tiga kecamatan itu tergenang air, sementara tiga rumah dilaporkan “terbawa arus”.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan penjelasan mengenai banjir lahar dingin di Sumatera Barat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan bahwa pemicu utama banjir lahar dingin ini adalah derasnya intensitas hujan berdurasi panjang.

Dwikorita juga turut menjelaskan, lahar dingin terjadi terutama karena endapan material yang dihasilkan dari letusan Gunung Marapi.

Material tersebut kemudian terbawa oleh hujan deras dan akhirnya menyebabkan longsor dan banjir lahar dingin.

Lebih lanjut, Dwikorita juga memperingatkan hingga 22 Mei ke depan curah hujan dari intensitas ringan hingga ekstrem masih bisa terjadi.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan peringatan dini dari BMKG dengan menghindari kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai.

Hal tersebut dikarenakan banjir lahar ini sangat cepat menerjang dan melompat aliran sungai.

Editor : Baskoro Septiadi
#aliran sungai #banjir lahar dingin #Curah Hujan #padang panjang #LONGSOR #tanah datar #kabupaten agam #BENCANA ALAM #BPBD #banjir lahar dingin sumatera barat #kronologi banjir lahar dingin #BMKG