RADARSEMARANG.ID - Ramainya video viral nonis berburu takjil Ramadhan terungkap dari seorang pastor yang diklaim telah mengajaknya.
Melalui unggahan video yang beredar di media sosial, pastor tersebut tampak mengajak jemaahnya untuk ikut berburu takjil Ramadhan.
Dengan tersenyum tawa di atas mimbar pada sebuah gereja, Ia mengatakan “Soal agama kita toleran, tapi soal takjil, kita duluan”.
Ucapan pastor tersebut sontak membuat para jemaah di dalam gereja tersebut ikut tertawa bersama.
“Jam 03.00 mereka masih lemas, kita sudah standby,” lanjut pastor tersebut meneruskan ceramahnya.
Kemudian pastor tersebut juga berucap akan melakukan balas dendam pada saat perayaan Paskah nantinya untuk memborong telur.
“Nanti saat paskah, telur-telur akan kami borong semuanya. Supaya kalian Paskah pakai kinder joy,” ucap sang pastor dengan senyum sambil tertawa yang diikuti jemaahnya.
Meski demikian, video ucapan pastor tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warganet meski ceramahnya terlihat seperti lelucon.
Tampak warganet berkomentar memberi dukungan dan semangat meski mereka berbeda keyakinan.
Salah seorang warganet @nusaniswa mengatakan “Seru bgt vibes ramadhan tahun ini! Semoga temen2 di palestine juga bisa segera free (emoticon cinta)”.
“Diam membaca Injil bergerak berburu takjil (emoticon tawa),” tulis akun @mmamansumaludin.
“Alhamdulillah, itulah ramadhan, bulan berkah bagi seluruh ummat.. islam rahmatan lil 'alamiin,” tulis akun @yanuarjn.
“Alhamdulillah non Islam juga ikut memburu takjil, semoga UMKM dan ekonomi melonjak naik di Ramadhan dan seterusnya aamiin,” tulis akun @alfian.gak.
Dikabarkan sebelumnya, video viral nonis (non-islam) berburu takjil Ramadhan saat ini tengah mendapat sorotan di media sosial.
Banyak video yang memperlihatkan nonis berburu takjil Ramadhan hingga mereka rela menyamar dengan mengenakan hijab.
Bahkan, diantara mereka juga ada yang mengaku ikut meramaikan Ramadhan ini dengan ikut berpuasa.
Viralnya video tersebut telah membuktikan bahwa, Indonesia merupakan tempat keberagaman yang berkembang baik dengan nilai toleransi tanpa membedakan agama.
Tanggapan netizen yang mayoritas positif dan humoris juga menunjukkan bahwa, masyarakat Indonesia mampu menjaga nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan, bahkan dalam hal kecil seperti berburu takjil Ramadhan.
Editor : Baskoro Septiadi