’’Rem Blong!’’. Setelah itu, dia merasa bus itu seakan melayang-layang hingga terdengar bunyi braaak.
’’Tahu-tahu, (para penumpang) sudah berjatuhan. Sebagian di antaranya dalam posisi terjepit,’’ cerita warga Manyaran itu.
Puji merupakan satu di antara 43 penumpang selamat dalam insiden bus terperosok ke jurang sedalam 31 meter di Jalan Raya Sarangan–Cemorosewu, Kelurahan Sarangan, Plaosan, kemarin siang.
Sementara itu, hingga pukul 17.00, tujuh penumpang lainnya dinyatakan meninggal.
Bus nahas itu mengangkut rombongan warga RW 2 Kelurahan Manyaran, Kota Semarang, yang tengah berdarmawisata ke kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan.
Mereka diangkut dua bus. Yang mengalami kecelakaan maut adalah bus 1 yang dikemudikan Mochamad Barliyan, 52, warga Kemijen, Semarang.
Insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 11.30. Saat bus melintas di tikungan tajam di dekat Lawu Green Forest (LGF).
Bus tersebut gagal berbelok. Setelahnya, bus malah melaju lurus hingga menggasak pembatas jalan dan pohon besar.
’’Setelah itu terguling ke kiri dan terperosok ke jurang,’’ ujar Kasatlantas Polres Magetan AKP Trifonia Situmorang.
Akibatnya sangat fatal. Tak hanya merenggut nyawa tujuh orang, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka. Tak lama setelah kejadian, petugas gabungan langsung melakukan evakuasi.
Proses itu berjalan cukup sulit mengingat kondisi medan yang begitu terjal. Dari tujuh korban yang meninggal, petugas paling sulit mengevakuasi jasad sang sopir, Barliyan, lantaran terjepit bodi bus.
’’Seluruh jenazah korban di RSUD dr Sayidiman,’’ kata Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan.
Sebagian korban bus nahas itu adalah anak-anak. Mereka mengalami luka-luka. Tak sedikit di antaranya yang juga mengalami trauma. Salah satunya K. Bocah berusia 4 tahun itu lolos dari maut.
Seusai kejadian, dia hanya berdiri diam di tepi jalan. Enggan pergi dari lokasi lantaran kakek dan neneknya belum dievakuasi.
’’Setelah saya bujuk bersama Pak Kapolres (Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan, Red), akhirnya mau dibawa ke rumah sakit. Kakek dan neneknya selamat, tapi mengalami luka-luka,’’ ujar Dahliani, salah seorang penumpang bus 2.
Saat insiden itu terjadi, rombongan bus 2 lebih dulu sampai di kawasan wisata Sarangan.
Karena itu, begitu menerima kabar bahwa bus 1 mengalami kecelakaan, mereka sangat terkejut dan langsung menuju lokasi kejadian. (mg1/naz/c12/ris) Editor : Agus AP