RADARSEMARANG.ID, Jakarta – Pengumuman tur konser yang telah lama dinantikan oleh Ariana Grande, "The Eternal Sunshine Tour" yang akan digelar pada tahun 2026, disambut euforia sekaligus kontroversi.
Tur yang akan dimulai pada Juni 2026 di Amerika Utara dan Inggris ini menuai sorotan tajam karena melonjaknya harga tiket di pasar sekunder atau resale (penjualan kembali), dengan beberapa kursi terdepan dikabarkan terjual hingga puluhan juta Rupiah.
Setelah tujuh tahun absen tur, kembalinya Ariana Grande ke panggung memicu permintaan tiket yang luar biasa.
Meskipun harga tiket resmi (face value) yang ditawarkan oleh promotor diperkirakan berada di kisaran yang wajar sekitar $60 hingga $200 USD, tiket tersebut dengan cepat ludes diserbu penggemar dan, yang lebih dominan, oleh para calo (reseller).
Fenomena ini segera memindahkan mayoritas tiket ke platform penjualan kembali online. Di sinilah harga tiket "Eternal Sunshine Tour" mengalami inflasi gila-gilaan:
-
Tiket Resale Biasa: Harga termurah untuk kursi biasa di arena (upper bowl) melonjak hingga ratusan dolar USD(mencapai jutaan Rupiah) di berbagai platform resale.
-
Kursi Premium: Untuk kursi di barisan bawah atau dekat panggung, harga melambung menjadi $1.000 USD ke atas (setara belasan hingga puluhan juta Rupiah).
Laporan dari beberapa media dan forum penggemar bahkan menyebutkan kasus ekstrem di mana sepasang tiket dijual dengan total harga setara puluhan juta Rupiah, memicu kemarahan dari para Arianators (sebutan penggemar Ariana Grande) yang merasa terhalang untuk menonton idola mereka.
Baca Juga: Enam Dekade FIB Undip: Menyapa Budaya Lewat Orasi dan Retrospeksi Seni
Selain resale, kontroversi harga juga mencakup paket VIP mewah yang ditawarkan resmi oleh pihak penyelenggara, seperti paket "Ultimate Ari's Lounge". Paket ini menawarkan fasilitas premium seperti:
-
Tiket tempat duduk di tujuh baris terdepan yang paling strategis.
-
Akses eksklusif ke pre-show lounge termasuk makanan, minuman, dan photobooth.
-
Merchandise dan laminasi VIP khusus.
Meskipun menawarkan pengalaman yang tak tertandingi, paket-paket VIP ini tentu saja dijual dengan harga premium yang tinggi.
Kasus ini kembali menyoroti masalah pelik dalam industri konser global, di mana sistem penjualan tiket seringkali gagal melindungi konsumen dari praktik calo massal yang menggunakan bot untuk memborong tiket.
Banyak penggemar meluapkan kekecewaan mereka, menuduh platform penjualan tiket tidak berbuat cukup untuk mencegah calo dan skema resale yang kejam, sehingga keuntungan besar hanya dinikmati oleh pihak ketiga, bukan artis atau penggemar sejati.
"The Eternal Sunshine Tour" kini menjadi contoh terbaru bagaimana popularitas seorang superstar bisa diiringi dengan drama harga tiket yang membuat sebagian besar penggemar harus merelakan impian mereka demi dompet yang terbatas.
Editor : Baskoro Septiadi