RADARSEMARANG.ID, Semarang - Musik memiliki sihir unik yang mampu membuat pendengarnya terpikat.
Musik juga memiliki pengalaman yang sangat personal dan subjektif, bagaimana sebuah lagu bisa sangat melekat bagi sebagian orang.
Melodi adalah elemen yang membuat kita terhubung dengan sebuah lagu. Ketika mendengar lagu, hal pertama yang menarik perhatian sudah pasti melodi dan harmoni itu sendiri.
Selain itu, lirik juga menjadi faktor penting untuk menyampaikan emosi dan makna sebuah lagu.
Mendengarkan musik di perjalanan adalah salah satu kegiatan mengasyikkan, sambil menikmati pemandangan atau bahkan bernyanyi bersama teman-teman.
Agar perjalananmu tidak membosankan, sudah pasti butuh “teman” bukan? 3 lagu di bawah ini akan mengiringi kalian selama perjalanan! Simak berikut.
1. 33x dari Band Perunggu
Perunggu adalah sebuah band pop Indie yang sedang naik daun dan dikenal sebagai band rock pulang kantor, citra tersebut lahir karena personel-personelnya masih bekerja di kantor dan menjadikan dunia musik sebagai pekerjaan sampingan. Band ini terbentuk pada tahun 2019 dan berkembang di Jakarta.
Album berjudul “Memorandum” adalah sebuah puncak dari karir band Perunggu. Dengan berbagai isu dan dinamika yang diangkat, album ini berisi 11 daftar lagu.
Salah satu yang mendapat sorotan tersendiri adalah lagu berjudul “33x”. Lagu ini menceritakan tentang perjalanan hidup manusia, bahwa kehidupan yang diberikan adalah sebuah jalan yang telah ditentukan.
“33x” juga membuat kita mengingat dan merefleksikan diri atas apa yang telah kita miliki, jalani dan dicapai. Setiap jalan hidup orang berbeda-beda dan setiap kehidupan memiliki makna, jalanilah hidup dengan sebaik mungkin.
Lagu ini juga mengingatkan kita tentang rasa syukur atas kehidupan yang telah diberikan, setiap kesusahan pasti kemudahan, dan yang bisa manusia lakukan hanya berserah diri kepada Tuhannya dan percaya bahwa Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya.
Lagu ini cocok menjadi teman untuk perjalanan, membuat kita merenungkan dan ikut terhanyut dalam alunan lagu yang indah dan menarik.
2. Everything U Are dari Band Hindia
Hindia adalah sebuah proyek Solo Baskara Putra, yang juga merupakan vokalis band .Feast. dan band Lomba Sihir.
Baskara mulai serius meniti karir solo dalam nama Hindia, akhir akhir ini Hindia juga menuai sorotan baik dari publik.
Dengan mengangkat tema isu-isu sosial baik percintaan, keluarga, mental dan banyak hal, Hindia sukses memikat banyak penggemar.
Album “Menari dalam Bayangan” yang dirilis Hindia pada tahun 2019 adalah sebuah awal kesuksesan solo Baskara. Disusul album “Doves, ‘25 on Black Canvas” yang lahir pada tahun 2025 yang semakin membuat Baskara naik ke puncak karir.
Setiap konser yang dihadiri Hindia tak pernah sepi penonton. Salah satu lagu yang menarik perhatian adalah “Everything U Are” dari album terbarunya.
”Everything U Are” memiliki makna yang mendalam dan penuh emosi. Dengan mengangkat tema percintaan, lagu ini menyampaikan pesan yang begitu lekat tentang sebuah cinta yang telah usai.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, “Everything U Are” mengutarakan bahwa setiap cinta pasti memiliki ceritanya masing-masing.
Bentuk cinta yang dimiliki sebuah kisah pasti akan selalu terkenang di dalam sudut hati setiap orangnya, karena mereka pernah saling mencintai dan menyayangi.
3. Terbuang Dalam Waktu dari Band Barasuara
Barasuara adalah sebuah band Alternative Indie asal Jakarta yang berkarir sejak tahun 2012 dan sampai saat ini telah melahirkan 3 album yang memiliki karakter dan pesonanya masing-masing. “Terbuang Dalam Waktu” merupakan salah satu lagu dari album “Jalarah Sadrah” yang rilis pada tahun 2024.
Setelah 10 tahun lebih berkarir di dunia musik, tahun 2025 adalah puncak daun band Indie ini. Barasuara dikenal sebagai “Band Viral dari Masa Depan”, dikarenakan lagunya yang berjudul “Terbuang Dalam Waktu” menjadi soundtrack film “Sore: Istri dari Masa Depan” karya sutradara Yandy Laurens.
Film tersebut menuai tanggapan baik dari masyarakat, diiringi lagi “Terbuang Dalam Waktu” yang ikut viral dan dikenal masyarakat luas.
Lagu tersebut diputar di mana-mana, memenuhi berbagai platform, kanal musik, hingga cafe di berbagai belahan. Keputusan Barasuara menjadikan lagunya sebagai soundtrack film bioskop adalah benih dari kesuksesan Barasuara.
Lagu “Terbuang Dalam Waktu” adalah karya yang sarat makna dan penuh dengan pesan yang intim. Lagu ini menyoroti pengalaman emosional tentang perasaan terbuang, terasingkan dan kesepian.
Konflik batin yang disampaikan lagu ini juga sering terjadi dalam isu sosial. Tentang luka lama yang belum sembuh dan belum selesai, amarah yang terpendam dan kesepian yang mendalam.
Di luar pergulatan emosi yang dialami, Barasuara menyampaikan bahwa setiap orang pasti ingin keluar dari lingkaran menyakitkan itu.
Berbagai memori dan ingatan baik adalah kekuatan yang mengantar seseorang untuk bangkit dari keterpurukan.
Makna mendalam dari lagu ini adalah bahwa setiap kenangan baik hingga menyakitkan adalah sebuah proses pendewasaan dalam menjalani kehidupan.
Di era modern, musik adalah salah satu bagian kehidupan yang terus berkembang dan terus menciptakan hal-hal baru.
Musik sudah menjadi bagian yang melekat di setiap inci kehidupan, dengan membawa berbagai genre dan ciri khasnya masing-masing, musik dapat menjadi teman untuk menjalani hari-hari.
Lagu-lagu Pop Indie cocok menjadi teman untuk perjalanan, membuat kita merenungkan dan ikut terhanyut dalam alunan lagu yang indah dan menarik. (mg24)
Editor : Baskoro Septiadi