Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ahmad Dhani, Evolusi Musik dari Dewa 19 hingga Kini, Sebuah Kisah Legenda Musik Indonesia

Tasropi • Rabu, 26 Februari 2025 | 21:55 WIB
Ahmad Dhani Dewa 19 beserta promotor konser 30 tahun Dewa 19. Rionaldo Liputo CEO PT. Redline Kreasindo Utama. (Istimewa)
Ahmad Dhani Dewa 19 beserta promotor konser 30 tahun Dewa 19. Rionaldo Liputo CEO PT. Redline Kreasindo Utama. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Ahmad Dhani, nama legendaris dalam industri musik Indonesia, telah mencuri perhatian selama beberapa dekade dengan talenta, inovasi, dan perubahan gaya yang konsisten.

Sebagai pendiri, produser, dan pemimpin band-band ikonik seperti Dewa 19, Ahmad Dhani tidak hanya membangun karier musik yang sukses, tetapi juga meninggalkan jejak abadi dalam sejarah musik Tanah Air.

Berikut adalah perjalanan karier Ahmad Dhani dari waktu ke waktu, yang menunjukkan bagaimana ia terus berevolusi dan menginspirasi generasi.

Kelahiran Dewa 19 tahun 1992 sebagai awal karir

Perjalanan musik Ahmad Dhani dimulai pada tahun 1992 dengan pembentukan band Dewa 19 bersama Ari Lasso, Andra Junaidi, dan Erwin Prasetya.

Album debut mereka, Album 19, langsung mencuri hati penggemar dengan lagu-lagu seperti “Kangen” dan “Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi.”

Sukses ini menandai awal dari dominasi Dewa 19 dalam musik pop-rock Indonesia, membawa nama Ahmad Dhani sebagai salah satu musisi berbakat.

Puncak Kejayaan: Album Terbaik Terbaik (1995)

Tiga tahun setelah debut, Dewa 19 merilis Album Terbaik Terbaik pada 1995. Album ini menjadi salah satu karya terbaik mereka, menampilkan lagu-lagu hits seperti “Cinta Kan Membawamu Kembali” dan “Kangen” dalam versi orkestra.

Kolaborasi dengan Siti Nurhaliza dan Rhoma Irama menunjukkan kemampuan Ahmad Dhani dalam menggabungkan berbagai genre musik, memperkuat posisinya sebagai produser visioner.

Transformasi dengan Ahmad Band (1998)

Pada 1998, Ahmad Dhani meluncurkan proyek baru, Ahmad Band, bersama Andra Junaidi dan personel lain.

Album Heningnya Lagu Lusso menjadi penanda transformasi musikalnya, menawarkan pendekatan yang lebih matang dan merintis karier solonya.

Meski berbeda dari gaya Dewa 19, Ahmad Band tetap mencuri perhatian penggemar dengan sentuhan musik yang unik dan khas.

Kesuksesan Bintang Lima (2000)

Dewa 19 kembali bersinar pada tahun 2000 dengan album Bintang Lima. Album ini sukses besar berkat hits seperti “Picsa” dan “Roman Picisan,” yang menjadi anthem generasi muda saat itu.

Ahmad Dhani sekali lagi membuktikan bahwa bandnya mampu menghasilkan musik yang relevan dan abadi.

Cinta dan Kontroversi: Cintailah Cinta (2002) dan Sampul Laskar Cinta (2004)

Tahun 2002, Dewa 19 merilis Cintailah Cinta, album yang kembali menampilkan lagu-lagu romantis seperti “Mistikus Cinta” dan “Pupus.”

Namun, pada 2004, album Sampul Laskar Cinta memicu kontroversi dengan sampul yang dianggap provokatif, meski lagu-lagunya tetap diterima luas.

Kontroversi ini justru meningkatkan popularitas Ahmad Dhani dan Dewa 19.

Baca Juga: Para Penggemar The Lion King Wajib Nonton Film Terbaru Disney! Kisah Mufasa Akan Segera Hadir di Bioskop

Pangeran Cinta dan Produktivitas Tinggi (2006)

Pada 2006, Dewa 19 meluncurkan Pangeran Cinta, album yang menegaskan kembali dominasi band ini di industri musik.

Lagu-lagu seperti “Separuh Nafas” dan “Selimut Hati” menjadi favorit penggemar, menunjukkan produktivitas Ahmad Dhani yang tak pernah surut.

Kolaborasi dan Eksperimen: The Rock (2007) dan Mahadewi (2011)

Tahun 2007, Ahmad Dhani membentuk T.R.I.A.D., sebuah proyek musik ambisius yang tampil di Australia dalam format The Rock.

Proyek ini menunjukkan sisi eksperimentalnya, menggabungkan musik rock dengan elemen modern.

Pada 2011, ia berkolaborasi dengan Judika dalam proyek Mahadewi, menghasilkan lagu-lagu seperti “Immortal Love Song” dan “Satu Hati,” yang menarik perhatian penggemar musik pop.

Nostalgia dan Reuni: Dewa 19 Hingga Sekarang (2012–Sekarang)

Sejak 2012, Dewa 19 kembali aktif dengan formasi reuni, menggantikan posisi vokalis Ari Lasso dengan Once.

Band ini terus menghidupkan nostalgia sekaligus mencipta lagu-lagu baru, menjaga relevansi di tengah perubahan industri musik.

Ahmad Dhani tetap menjadi otak di balik kesuksesan band ini, menegaskan posisinya sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di Indonesia.

Perjalanan Ahmad Dhani dari waktu ke waktu mencerminkan dedikasi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.

Dari Dewa 19 hingga proyek-proyek solo seperti Ahmad Band dan T.R.I.A.D., ia terus membuktikan bahwa musiknya abadi.

Bagi penggemar musik Indonesia, Ahmad Dhani bukan hanya seorang musisi, tetapi juga ikon yang menginspirasi generasi.

Editor : Tasropi
#ahmad dhani #Genre Musik #rhoma irama #siti nurhaliza #industri musik indonesia