RADARSEMARANG.ID, Kendal - Belantara musik di Kabupaten Kendal semakin bergeliat dan tak kalah dengan daerah kabupaten.
Salah satunya yang cukup eksis adalah Daun Bambu Band. Kumpulan pemuda yang menyuarakan keresahan tentang kebudayaan lokal melalui musik.
Band ini terbentuk tahun 2012. Digawangi enam orang. Yakni Cemeng penabuh perkusi, Suprex vokalis, Didot drum, Tiar gitar bas, dan wahyu keyboard.
Awalnya anak-anak muda ini kerap nongkrong bareng di alun-alun Kaliwungu. Kebetulan mereka sudah mempunya basic musik masing-masing.
“Kemudian kami membentuk band ini, diawali rasa keresahan-keresahan tentang kebudayaan lokal yang hampir terlupakan," ungkap Suprex kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Ia menambahkan, di Kaliwungu ada makanan khas bungkusnya dari daun bambu namanya sumpil.
Kemudian nama Daun Bambu diambil dan disepakati enam orang personil Selama perjalanan waktu tiga tahun, Daun Bambu juga telah melalang buana panggung-ke panggung.
Komitmen yang terus dilakukan hingga akhirnya melahirkan dua album saat berusia tiga tahun. Lagu yang dikemas dalam musik genre reggae.
"Nama album pertama Satu Langkah itu ada 11 lagu dan paling hits berjudul Kaliwungu. Itu menceritakan kebudayaan lokal Kaliwungu. Menceritakan keanggunan, keramah-tamahan masyarakat lokal, kota santri yang kota menginspirasi dan bisa membahagiakan hati dan penuh damai," jelasnya.
Lagu hits tersebut berdurasi sembilan menit, dan sudah ada video klipnya. Kemudian album yang dirilis kedua, bernama Indah dan didalamnya terdapat 10 lagu.
Judul lagu paling hits Indah dan Loro Meni. Lirik lagu yang dinyanyikan lebih mengangkat terkait sosial budaya dan percintaan.
Baca Juga: Begini Lirik Lagu Karna Su Sayang Versi Reggae Ska yang Sedang Viral di IG dan TikTok
"Kalau di tahun ini kita banyak pentas di luar kota. Seperti Demak, Pati, Kudus, Indramayu, Bekasi. Pernah pentas bareng Steven Jam dan Steven Coconut. Itu di Semarang di lokal Kaliwungu. Terus kita juga ada event di Demak bareng steven," bebernya.
Sekarang ini, Suprex mengatakan Daun Bambu juga tengah menyiapkan album ketiga. Sesuai rencana, album tersebut diberi nama Luka Lama. Didalamnya album baru ini terdapat delapan lagu.
"Rencananya akhir tahun ini mau peluncuran album ketiga. Nama albumnya masih belum fix. Lagu di dalamnya itu lebih tentang ke kritik sosial," katanya.
Suprex menambah, bersama personil Daun Bambu akan terus menggelorakan musik di Kabupaten Kendal, hingga keluar kota besar lainnya. Menurutnya, perkembangan musik di Kendal juga tak jauh ketinggalan dengan kota lainnya.
"Kita akan terus berkembang, supaya musik di Kendal lebih keren lagi. Khususnya untuk para musisi muda itu lebih eksplor berani berkarya," ujarnya. (mha/fth)
Editor : Baskoro Septiadi