Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Api Dharma Disemayamkan di Candi Mendut, Sebelum Dibawa ke Borobudur

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 22 Mei 2024 | 17:39 WIB

SIMBOL PENERANGAN : Para biksu berdoa di depan lilin yang dinyalakan dengan api dharma dari Mrapen di Candi Mendut Selasa (21/5).
SIMBOL PENERANGAN : Para biksu berdoa di depan lilin yang dinyalakan dengan api dharma dari Mrapen di Candi Mendut Selasa (21/5).
 

RADARSEMARANG.ID,MUNGKID – Api dharma yang diambil dari Mrapen, Kabupaten Grobogan disemayamkan di Candi Mendut, sebelum dibawa menuju Candi Borobudur.

Api abadi yang diambil oleh ratusan biksu dari berbagai sangha tiba di Candi Mendut sekitar pukul 15.50 Selasa (21/5).

Para biksu, majelis dan masyarakat umat Buddha hadir dalam prosesi pengambilan api suci dharma di pelataran api abadi Mrapen, Selasa (21/5).

Selesai pengambilan, api dharma langsung dibawa menuju ke Candi Mendut untuk disemayamkan sebelum dibawa mendekati detik-detik upacara Waisak Kamis (23/5).

Selanjutnya, api diletakkan di depan altar yang berada di Candi Mendut dan ditandai dengan penyalaan lilin.

Para biksu Sangha melakukan pradaksina atau mengelilingi Candi Mendut sesuai dengan arah jarum jam sebanyak tiga kali.

Setelah itu, para biksu Sangha melanjutkan dengan doa pensakralan api Dharma di depan altar.

Di altar Candi Mendut itu terdapat tiga patung Buddha dari Giok yang berasal dari Thailand. Ada pula hiasan bunga berwarna-warni.

“Api ini disemayamkan terlebih dahulu untuk didoakan, sebelum digunakan pada upacara waisak Kamis (23/5) besok,” jelas Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional YM. Bhikkhu Dhammavuddho Thera di sela-sela rangkaian persemayaman api abadi di Candi Mendut.

Bhikkhu Dhammavuddho Thera mengatakan, makna api ini melambangkan penerangan. Jadi seperti ajaran Buddha yang menerangi noda-noda batin dari pada umat Buddha semua.

Yang kedua adalah, api ini melambangkan sesuatu yang berkobar. Jadi dalam melaksanakan darma, ritual-ritual darma harus dibutuhkan suatu yang semangat. Jadi dapat dikaitkan dengan semangat.  

“Api Dharma merupakan simbol kehidupan. Dengan keberadaan api tersebut diharapkan kehidupan akan berjalan dengan terang, lancar, dan tidak ada masalah,” terangnya.

Nantinya, sebelum dibawa ke Candi Borobudur, api dharma akan disatukan terlebih dahulu dengan air suci. Untuk air suci akan diambil di Umbul Jumprit, Temanggung, Rabu (22/5) ini. (rfk/ton)

Editor : Tasropi
#Candi Mendut #Api Dharma #umat Buddha #Candi Borobudur #Waisak