Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Exit Tol di Kabupaten Magelang Belum Jelas

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Selasa, 18 Juli 2023 | 21:50 WIB
DIGESER: Rencana awal exit tol Jogja-Bawen di dekat gerbang masuk Borobudur Palbapang Kabupaten Magelang yang diurungkan karena masuk kategori sub kawasan pelestarian 1. (
DIGESER: Rencana awal exit tol Jogja-Bawen di dekat gerbang masuk Borobudur Palbapang Kabupaten Magelang yang diurungkan karena masuk kategori sub kawasan pelestarian 1. (

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Penetapan pintu exit tol Jogja-Bawen di Kabupaten Magelang masih belum ada kepastian.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mengusulkan tiga lokasi untuk exit tol Jogja-Bawen. Yakni, di Tamanagung, Muntilan; Blabak, Mungkid, dan Paremono, Mungkid.

Sebelumnya, untuk lokasi pintu exit tol Jogja-Bawen direncanakan berada di gerbang singa Palbapang.

Namun karena lokasi tersebut masuk dalam kategori sub kawasan pelestarian 1 (SP-1) atau merupakan kawasan pelestarian utama peninggalan situs warisan dunia, maka penetapan exit tol di Kabupaten Magelang masih harus dikaji ulang terkait lokasinya.

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Magelang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Jogja-Bawen Muhammad Mustanir menyampaikan, untuk exit tol di wilayah Kabupaten Magelang sampai saat ini penetapan lokasinya masih belum diputuskan.

“Beberapa minggu yang lalu, kita sudah melakukan rapat terkait pembahasan exit tol di Borobudur. Dan dari Bupati Magelang juga sudah bersurat ke kementerian terkait dengan alternatif satu yang kemudian dimohonkan dari pemkab untuk disetujui,” terang Mustanir.

Ia mengatakan, dalam rapat tersebut, masih belum sepenuhnya diputuskan.

Jadi, dalam rapat tersebut badan usaha selaku pengelola nantinya diminta untuk melengkapi berkas-berkas atau dokumen, sehingga dari Kementerian PUPR akan segera memutuskan bahwa alternatif satu yang diajukan Pemkab Magelang itulah yang akan digunakan exit tol di Borobudur.

“Awalnya, berada di pertigaan Palbapang, tapi kemudian akan bergeser kurang lebih 800 meter ke arah Magelang. Yang pasti lokasi exit tol Jogja-Bawen dimungkinkan tidak jauh dari rencana sebelumnya. Tetap berada di wilayah Kecamatan Mungkid,” katanya.

Dia menyebut, kemungkinan akan ada pergeseran lokasi dari rencana semula. Terlebih, dari basic design dan yang diajukan, sudah ada pergeseran.

“Yang pasti (lokasi exit tol) ada empat, yaitu di Kota Magelang, Pringsurat Temanggung, Ambarawa, dan seksi satu ada di Tempel, Sleman. Sebetulnya ada enam, tapi yang dua (lokasi exit tol) sudah terkoneksi dengan tol existing,” sebutnya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menuturkan, usulan pergeseran exit tol itu karena berkenaan dengan kawasan pelestarian utama peninggalan situs warisan dunia atau SP-1.

Kawasan tersebut sudah diatur dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2014 dan Nomor 70 Tahun 2014.

Pemanfaatan ruang di atasnya, kata dia, dapat berdampak besar dan harus melalui kajian dampak cagar budaya (KDCB) oleh Unesco.

Sehingga pemkab berupaya untuk mencari alternatif lain dengan menggeser beberapa ratus meter dari lokasi semula.

“Kalau Unesco belum turun (keputusannya), kami nggak bisa apa-apa,” katanya.

Zaenal mengatakan, meski ada peegeseran, tapi masih berada di Kecamatan Mungkid. Selain itu, di sekitar lokasi tersebut, nantinya akan dibangun Anjungan Cerdas yang dapat mendukung pariwisata.

Karena dapat difungsikan sebagai pusat perdagangan dan simpul transportasi.

“Harapannya, orang yang masuk Magelang bisa melewati Anjungan Cerdas. Jadi, kendaraan tidak menumpuk, sehingga bisa mengurai kemacetan,” ujarnya. (rfk/aro)

Editor : Agus AP
#tol Jogja-Bawen #CAGAR BUDAYA #Pintu Exit Tol