“Nantinya pada detik-detik perayaan Waisak, untuk kunjungan naik ke struktur Candi Borobudur kita tiadakan,” ungkap Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Febrina Intan kepada wartawan Jawa Pos Radar Semarang.
Febrina Intan menyampaikan, nantinya para pengunjung hanya bisa menikmati di Taman Borobudur. Sedangkan bagian struktur candi dan pelataran sekitar akan disterilkan dari wisatawan.
Hanya umat Buddha yang akan beribadah yang boleh masuk. “Jadi hanya di zona II saja wisatawan bisa berkunjung pada Minggu (4/6) besok,” imbuhnya.
Untuk zona II ini meliputi, concourse, Taman Lumbini, Taman Aksobhya, dan sekitarnya. Sedangkan, zona I, yang di antaranya bangunan candi berikut pelatarannya, digunakan umat Buddha untuk melaksanakan prosesi detik-detik Waisak.
“Kebijakan ini untuk menghormati saudara-saudara kita yang melaksanakan prosesi Waisak,” kata General Manager Taman Wisata Candi Borobudur Jamaludin Mawardi.
Jamal juga menyampaikan, selain pada Minggu (4/6), Candi Borobudur akan ditutup untuk wisatawan pada Kamis (1/6) pukul 13.00 WIB. Wisatawan yang akan naik ke candi dilayani lebih awal, dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.
“Jam 13.00 itu steril dari pengunjung. Mereka (biksu Thudong) baru akan jalan dari (Candi) Pawon, jam 15.00-an. Penyambutan di sini jam 15.30 WIB di Gerbang Kalpataru langsung ke Borobudur,” kata Jamal.
Ia juga menambahkan, pada Minggu (4/6), operasional Candi Borobudur bagi wisatawan juga dibatasi sampai pukul 14.00. Sebab, panitia acara akan menyiapkan acara pelepasan lampion yang dijadwalkan mulai pukul 17.30 dan 20.00. Sedikitnya 2.567 lampion bakal diterbangkan ke langit dari area concourse.
Sementara itu, terkait penggunaan kaos atau baju warna putih saat berkunjung ke Candi Borobudur, Jamal menerangkan, hal ini sebagai bentuk respek terhadap Candi Borobudur. Sebab bagi umat Buddha, Borobudur merupakan bangunan suci.
“Sehingga kita mencoba meng-in line-kan semangat mereka, dengan upaya kita memberikan penghormatan kepada tempat suci mereka,” jelasnya.
Untuk saat ini, penggunaan pakaian putih masih dalam tahap imbauan. Namun, untuk seterusnya akan dikampanyekan, sehingga suatu saat wisatawan bisa kompak mengenakan baju warna putih saat berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur.
“Jadi tidak ada aturan, tidak ada paksaan, semuanya kita lakukan secara organik. Kita hanya menganjurkan saja, kalau tidak berkenan juga tidak masalah,” imbuhnya. (rfk/ton) Editor : Agus AP