Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Salat Id Bonus Pemandangan Memukau Mata di Desa Adipuro Kaliangkrik

Agus AP • Sabtu, 22 April 2023 | 23:52 WIB
Pemandangan memukau salah satu lokasi Salat Idul Fitri 1444 Hijriyah di Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Desa teratas yang berada di ketinggian 1500 mdpl. (M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Pemandangan memukau salah satu lokasi Salat Idul Fitri 1444 Hijriyah di Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Desa teratas yang berada di ketinggian 1500 mdpl. (M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Mungkid - Suasana lebaran menggema sejak Jumat (21/4). Beberapa lapangan di Kabupaten Magelang difungsikan oleh jamaah Muhammadiyah untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1444 H. Lapangan Adipuro di Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik merupakan salah satu lokasi salat Idul Fitri yang membuat pandangan mata terasa adem dan segar.

Gema takbir memecah kesunyian di Desa yang berada di ketinggian 1.500 mdpl lereng gunung Sumbing itu. Ratusan orang berbondong-bondong mendatangi lokasi salat Id. Ada yang mengendarai mobil dan motor. Pun ada juga yang berjalan sambil menenteng sajadah.

Tak gentar dengan udara sejuk yang menusuk di pagi itu. Di Lapangan Adipuro sudah terpasang sutrah hijau yang membatasi area salat. Alas digelar, sajadah terhampar. Pemandangan menyejukkan terpancar dari area itu. Sebelah timur, mentari menyeruak dari bilik gunung Merapi dan Merbabu. Selain menghangatkan badan, warna keemasannya juga memanjakan mata.

Lain itu, gagahnya gunung Sumbing juga tersorot jelas di depan mata. Tepat searah dengan kiblat. Sehingga ketika beribadah, bisa sekaligus merasakkan keagungan sang pencipta.

"Sebenarnya pemandangan seperti ini sudah biasa. Tapi ketika salat Id di lapangan vibes nya memang agak beda dari biasanya," kata salah satu jamaah asal Prampelan, Adipuro, Kaliangkrik Rois, 22, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengaku, melaksanakan lebaran tahun ini bersama keluarga dengan formasi lengkap. Tak sedikit juga sanak saudara tetangga juga pulang kampung. Meski berbeda dengan pemerintah, pelaksanaannya tetap tentram. "Sudah biasa disini hidup berdampingan," ujarnya.

Sementara, khotib sekaligus imam salat Idul Fitri Amrul Hakim banyak berceramah tentang penguatan ukhuwah islamiyah. Perbedaan yang masing-masing punya dasar kuat tidak perlu dibesar-besarkan. "Inilah yang kemudian menjadikan Islam penuh warna," tuturnya. (mia/bas) Editor : Agus AP
#salat id #kaliangkrik magelang #Sholat idul fitri #kaliangkrik