"Sudah muncul di Kecamatan Sawangan pada September 2022 lalu," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Magelang Budi Suprastowo kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis, (12/1).
Ia menjelaskan, penyakit tersebut biasanya menyerang ke pedesaan yang notabene punya persawahan. Kasus pertama yang muncul di Kabupaten Magelang salah satunya dialami oleh seorang petani.
"Jadi punya luka luar kemudian terkontaminasi kuman dari kencing tikus itu," terangnya.
Gejala yang dialami, kata dia, tidak jauh beda dengan DBD. Badan mengalami demam disertai nyeri otot di sekujur tubuh. Parahnya, dapat menyerang organ vital manusia yakni ginjal.
"Bakteri ini senangnya masuk ginjal. Kemungkinan terburuk bisa menyebabkan gagal ginjal," jelas Budi.
Dari adanya laporan kasus itu, pihaknya langsung menindaklanjuti. Setelah mengambil sampel dan dilakukan pemeriksaan, memang benar bahwa yang bersangkutan terkena penyakit leptospirosis. "Meski hanya satu harus waspada. Berarti menandakan sudah muncul," tuturnya.
Kendati demikian, sejauh ini pihaknya belum menemukan lagi kasus yang sama. Selain kontak langsung dengan manusia juga bisa melalui banjir, genangan air yang tercemari dengan kencing tikus, juga melalui makanan.
"Selama ini secara umum di luka, tidak melalui makanan. Cuma kalau mungkin makan lalu di lambung atau di saluran pencernaan ada luka, kemungkinan bisa kena," pungkasnya. (mg12/mia/lis) Editor : Agus AP