RADARSEMARANG.ID - Anda yang tumbuh di era tahun 90an hingga awal 2000an pasti menjadi saksi jalanan saat itu belum dipadati motor-motor matic seperti saat ini.
Saat itu jalanan baik di kota maupun desa masih dikuasai motor bebek dan motor laki. Suara motor bebek baik yang 4Tak atau 2Tak terdengar di mana-mana: dari bapak-bapak berangkat ke sawah, anak SMA berangkat sekolah, sampai tukang ojek pangkalan.
Motor bebek pada masa itu,benar-benar menjadi idola masyarakat Indonesia untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Meski sekarang matic menguasai 91,7% pasar, jiwa motor bebek tidak pernah benar-benar mati.
Justru dari merekalah lahir motor bebek modern seperti Honda Revo Fit, Yamaha Vega Force, dan TVS Neo XR yang tetap tangguh hingga hari ini.
Dan ini dia 5 legenda motor bebek yang pernah menjadi penguasa jalanan di era tahun 90-2000an:
1. Honda Astrea Grand (1988-1997)
Si Bapak Sejuta Umat ini adalah definisi motor badak. Dulu hampir setiap rumah punya. Mesin 100cc 4-tak nya terkenal tidak bisa mati.
Dipakai ngangkut padi, ngangkut 4 orang, bahkan tidak ganti oli setahun masih jalan.
Konsumsi bensinnya bisa 70 km/liter, irit yang bahkan motor sekarang susah saingi. Dulu harga bekasnya Rp 2 jutaan, sekarang Astrea Grand full orisinil mulus bisa tembus Rp 15-20 juta diburu kolektor retro.
2. Honda Supra X (1997-2005)
Rajanya Bebek, kalau Astrea adalah bapaknya, Supra X adalah penyempurna. Ini motor bebek pertama di Indonesia yang berani pakai tagline "Rajanya Bebek".
Desainnya lebih modern, bagasi lebih besar, dan mesin 100cc nya lebih bertenaga. Supra X jadi motor sejuta umat kedua setelah Astrea.
Banyak yang bilang, tanpa Supra, tidak akan ada Revo. Sampai hari ini masih banyak Supra Bapak yang setia mengaspal dijalanan.
3. Yamaha F1ZR (1997-2004)
Bebek 2-Tak Terkencang ini adalah musuh abadi Supra. Jika Supra untuk irit, F1ZR untuk kencang. Motor bebek 2-tak 110cc dengan teknologi kopling ganda YPCS ini bisa lari di atas 120 km/jam di jamannya.
Suara knalpot racingnya yang melengking adalah soundtrack balap liar era 90-an.
Yamaha harus menghentikan produksinya karena aturan emisi, tapi sekarang F1ZR adalah motor bebek termahal. Kondisi standar bisa Rp 20-30 juta, kalau sudah full restorasi bisa Rp 40 jutaan.
4. Yamaha Vega R Lama (2000-2006)
Sang Penantang Supra. Di sinilah persaingan sesungguhnya dimulai. Yamaha meluncurkan Vega untuk menjegal dominasi Supra.
Desainnya lebih sporty, ramping, dan anak muda banget. Vega R generasi pertama inilah yang menjadi kakek buyut dari Yamaha Vega Force yang masih dijual baru sampai hari ini.
Bukti kalau DNA tangguh Vega menolak punah. Mesinnya terkenal bandel dan spare partnya murah meriah.
5. Suzuki Shogun 110 R (1997-2004)
Jangan lupakan Suzuki. Shogun 110 adalah motor bebek paling bertenaga di kelas 110cc pada masanya. Saking kencangnya, Shogun sering jadi basis motor road race.
Model Shogun Kebo dan Shogun Badak punya penggemar fanatik sendiri. Sampai sekarang komunitasnya masih solid di seluruh Indonesia.
Kenapa Motor Bebek Lawas Ini Menolak Menyerah?
Ada tiga alasan kenapa motor-motor ini tetap hidup di hati orang Indonesia:
Pertama, Mesin Bandel & Murah Perawatan. Tidak seperti motor modern yang penuh sensor, motor lawas ini bisa dibetulkan dengan kunci 10 dan obeng di pinggir jalan.
Kedua, Irit Kebangetan. Di era harga BBM naik, motor bebek lawas yang bisa 60-70 km/liter adalah penyelamat dompet.
Ketiga, Nilai Nostalgia & Investasi. Orang membeli bukan lagi untuk dipakai harian, tapi untuk dikoleksi. Mengendarai Astrea Grand atau RX-King hari ini bukan soal transportasi, tapi soal identitas.
Jadi, kalau kamu melihat Honda Revo Fit atau Yamaha Vega Force baru yang harganya cuma Rp 16-17 jutaan di dealer, ingatlah: di dalam bodi barunya, mengalir darah yang sama dengan Astrea Grand dan Supra X sang legenda. Mereka adalah bukti nyata kalau motor bebek memang menolak menyerah.(sls)