RADARSEMARANG.ID, Magelang – Alur administrasi layanan kesehatan di rumah sakit kerap kali menyisakan kebingungan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Memahami kebutuhan tersebut, BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi pelayanan tatap muka melalui petugas BPJS Satu (BPJS Siap Membantu).
Petugas BPJS Satu dibekali atribut yang mudah dikenali. Mereka mengenakan rompi berwarna hijau sage, bertuliskan “BPJS Satu : Siap Membantu”. Selain dari busana yang menonjolkan kesan sigap, aktif, dan profesional, para petugas BPJS Satu juga membawa tablet yang digunakan untuk mempercepat penanganan kendala yang dialami peserta. Mulai dari cek status kepesertaan, input pengaduan pasien, memverifikasi data dan rujukan peserta, hingga digunakan untuk mengedukasi penggunaan Aplikasi Mobile JKN kepada pengguna baru.
Lalu apa saja tugas BPJS Satu ?
Petugas BPJS Satu dari Magelang, Diko Adri Andi menjelaskan, petugas BPJS satu bersiaga di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL), seperti rumah sakit. Tugasnya adalah membantu peserta JKN yang mengalami kendala pelayanan, salah satunya karena status kepesertaannya tidak aktif.
“Pada kendala seperti itu, kami membantu mengaktivasi kepesertaan yang sudah nonaktif agar pasien dapat segera bisa mengakses layanan kesehatan,” terangnya, Kamis (13/8/2026).
Tidak hanya itu saja, kata Diko, petugas BPJS Satu akan bergerak proaktif—menyisir area-area krusial seperti unit rawat jalan, ruang rawat inap, farmasi, hingga instalasi gawat darurat (IGD).
“Kami akan berkeliling untuk memastikan peserta JKN mendapatkan pelayanan yang setara tanpa diskriminasi,” tandasnya.
Ketika berpindah dari tempat satu ke sudut ruangan lainnya, petugas BPJS Satu akan melakukan customer visit, berkomunikasi dengan peserta JKN secara acak. Komunikasi dua arah ini dibangun untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan pihak rumah sakit sudah sesuai dengan hak yang seharusnya didapatkan peserta.
“Tentunya kami ingin mendengar secara langsung dari pasien, apakah fasilitas dan layanan yang mereka dapatkan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku atau belum. Jika belum, maka petugas BPJS Satu akan membantu mengkomunikasikan kepada manajemen rumah sakit,” ungkapnya.
Kunjungan pasien tersebut juga berfungsi sebagai monitoring dan bahan evaluasi nyata BPJS Kesehatan terhadap kinerja rumah sakit mitra.
Petugas BPJS Satu juga akan melakukan monitoring terhadap dashboard ketersediaan kamar hingga melihat jadwal operasi pasien dengan penjaminan BPJS Kesehatan.
“Yang pasti, petugas BPJS Satu siap mendampingi pasien JKN di rumah sakit agar mereka lebih fokus pada proses penyembuhan tanpa terbebani kendala layanan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menegaskan, hadirnya petugas BPJS Satu di rumah sakit merupakan implementasi dari transformasi mutu layanan JKN, yakni mudah, cepat, dan setara.
“Petugas BPJS Satu akan memberikan solusi secara on the spot, sehingga segala kendala yang dihadapi peserta dapat diselesaikan di rumah sakit,” terangnya.
Petugas BPJS Satu dibekali kemampuan berkomunikasi yang baik, serta mampu menyelesaikan kendala terhadap hal-hal yang perlu diklarifikasi, ketidaksesuaian data, maupun pertanyaan seputar alur Program Rujuk Balik (PRB) kepada pasien yang selesai rawat inap maupun yang menjalani rawat jalan.
“Tidak hanya itu saja, kehadiran petugas BPJS Satu di rumah sakit adalah untuk memastikan bahwa peserta mendapatkan hak pelayanan medis yang sesuai, obat-obatan, serta memastikan tidak ada penarikan biaya tambahan atas layanan kesehatan yang mereka dapatkan,” imbuhnya.
Sebagai wujud kecepatan dan transparansi layanan peserta, pihaknya memasang informasi seputar petugas BPJS Satu. Mulai dari tugasnya, ciri-cirinya, hingga nomor kontak petugas BPJS Satu yang dapat dihubungi.
“Muara dari layanan ini adalah kepuasan peserta,” pungkasnya. (put)
Editor : H. Arif Riyanto