RADARSEMARANG.ID, Magelang – Puskesmas Kerkopan di Kota Magelang melaksanakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), Kamis (11/9/2025). Peserta pun terlihat antusias mengikutinya.
Pasalnya, peserta Prolanis mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, terapi gratis, dan bebas konsultasi.
Lebih dari itu, kegiatan Prolanis juga menjadi ajang silaturahmi antarpeserta yang memiliki kondisi kesehatan yang sama. Kesempatan ini menjadi interaksi sosial yang hangat, karena antarpeserta dapat saling berbagi cerita mengenai pengalaman mereka serta saling memotivasi untuk teratur minum obat, dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Kerkopan Anjar Tri Astuti mengatakan, kegiatan Prolanis ini ditujukan untuk memperluas dan mendekatkan akses layanan kesehatan. Khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis, diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
“Melalui Prolanis, kesehatan pasien akan terpantau, sehingga jika ditemukan penyakit lain secara dini, maka pengobatan dapat diberikan lebih cepat, sesuai dengan indikasi awal,” kata Anjar.
Rangkaian pemeriksaan Prolanis kali ini meliputi cek tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, serta konseling pola makan.
“Pemeriksaan ini rutin kami lakukan setiap satu bulan sekali sebagai bentuk pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi pasien kronis,” imbuhnya.
Prolanis memberikan banyak manfaat yang bisa dirasakan peserta dan faskes. Bagi peserta, Prolanis membuat akses layanan yang lebih dekat.
Peserta mendapat pemeriksaan dan pengobatan sesuai indikasi, serta terpantau kondisi kesehatannya secara berkala untuk mengurangi risiko komplikasi.
Bagi puskesmas, program ini meningkatkan kualitas data kesehatan pasien kronis dan berpotensi menurunkan beban rujukan ke rumah sakit.
Puskesmas Kerkopan berencana memperluas sosialisasi Prolanis dan menata jadwal layanan, agar partisipasi masyarakat meningkat.
Dengan sinergi layanan JKN dan program antisipasi penyakit kronis, pihaknya berharap pengelolaan penyakit kronis di tingkat primer menjadi lebih proaktif dan berdampak pada penurunan komplikasi di wilayah kerjanya.
Adapun beberapa kemudahan yang diberikan bagi peserta JKN, antara lain verifikasi kepesertaan di loket pendaftaran, pemeriksaan sesuai cakupan JKN, penjadwalan pengambilan obat rutin, serta mekanisme rujukan terintegrasi apabila diperlukan.
Layanan ini dirancang agar peserta menerima pelayanan yang setara sesuai ketentuan fasilitas kesehatan primer tanpa biaya tambahan untuk layanan yang ditanggung JKN.
Salah satu peserta Prolanis, Sutrisno, mengaku terbantu dengan adanya program ini. Pria 58 tahun itu bahkan menunggu-nunggu jadwal Prolanis, karena ia tidak sabar bertemu dengan tenaga kesehatan dan teman-temannya.
“Sejak ikut Prolanis, saya jadi lebih tenang, karena kesehatan saya selalu terpantau dan obat bisa diambil terjadwal. Tidak bingung lagi harus kontrol ke rumah sakit. Dan senang bisa berjumpa dengan kawan-kawan, jadi lebih semangat,” ungkapnya.
Sutrisno juga merasakan banyak kemudahan sebagai peserta JKN.
Ketika ia berobat, tak perlu repot membawa banyak kartu kesehatan.
Ia cukup menunjukkan KTP, petugas akan langsung melayani.
Ia juga bersyukur, sejak era JKN, fasilitas kesehatan semakin baik. Begitu pula dengan SDM di dalamnya.
“Gedung-gedung kesehatan semakin bagus, semakin nyaman, para tenaga kesehatannya juga ramah-ramah dan profesional,” imbuhnya. (mg3/mg6/put/bis)
Editor : H. Arif Riyanto