RADARSEMARANG.ID, Magelang – BPJS Kesehatan aktif melakukan sosialisasi dan edukasi tentang manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui layanan BPJS Keliling.
Merupakan sebuah layanan untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi BPJS Kesehatan, tanpa harus datang ke kantor cabang Magelang.
Layanan ini hadir di berbagai lokasi, termasuk desa-desa terpencil yang sulit dijangkau atau jauh dari perkotaan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Maya Susanti menjelaskan, BPJS Keliling menjadi layanan solutif untuk menjangkau masyarakat lebih luas, tanpa sekat.
Inovasi ini terbukti memperkuat upaya BPJS Kesehatan dalam mewujudkan layanan program JKN yang merata. Bisa dirasakan oleh setiap penduduk di Indonesia.
“Kami ingin memberikan layanan yang membahagiakan untuk peserta, karena program JKN hadir dengan banyak kemudahan, namun juga kaya manfaat,” terang Maya, Jumat (25/5/2025).
Menurut Maya, layanan BPJS Keliling sangat cocok dilaksanakan di wilayah kantor cabang Magelang. Sebab, pihaknya membawahi empat daerah yang memiliki tantangan secara geografis, yakni Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Sementara untuk Kota Magelang, nyaris tanpa hambatan.
Ketiga daerah tadi memiliki wilayah yang cukup luas. Banyak penduduk yang tinggal di pegunungan.
Seperti di Kabupaten Magelang, masih banyak masyarakat yang menetap di lembah-lembah Gunung Merapi, dengan radius beberapa kilometer dari puncak gunung.
Medan yang terjal, dan jarak yang cukup jauh dari kantor cabang Magelang membuat layanan BPJS Keliling menjadi andalan dan dinanti masyarakat.
“Bayangkan saja, ada yang tinggal di Pakis, di Ketep, dan sekitarnya. Mereka membutuhkan waktu yang lama untuk datang ke kantor cabang Magelang yang lokasinya berada di Kota Magelang. Dengan BPJS Keliling, mereka bisa kami layani di kecamatannya,” jelasnya.
BPJS Keliling akan mendekatkan layanan BPJS Kesehatan ke titik-titik strategis, seperti kantor kecamatan maupun kelurahan. Pihaknya telah menjadwalkan kunjungan di kecamatan, minal sekali dalam seminggu.
Jadwal pelayanan BPJS Keliling di kecamatan akan diinformasikan melalui kecamatan, kemudian ke kantor kelurahan, dan ke para kepala dusun (kadus). Sehingga informasi layanan BPJS Keliling ini bisa disebarkan secara berantai ke masyarakat.
“BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, berkeadilan, dan terwujud layanan yang inklusif,” ungkapnya.
Sejauh ini, antusias masyarakat terhadap layanan BPJS Keliling sangat tinggi. "Jumlah yang mengakses layanan bisa mencapai puluhan orang,” akunya.
Maya menjelaskan bahwa layanan BPJS Keliling lengkap, mirip di kantor cabang. Masyarakat bisa mendaftar atau menambahkan peserta baru, merubah data peserta, juga berkonsultasi terkait program JKN.
Selain melayani kebutuhan administrasi peserta JKN, BPJS Keliling juga berfungsi sebagai layanan informasi dan edukasi mengenai manfaat program hak-hak peserta JKN.
“Kami berharap, masyarakat semakin menyadari tentang pentingnya program JKN untuk diri sendiri dan untuk anggota keluarga mereka, sehingga menumbuhkan semangat gotong-royong dalam menjaga keberlangsungan program JKN dengan menjadi peserta yang aktif,” ucapnya.
Dalam kesempatan bertemu dengan masyarakat, petugas BPJS Keliling akan mengarahkan untuk masyarakat mengunduh aplikasi Mobile JKN dan mengedukasi cara penggunaannya.
Menurut Maya, aplikasi ini memudahkan peserta yang tinggal jauh dari perkotaan untuk mengurus kepesertaan secara online.
“Sekarang, semua pengurusan kepesertaan bisa dilakukan dalam genggaman. Namun, BPJS Keliling tetap hadir untuk memberikan pelayanan kepada mereka yang terkendala dalam penggunaan teknologi, seperti para lansia,” imbuhnya.
Tanto, salah satu pengguna aplikasi Mobile JKN merasakan banyak kemudahan dalam mengurus kepesertaan. Ia juga menyukai menu pendaftaran antrean online faskes dan skrining riwayat kesehatan.
“Saya juga suka baca-baca berita tentang kesehatan di aplikasi Mobile JKN. Banyak kisah peserta JKN yang bisa berobat karena JKN. Saya jadi semakin yakin, bahwa program JKN ini hadir untuk rakyat,” ucap warga Magelang itu. (put/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi