RADARSEMARANG.ID, Magelang - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (Universitas Tidar) memberikan pelatihan pengembangan modul digital berbasis differentiated instruction bagi guru-guru MGMP Matematika MTs Provinsi Jawa Tengah I.
Sebanyak 33 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama delapan bulan ini. Mereka adalah guru matematika dari semua MTs di Kota dan Kabupaten Magelang.
Pengabdian ini merupakan kegiatan skema pemberdayaan berbasis masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) agar dapat mendorong dan memfasilitasi para dosen dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Guna mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, daya saing bangsa, dan kesejahteraan rakyat secara terprogram dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan implementasi Kurikulum Merdeka melalui program yang dilaksanakan melalui tahapan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi.
Ketua Tim Pengabdian, Moh Rikza Muqtada menyatakan, pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan modul digital.
“Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang differentiated instruction pada implementasi Kurikulum Merdeka,” kata dosen Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Karena itu, kata dia, program pelatihan pengembangan modul digital ini disusun oleh tim berdasarkan koordinasi yang telah dilaksanakan bersama MGMP Matematika MTs Provinsi Jawa Tengah I sebagai mitra program pengabdian kepada masyarakat ini.
Dalam pengabdian ini, guru-guru yang tergabung dalam MGMP Matematika MTs Provinsi Jawa Tengah I mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan pengembangan modul digital berbasis differentiated instruction yang diawali dengan kegiatan tatap muka yang berlangsung pada 14 Agustus 2024 di Universitas Tidar.
Moh Rikza Muqtada selaku narasumber pada kegiatan ini menyampaikan materi terkait pembelajaran berdiferensiasi, mulai dari landasan hukum, ciri-ciri, prinsip, hingga aspek dan strategi pembelajarannya.
Pelatihan pengembangan modul digital berbasis differentiated instruction yang kedua dilaksanakan pada 21 Agustus 2024 di MTs Negeri 1 Magelang.
Pelatihan dan workshop ini dilaksanakan dengan materi penggunaan aplikasi Canva dalam pengembangan modul digital.
“Pelatihan dan workshop penggunaan Canva ini dapat memfasilitasi guru-guru untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan aplikasi Canva dalam pembuatan modul digital,” beber Restu Rakhmawati, narasumber materi desain konten kreatif dengan tools lainnnya, yaitu Freepik dan Adobe Illustrator, juga dibahas pada pelatihan ini
Kegiatan pelatihan pertama dan kedua kemudian diintegrasikan dalam pertemuan ketiga dengan materi pengembangan modul digital berbasis differentiated instruction.
Sedangkan narasumber lain, Paskalia Pradanti, berharap guru dapat menerapkan pemahaman tentang differentiated instruction secara kreatif melalui aplikasi Canva.
Guru-guru juga memperoleh kesempatan untuk mulai mengembangkan modul digital pada akhir pelatihan dan workshop pengembangan modul digital yang ketiga yang dilaksanakan 28 Agustus 2024 di MTs Negeri 2 Magelang.
Pendampingan oleh tim pengabdian kepada masyarakat juga diberikan selama proses pengembangan modul digital oleh guru-guru.
Pendampingan pengembangan modul digital yang dilaksanakan secara tatap muka pada 4 September 2024.
Modul digital yang telah dikembangkan oleh guru dipresentasikan pada tahap akhir program ini, yaitu evaluasi pelaksanaan program.
Evaluasi ini dilaksanakan agar dapat mengukur keberhasilan program ini dengan mempertimbangkan ketercapaian target luaran dan target penyelesaian program.
"Kegiatan berjalan dengan lancar dan hasilnya sangat memuaskan. Guru-guru dapat memperoleh banyak ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran seiring dengan perkembangan zaman.
Khususnya dalam penyusunan modul pembelajaran digital,” tegas salah seorang peserta, Nur Fuad, guru MTs Negeri 1 Borobudur. (web/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo