RADARSEMARANG.ID, Magelang - Korban tewas usai pesta minuman keras (miras) di Magelang yang diduga di oplos dengan minyak wangi alias parfum bertambah.
Pesta minuman keras yang dilakukan di Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang berujung maut.
Total ada lima korban, dimana dua orang dinyatakan meninggal dunia, satu orang mengalami koma, dan dua orang masih dalam perawatan intensif.
Untuk dua orang yang meninggal dunia yakni MBS dan MF. Sedangkan WOT masih dalam keadaan koma, kemudian AM dan AB masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol Muhammad Fachrur Rozi mengatakan, laporan awal ada satu orang yang meninggal dunia yakni MBS usai melakukan pesta miras oplos.
Namun, informasi terbaru pada Selasa (27/08/2024) siang sekitar pukul 13.30, MF juga dinyatakan meninggal dunia.
“Total ada lima korban. MBS meninggal dunia pada Selasa dini hari, dan terbaru MF pada siang ini. Sedangkan korban WOT saat ini masih koma, sedangkan AM dan AB masih dalam perawatan intensif,” terangnya saat ditemui di Mako Polresta Magelang, Selasa (27/08/2024) sore.
Kompol Fachrur Rozi menyampaikan, informasi sementara kejadian ini berawal dari ajakan MF dan WOT kepada AM, AB, dan MBS untuk pesta miras. Namun, naas pesta miras yang dilaksanakan ini berujung maut.
“Dari kelima korban ini, informasinya yang mengoplos miras adalah MF dan WOT. Sedangkan untuk ketiganya hanya diundang saja,” jelas Kasat Reskrim.
Sementara ini, pihaknya belum bisa menyimpulkan zat apa yang mengakibatkan para korban meninggal dunia sampai yang tiganya dirawat secara intensif.
Namun, informasi yang didapat dari saksi yang merupakan kakak dari salah satu korban mengatakan, rasa dari miras ini cukup keras.
Karena memiliki rasa pahit yang kuat dan awet, serta memang ada aroma parfum, dan panas di tenggorokan.
Selain itu, kata Fachrur, orang yang ngoplos satu sudah meninggal dunia sedangkan satunya lagi masih dalam keadaan koma.
Jadi pihaknya belum bisa mengetahui kandungan pastinya apa saja.
“Sedangkan untuk AM dan AB sampai saat ini masih belum bisa kita mintai keterangan, karena kondisinya masih belum memungkinkan,” ujarnya.
Pihaknya sudah mewancarai sekitar ada tujuh saksi-saksi, termasuk sudah berkoordinasi dengan pihak RS.
“Kemudian yang terkait masalah korban meninggal dunia ini kami sudah mengambil sampel urine, air liur sama darah. Untuk hasilnya nanti, saya beri tahu lebih lanjut,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden pesta minuman keras (miras) yang berujung maut terjadi di Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Akibat insiden ini, satu orang dikabarkan meninggal dunia dan ada empat orang yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang diterima Jawa Pos Radar Magelang, insiden pesta miras berujung maut ini terjadi pada Minggu (25/08/2024) malam. Tidak hanya pesta miras saja, namun miras yang dikonsumsi ini merupakan miras oplosan.
Efek dari miras oplosan ini baru dirasakan oleh para korban pada Senin (26/08/2024). Dimana para korban merasakan sesak nafas, mual-mual, muntah hingga demam tinggi.
Bahkan, salah satu korban yakni MBS harus dilarikan ke rumah sakit. Dan naasnya, MBS dinyatakan meninggal dunia pada dini hari tadi.
Kapolsek Mungkid AKP Maryanto mengatakan, pada Selasa (27/08/2024) pukul 05.00 dirinya mendapatkan informasi bahwa di Dusun Paremono ada satu orang meninggal dunia disebabkan pesta miras. (rfk/bas)