Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Berobat Pakai BPJS Kesehatan, Dimas Dilayani Tulus oleh Nakes

Puput Puspitasari • Kamis, 27 Juni 2024 | 00:30 WIB

 

Dimas Permana Putra merasakan kemudahan berobat menggunakan KTP maupun aplikasi Mobile JKN, karena ia terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, Rabu (26/6). PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG
Dimas Permana Putra merasakan kemudahan berobat menggunakan KTP maupun aplikasi Mobile JKN, karena ia terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, Rabu (26/6). PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Kemudahan mengakses layanan kesehatan dengan BPJS Kesehatan dirasakan oleh Dimas Permana Putra. Dimas—begitu akrab disapa—sudah menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berkali-kali. Semua proses pemeriksaan berjalan mulus, tanpa hambatan.

Dimas pernah mengalami sakit pada bagian telinga kanan. Kondisi itu membuatnya tak nyaman. Pendengarannya terganggu. Beruntung, saat kejadian itu, ia sedang libur kerja. Ia bergegas menuju klinik untuk periksa.

“Ternyata ada bengkak di dalam telinga,” kata Dimas, Rabu (26/6/2024).

Ia tidak tahu secara pasti, penyebab munculnya sakit telinga. Dokter pun memberikan edukasi agar tidak terlalu sering membersihkan telinga. Juga tidak boleh terlalu dalam, agar tidak melukai bagian dalam telinga.

Tidak berselang lama, kesehatan Dimas kembali terganggu. Kali ini beda. Dimas mengalami pembengkakan di bagian gusi belakang. Ternyata, ada pendarahan pada bagian gusi. Ia cukup kesulitan mengunyah, terlebih jika mengonsumsi makanan yang sedikit keras.

Warga Kabupaten Magelang ini juga kesulitan berbicara. Padahal menurutnya, komunikasi menjadi hal terpenting. Terutama saat bekerja. “Waktu itu, saya kesulitan koordinasi dengan teman kerja. Padahal pekerjaan saya membutuhkan koordinasi yang lancar antardivisi,” ujarnya.

Menurut dokter, apa yang dialaminya ini sangat umum dialami juga oleh orang lain. Ia pun diberi tips, agar kondisinya membaik. Dokter juga meresepkan obat untuk membantu proses penyembuhan lebih cepat.

“Cocok banget sama obatnya. Baru saya minum tiga hari, sudah membaik. Menurut saya, obatnya manjur,” imbuhnya.

Ia kembali berterima kasih kepada BPJS Kesehatan. Lagi-lagi, ia memanfaatkan program JKN untuk berobat ketiak kanan.

Dimas merasakan sakit pada ketiak sebelah kanan, setelah merasakan kelelahan. Ia sempat menunda periksa, karena rasa sakit itu datang dan pergi. Namun ia menyadari bahwa kondisinya tidak semakin baik, karena diikuti muncul benjolan pada ketiak.

Apalagi, kondisinya sudah membuatnya tak nyaman. Setiap beraktivitas yang menggerakkan tangan, rasanya sakit sekali.

“Saya pikir, sembuh. Ternyata tidak. Kalau sudah seperti ini, nggak bisa lagi untuk saya tunda lama-lama,” pikirnya.

Seperti pengalaman sakit sebelumnya, Dimas juga langsung menuju klinik terdekat dari rumahnya untuk periksa kesehatan. Datang dengan keluhan yang berbeda, Dimas merasakan pelayanan klinik sesuai dengan keluhannya.

“Dokter juga meresepkan obat yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan saya,” terangnya.

Pada kondisi ini, Dimas didiagnosa mengalami gejala penyakit kelenjar getah bening. Dokter bermaksud merujuknya untuk mengetahui tanda gangguan kesehatan yang serius. Namun, Dimas memilih untuk rawat jalan terlebih dulu, sambil menunggu perkembangan.

“Jadi kalau ada yang bilang pakai BPJS Kesehatan pelit rujukan, itu salah. Karena rujukan memang diberikan ketika dianggap darurat atau butuh penanganan yang lebih lanjut. Saya yakin, dokter lebih tahu kondisi kita,” ungkapnya.

Dokter pun mengizinkan Dimas untuk menjalani rawat jalan. Asalkan tertib kontrol. Kata Dimas, dokter ingin melihat perkembangan penyakitnya, apakah harus membutuhkan penanganan medis lebih lanjut atau tidak. Jika semakin memburuk, ia tetap harus dirujuk. “Dokter juga memberikan edukasi, karena ketiak merupakan area sensitif dan banyak kelenjarnya. Sehingga, saya harus berhati-hati merawat ketiak,” terangnya.

Selain itu, Dimas juga disarankan untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat secara berlebihan. Jika sudah merasakan lelah, harus beristirahat. Dokter juga menyarankan agar dirinya melakukan olah raga ringan di rumah untuk menjaga kebugaran.

“Saya juga harus memiliki waktu istirahat yang cukup, seperti tidur minimal delapan jam per hari. Makan makanan bergizi seimbang, seperti makan sayur, dan makan buah-buahan. Buahnya juga tidak harus mahal-mahal, seperti pepaya,” paparnya.

Ia pun puas dengan pelayanan di klinik tempat dirinya terdaftar. Ia merasakan ketulusan pelayanan dari tenaga kesehatan yang bertugas di klinik tersebut. Ia juga senang, karena BPJS Kesehatan telah menyederhanakan persyaratan pendaftaran berobat. Dirinya cukup menunjukkan kartu KIS digital pada aplikasi Mobile JKN atau KTP.

“Sudah nggak repot bawa fotokopian. Petugasnya langsung meminta saya menunjukkan KIS digital, dan langsung dilayani,” terangnya.

Dimas juga memuji tampilan aplikasi Mobile JKN yang sederhana, mudah dipahami. Juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkannya untuk mengetahui riwayat kesehatannya. “Saya sering buka-buka aplikasinya untuk melihat riwayat pemeriksaan. Saya jadi ingat pernah sakit apa saja, dan membandingkan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Sebagai pekerja, program JKN dirasakan memiliki segudang manfaat. Pembayaran iuran bulanan langsung dipotong dari gaji dan nilainya sangat kecil, jika dibandingkan dengan manfaatnya. “Program JKN ini juga melatih keikhlasan kita. Yang sehat membantu yang sakit, yang sakit juga tidak mengeluarkan uang banyak untuk berobat, karena cukup membayar iuran bulanan saja, tanpa ada tambahan biaya pelayanan,” pungkasnya. (put/web/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#BPJS Kesehatan Magelang