RADARSEMARANG.ID, MAGELANG — Gunung Merapi di Magelang Jawa Tengah memang sulit diprediksi. Sebagai salah satu gunung teraktif di dunia ini, Merapi beberapa kali menyemburkan awan panas, guguran lava, dan sebagainya.
Pada Rabu 17 Januari 2024, pukul 11.00, Gunung Merapi terpantau mengeluarkan awan panas. Info BPPTKG memperlihatkan video guguran awan panas pada tanggal 17 Januari 2024 pukul 11.00, dengan amplitudo max 13 mm, durasi 134.72 detik, jarak luncur 1.4000 meter arah Kali Bebeng, Angin ke arah barat daya. Masyarakat diimbau untuk menjauihi daerah bahaya yang direkomendasikan.
Pada awal Januari lalu, tepatnya 4 Januari 2024, Merapi juga terpantau menyemburkan awan panas guguran sejauh 1.800 meter yang mengarah ke barat daya Kali Bebeng.
Kepala PVMBG Hendra Gunawan kala itu menyampaikan bahwa awan panas guguran itu terjadi pukul 18.18 WIB dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dengan durasi 155,56 detik.
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," kata Hendra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Sejak 5 November 2020 hingga sekarang, Merapi menempati status kebencanaan level III atau siaga karena aktivitas vulkaniknya masih cukup tinggi, berupa erupsi efusif.
PVMBG menyatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. (isk)
Editor : Tasropi