Dari Chat WhatsApp Jadi Omzet, 600 UMKM Gabung Komunitas Polypreneur

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:22 WIB

 

UMKM Naik Level Bareng Polytron bertajuk Dari Chat Jadi Omzet: Optimasi Data CRM dan WhatsApp untuk Bisnis Kuliner di Aroem Restaurant & Ballroom, Semarang, Selasa (27/10). (FIGUR RONGGO WASSALIM)
UMKM Naik Level Bareng Polytron bertajuk Dari Chat Jadi Omzet: Optimasi Data CRM dan WhatsApp untuk Bisnis Kuliner di Aroem Restaurant & Ballroom, Semarang, Selasa (27/10). (FIGUR RONGGO WASSALIM)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pesan pelanggan yang masuk melalui WhatsApp menjadi peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk meningkatkan penjualan. Namun, tanpa pengelolaan yang tertata, peluang tersebut bisa terlewat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola komunikasi pelanggan dan kanal penjualan.

Persoalan itu menjadi bahasan dalam kegiatan UMKM Naik Level Bareng Polytron bertajuk Dari Chat Jadi Omzet: Optimasi Data CRM dan WhatsApp untuk Bisnis Kuliner di Aroem Restaurant & Ballroom, Semarang, Selasa (27/10).

Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM mendapat materi tentang pengelolaan kanal distribusi dan pemanfaatan data pelanggan. Pencatatan transaksi serta riwayat komunikasi dapat membantu pelaku usaha memantau pesanan, mengevaluasi penjualan, dan menjaga hubungan dengan konsumen.

Head of Public Communications Polytron, Vina Julita Wijaya, mengatakan setiap kegiatan memiliki tema berbeda sesuai kebutuhan pelaku usaha. Sebelumnya, pembahasan mencakup pengelolaan keuangan, pencatatan arus kas, branding, hingga pemanfaatan media sosial.

“Kali ini fokusnya bagaimana mengembangkan chat WhatsApp dan digitalisasi supaya kanal distribusi bisa dikelola lebih sistematis,” ujarnya.

Menurut Vina, penguasaan teknologi perlu diiringi pembenahan sistem kerja. Sebab, banyak pelaku UMKM masih menangani berbagai pekerjaan sendiri, mulai dari produksi, belanja bahan baku, pencatatan stok, hingga pelayanan pelanggan.

Karena itu, pelaku usaha perlu mulai menyusun standar operasional prosedur (SOP) dan mencatat transaksi secara rutin. Data penjualan dapat digunakan untuk mengetahui produk terlaris, menghitung keuntungan, dan menentukan kebutuhan stok. Dengan begitu, keputusan bisnis tidak hanya mengandalkan perkiraan.

Untuk mendukung pengembangan usaha, Polytron membentuk komunitas Polypreneur yang beranggotakan pelaku UMKM. Vina menyebut, jumlah anggota terdaftar dari berbagai daerah di Indonesia telah mencapai sekitar 600 pelaku usaha.

Program tersebut telah digelar di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Kegiatan berikutnya direncanakan berlangsung di Yogyakarta. Selain seminar dan edukasi, anggota juga tergabung dalam grup WhatsApp berdasarkan wilayah untuk memperoleh informasi serta kiat pengembangan usaha secara berkala.

Polytron turut membuka kesempatan bagi anggota untuk berpartisipasi dalam kegiatan perusahaan dan mendapatkan peluang promosi. Perusahaan juga memperkenalkan sejumlah perangkat untuk menunjang usaha, seperti chest freezer, showcase, dan oven.

Vina mengatakan, pembentukan komunitas tersebut bertujuan mendorong pelaku UMKM agar terus berkembang melalui edukasi dan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan bisnis mereka.

Pendaftaran Polypreneur dibuka melalui situs resmi Polytron dengan mengikuti persyaratan yang berlaku. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
kanal penjualan pelaku usaha UMKM polytron Teknologi Digital