RADARSEMARANG.ID — Usia Pensiunan atau Lansia lebih dianjurkan mengonsumsi ikan karena sifatnya yang paling aman dan mudah dicerna.
Selain itu, ayam tanpa kulit serta bagian daging sapi yang rendah lemak, seperti has luar atau sengkel bersih, juga dapat dipertimbangkan.
Batasi konsumsi daging berlemak tebal, jeroan, dan daging olahan seperti sosis, nugget, atau kornet.
Cara memasaknya sebaiknya ramah lansia, yaitu direbus, dikukus, atau ditumis.
Daging tersebut tidak boleh digoreng, dibakar, atau dimasak sampai sangat empuk.
Daging bisa juga disuwir atau dicincang.
Hal ini penting untuk mencegah tersedak dan nyeri gigi.
Porsi yang dianjurkan adalah sekitar 50–75 gram sekali makan, sebanyak 2–3 kali seminggu.
Konsumsi daging bisa diselingi dengan ikan, tahu, atau tempe.
Porsi ini cukup untuk menjaga otot serta daya tahan tubuh.
Perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi daging jika memiliki riwayat kolesterol tinggi, asam urat, atau masalah ginjal berat.
Saat makan daging, selalu padukan dengan sayur.
Minum air yang cukup juga penting agar tidak sembelit dan pencernaan tetap ringan.
Perhatikan penyakit penyerta.
Jika lansia memiliki kolesterol tinggi, pilih daging yang sangat rendah lemak.
Bagi penderita asam urat, batasi konsumsi daging merah.
Untuk masalah ginjal, konsultasikan dengan dokter mengenai jumlah protein yang aman.
Bagi lansia yang giginya sudah ompong, daging harus dimasak sampai sangat empuk.
Jenis daging yang dianjurkan lansia atau usia pensiunan
• Daging Putih:
Ayam tanpa kulit dan ikan merupakan sumber protein tanpa lemak yang sangat baik, mudah dicerna, dan rendah kolesterol.
• Daging Merah Tanpa Lemak:
Pilih potongan seperti sirloin, tenderloin, atau paha yang kaya akan zat besi dan zinc, namun batasi jumlah konsumsinya.
• Alternatif Lain:
Telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan juga merupakan sumber protein nabati yang baik.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Lansia
• Kolesterol Tinggi:
Konsultasikan dengan dokter mengenai jumlah protein yang aman untuk dikonsumsi.
• Vitamin C:
Konsumsi daging bersama dengan sayuran kaya akan vitamin C (seperti jeruk atau paprika) untuk membantu penyerapan zat besi.
• Daging Merah:
Daging merah yang tinggi lemak perlu dibatasi agar tidak memicu peningkatan kolesterol. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi