RADARSEMARANG.ID, BACAAN doa awal dan akhir tahun yang Islami bisa digunakan dalam rangka menyambut tahun baru 2025 dengan penuh berkah.
Tahun 2025 Masehi hanya tinggal menghitung hari.
Pergantian tahun memang menjadi momen tersendiri bagi sebagian masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.
Ketika pergantian tahun baru, biasanya orang-orang akan melakukan refleksi diri dan memanjatkan harapan agar tahun depan menjadi lebih baik.
Jelang penghujung tahun, seorang Muslim hendaknya mulai melakukan refleksi atau introspeksi diri.
Tentu banyak hal yang dianggap sudah baik dan kurang baik hingga terjadi selama berbulan-bulan ke belakang.
Doa akhir tahun termasuk doa yang diliputi rasa syukur atas segala nikmat Allah Swt.
Namun, doa ini juga menjadi momen meminta ampunan atas segala kesalahan yang sudah dilakukan di sepanjang tahun, baik sengaja maupun tidak.
Awal tahun akan memberikan banyak harapan baru.
Umat Islam dianjurkan senantiasa memanjatkan doa-doa serta memohon perlindungan dan petunjuk-Nya agar kehidupan di tahun mendatang tetap dipenuhi keberkahan.
Untuk menyambut perayaan Tahun Baru 2025, umat Islam dianjurkan membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun.
Meski dalam Islam peringatan tahun baru digelar di tahun Hijriah, tak ada salahnya Tahun Baru 2025 masehi juga disambut dengan membaca doa akhir dan awal tahun tersebut.
Inilah doa untuk mengakhiri tahun 2024 dan mengawali tahun 2025.
Nantinya, doa akhir tahun dianjurkan untuk dibaca tiga kali di hari terakhir tahun 2024 sebelum waktu maghrib tiba.
Sementara doa awal tahun dapat dibaca tiga kali setelah Maghrib atau di hari pertama tahun baru 2025.
Bacaan Doa Akhir Tahun
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Baca Juga: Nama 5 Pimpinan KPK dan Dewas Terpilih Baru Periode 2024-2029
“Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik.
Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya :
Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu.
Sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.
Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku.
Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu.
Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.
Setelah memanjatkan doa akhir tahun, ada baiknya untuk membacakan doa di awal tahun sebagai berikut.
Doa awal tahun hendaknya berisi permohonan kepada Allah Swt. agar senantiasa diberikan perlindungan, pertolongan, serta petunjuk hingga bisa menghadapi kehidupan dengan baik.
Doa juga dapat diisi permohonan agar setiap perbuatan di tahun mendatang semakin lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Doa Awal Tahun
اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَاعَامٌ جَدْيُدٌ قَدْ أَقْبَل. أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مَنَ الشْيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وِالْعَوْنَ عَلَى هَذه النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَصَلَّي اللهُ عَلَي سَيّدِنَا مُحَمّدً وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِه وَسَلَّم
“Allahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal. Wa ‘alaa fadhlikal-‘azhimi wa karimi wujuudikal-mu’awwal.
Wa haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa-ihii. Wal’auna ‘alaa haadzhihin-nafsil-ammarati bis-suu-i.
Baca Juga: Gurun Pasir di Arab Saudi Turun Salju, Apakah Tanda Akhir Zaman?
Wal-isytighaala bimaa yuqorribuni ilaika zulfa. Yaa dzal-jalaali wal-ikraam. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.”
Artinya:
“Ya Allah Engkaulah yang abadi, dahulu, lagi awal.
Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu perlindungan dalam tahun ini dari godaan setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.
Baca Juga: Keutamaan, Makna, Dalil Puasa dan Ibadah-ibadah yang Dilakukan Selama Bulan Ramadan 1446 H
dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan kemuliaan.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.”
Keutamaan Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun
Berdoa di akhir tahun bertujuan untuk meminta ampunan atas perbuatan yang telah dilakukan.
Sedangkan, doa awal tahun untuk mengharapkan rahmat, lindungan, kesehatan, keharmonisan, keselamatan, kelapangan rezeki, jodoh, karir, wafat husnul khatimah serta berbagai kebaikan lainnya.
Membaca doa saat pergantian tahun mempunyai sejumlah keutamaan.
Berikut ini penjelasannya:
1. Sebagai bentuk permohonan ampunan serta intropeksi diri atas kesalahan dan dosa-dosa yang telah dilakukan.
2. Mengharapkan berkah kepada Allah SWT serta memohon petunjuk di tahun yang akan datang.
3. Refleksi diri untuk merenungkan pencapaian dan kekurangan sehingga bisa diperbaiki di masa depan.
Amalan Sunah pada Malam Tahun Baru
Umat Islam dapat menyambut malam tahun baru dengan berbagai amalan ibadah, misalnya:
1. Melaksanakan salat sunah seperti tahajud, hajat atau lainnya yang bertujuan untuk memohon keberkahan dan petunjuk dari Allah SWT.
2. Membaca Al-Quran untuk mengisi malam pergantian tahun agar menenangkan hati serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Muhasabah diri dengan cara merenungkan perjalanan yang telah dilalui selama satu tahun belakang. Mencatat dan memperbaiki kekurangan yang ada. (fal)
Editor : Tasropi