RADARSEMARANG.ID - Belakangan ini ramai netizen yang mengunggah video toko sepatu olahraga memasang label khusus pada produk yang terbuat dari kulit babi.
Selain memasang label di toko, laman resmi New Balance juga memberikan keterangan yang jelas terkait penggunaan kulit babi atau pig skin pada sebagian produk sepatu mereka.
Pada produk-produk sepatu yang menggunakan kulit babi, laman resmi New Balance Indonesia mencantumkan keterangan "Mengandung: Bahan Dari Kulit Babi" dengan tulisan yang besar dan mudah terbaca.
Label yang jelas mengenai penggunaan kulit babi pada sepatu tentu sangat bermanfaat bagi Muslim, mengingat kulit babi dikategorikan sebagai najis besar dalam Islam.
Oleh karena itu, Muslim tidak diperkenankan untuk menggunakan sepatu yang terbuat dari kulit babi.
Dilansir dari Catwalk Yourself, kulit babi mulai digunakan pada tahun 1852 sebagai pengganti kulit kambing. Sebelum beralih ke bahan sintetis, kulit babi sering digunakan untuk membuat bola.
Bahkan, dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang tak kalah baik, kulit babi digunakan sebagai bahan untuk membuat jilid buku.
Hingga sekarang kulit babi masih digunakan sebagai bahan dalam pembuatan barang seperti sarung tangan pekerja, tas, dompet, dan sepatu.
Lalu bagaimana cara kita mengenali apakah produk tersebut dibuat dari kulit babi? Ciri paling kentara dari suatu produk yang menggunakan kulit babi adalah adanya tanda titik-titik berkelompok yang membentuk segitiga.
Biasanya titik-titik segitiga tersebut hanya berada pada satu sisi saja. Istilah seperti “Ping Skin, Pig Leather, pork rinds” adalah istilah yang digunakan dalam produk berbahan kulit babi.
Namun, untuk lebih aman kita bisa mengkonfirmasi langsung terkait bahan dasar dari suatu produk yang ingin kita beli, khususnya jika produk tersebut berbahan dasar kulit.
Ciri lain dari kulit babi adalah kulit babi lebih lembut jika dibanding dengan kulit dari hewan lainnya, warnanya putih dan lebih terang dari kulit sapi.
Selain ciri-ciri di atas, sahabat muslim perlu memperhatikan produk yang berasal dari luar seperti China atau Korea, khususnya jika tidak ada keterangan khusus tentang bahan pembuatan produknya. (bas)
Editor : Baskoro Septiadi