RADARSEMARANG.ID – Gemuruh suara pedagang durian kini meramaikan setiap sudut kota, menandakan musim Sang Raja Buah.
Namun, bagi penikmat durian, sensasi kenikmatan durian premium seringkali berbanding terbalik dengan risiko mendapatkan buah yang masih mentah atau justru sudah basi.
Tak perlu khawatir, radarsemarang.id telah merangkum tiga trik sederhana agar Anda selalu membawa pulang durian dengan kualitas terbaik.
1. Jangan Hanya Mencium, Tapi Dengarkan Suaranya (Teknik Goyang)
Mencium aroma adalah hal dasar, namun cara terakurat untuk menilai kematangan durian adalah dengan mendengar.
Banyak orang salah fokus pada bau yang sangat menyengat, padahal itu bisa jadi tanda durian sudah difermentasi. Teknik terbaik adalah menggoyangkannya.
Cara Melakukannya: Pegang durian dengan kuat, lalu goyangkan perlahan.
Tanda Durian Bagus: Jika terdengar suara 'bluk-bluk' yang tumpul dan berat, itu pertanda daging buah sudah matang dan terlepas sempurna dari dinding kulit bagian dalam.
Tanda Durian Jelek: Jika tidak ada suara atau hanya bunyi bergema keras, buah kemungkinan masih mentah atau terlalu kering.
2. Indikasi Tangkai: Tebal dan Kering
Jangan sepelekan tangkai. Menurut pakar, tangkai memberikan petunjuk tentang kualitas genetik dan usia panen buah.
Durian yang memiliki tangkai tebal dan pendek seringkali berasal dari pohon tua yang menghasilkan daging buah lebih tebal, biji lebih kecil, dan rasa yang lebih kompleks.
Pastikan juga tangkai tersebut terlihat kering dan ujungnya masih basah, bukan kering berjamur. Tangkai yang sudah sangat kering dan rapuh menandakan durian sudah dipetik terlalu lama.
3. 'Cium Kaki Lima': Celah di Bagian Bawah Buah
Celah atau retakan kecil yang terletak di bagian bawah durian (area yang disebut "kaki lima" oleh pedagang) adalah indikator kematangan alami.
Apabila ada retakan kecil dan dari celah tersebut tercium aroma durian yang manis dan kuat, buah tersebut telah matang di pohon dan siap disantap. Namun, retakan haruslah kecil. Jika retakannya terlalu lebar dan kulit tampak kering, hati-hati terhadap serangga yang mungkin sudah masuk.
Editor : Baskoro Septiadi