Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jadi Empuk Maksimal dan Lezat Menggoda, Begini Cara Memasak Daging Kurban Ala Chef Hotel Berbintang

Aris Hariyanto • Jumat, 6 Juni 2025 | 03:21 WIB
Memasak daging kurban terutama kambing harus diolah dengan cara khusus agar empuk maksimal dan lezat saat disantap.
Memasak daging kurban terutama kambing harus diolah dengan cara khusus agar empuk maksimal dan lezat saat disantap.

RADARSEMARANG.ID - Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan penyembelihan hewan kurban.

Bagi banyak orang, momen ini menjadi spesial untuk bereksperimen di dapur setelah mendapatkan pembagian daging kurban.

Namun, mengolah daging kurban, terutama daging kambing, sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Teksturnya bisa keras, aromanya khas, dan kalau tidak diolah dengan benar, bisa berujung pada kekecewaan saat menyantapnya.

Tapi tenang, sekarang tidak perlu panik lagi. Executive Chef Wahidin Hotel Berbintang di Semarang punya rahasia cara memasak daging kurban kambing tetap empuk, lezat, dan bebas bau prengus.

Menurut Chef Wahidin, langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum memasak daging kambing atau sapi adalah proses blanching (merebus cepat dalam air mendidih).

“Jadi sebelum diolah, daging direbus sebentar dulu,” kata Chef Wahidin seperti yang dikutip dari Radar Semarang JawaPos.com.

Blanching ini tidak dilakukan sembarangan. Air rebusan harus diberi tambahan rempah seperti jahe, sereh, daun salam, dan bawang putih.

Tujuannya? Untuk mengurangi aroma prengus daging kurban (kambing) yang biasanya kerap muncul.

"Yang paling penting, masaknya harus pakai rempah yang kuat dan berani. Ini berlaku untuk daging kambing maupun sapi,” jelasnya.

Proses blanching tidak membutuhkan waktu lama. Cukup dua menit saja dalam air mendidih yang sudah kaya dengan bumbu rempah.

Dengan cara ini, daging kurban siap diolah lebih lanjut, tanpa khawatir akan bau yang mengganggu.

Mengolah daging kurban bukan sekadar soal rasa, tetapi juga memastikan kebersihannya.

Executive Chef Wahidin menegaskan bahwa perebusan awal sangat penting untuk menghilangkan kotoran dan darah pada daging.

“Air rebusan itu tidak boleh digunakan lagi, harus dibuang,” ujar Executive Chef di Citrus Bar and Restaurant Novotel tersebut.

Selain membersihkan, proses perebusan juga berpengaruh pada daya tahan daging.

Dengan penyimpanan yang tepat, daging bisa bertahan lebih lama dan siap diolah menjadi berbagai hidangan sesuai selera.

Mayoritas masyarakat memilih memasak daging kurban menjadi sate yang dinilai praktis dan tidak ribet.

Namun, Chef Wahidin punya rekomendasi lain yang tak kalah menggugah selera: Kari Kambing dan Roti Jala.

Kari Kambing biasanya dimasak dengan bumbu kuning dan bumbu kari yang kaya rempah. “Bisa juga pakai bumbu kemasan,” katanya.

Aroma khas jintan, ketumbar, dan pala menjadi ciri khas masakan ini. “Tentu ada bumbu wajib seperti bawang putih dan bawang merah, tapi masyarakat bisa menyesuaikan sesuai selera,” tambahnya.

Agar pengalaman bersantap lebih sempurna, menu berbasis daging kurban sebaiknya dipadukan dengan jus buah segar.

“Jus buah membantu menetralkan protein hewani yang tinggi dalam tubuh,” jelasnya.

Tak hanya itu, bagi pecinta hidangan penutup, Chef Wahidin menyarankan Bosque cheesecake dengan milk tea, atau salted marshmallow yang dinilai sebagai pencuci mulut yang pas.

 

Editor : Baskoro Septiadi
#cara memasak daging kurban kambing tetap empuk #cara memasak daging kurban #hari raya idul adha #daging kurban #memasak daging kambing #mengolah daging kurban #mengurangi aroma prengus daging kurban #Memasak Daging Kurban