RADARSEMARANG.ID, KULINER Ikan mentah yang kita tahu berasal dari Jepang, seperti sushi dan sashimi. Jarang orang tahu bahwa di Indonesia sendiri ada jenis kuliner yang berupa ikan mentah.
Entah ikan mentah dibumbui, dimarinasi, dicelup kuah tertentu atau difermentasi.
Berikut ini 7 kuliner ikan mentah khas Indonesia, sesekali Anda dapat mencobanya dengan membuat sendiri di rumah atau pun berkunjung langsung tempat kuliner ini berada :
1. Rusip (Bangka Belitung)
Hidangan ikan mentah khas Indonesia berikutnya adalah Rusip yang berasal dari daerah Bangka Belitung. Rusip sendiri terbuat dari ikan teri atau dikenal juga sebagai ikan bilis.
Sedangkan, cara pengolahan ikan teri ini dengan difermentasi, yaitu setelah dibersihkan, ikan teri segar akan dicampur dengan gula merah serta garam. Kemudian difermentasi yang lamanya selama tujuh hari.
Nah, sesudah itu, aroma ikan akan berubah menjadi masam. Adapun, penyajian makanan satu ini disajikan bersama beberapa bumbu seperti irisan cabai rawit, bawang merah, dan jeruk kunci.
Hidangan Rusip ini di tempat aslinya merupakan makanan pendamping lalapan atau dapat dibilang sebagai pengganti sambal, karena rasanya yang pedas dan segar.
2. Gohu Ikan (Ternate, Maluku Utara)
Hidangan ikan mentah pertama disebut dengan gohu ikan yang berasal dari Ternate, Maluku Utara.
Jenis ikan yang digunakan adalah ikan tuna. Pembuatannya sangat sederhana. Pertama, ikan tuna harus dibersihkan dulu, lalu dipotong dadu dan dicampur garam, perasan jeruk nipis, dan daun kemangi.
Penyajiannya disiram dengan tumisan bumbu yang terbuat dari cabai dan irisan bawang merah.
Saat dikonsumsi, ikan akan terasa gurih, segar, dan agak manis. Gohu ikan ini biasanya sebagai lauk pendamping nasi atau bubur sagu.
3. Pacco (Luwu, Sulawesi Selatan)
Hidangan satu ini terbuat dari jenis ikan yang bermacam-macam tergantung selera. Namun, biasanya paling sering memakai bahan ikan teri putih dan ikan nike.
Cara membuat hidangan Pacco sangat mudah, pertama ikan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dibasuh dengan air masak. Lalu, ditambahkan perasan jeruk nipis dan dibiarkan selama 10 menit.
Tahap selanjutnya, ikan tersebut dicampur dengan bumbu-bumbu yang berupa jeruk sambel, cabai rawit, garam, dan kacang tanah goreng atau dapat dikatakan dengan bumbu kacang. Kuliner ini akan terasa segar, agak sedikit asam, dan gurih, ketika Anda menikmatinya.
4. Naniura (Tapanuli, Sumatera Utara)
Tapanuli, Sumatera Utara, juga memiliki kuliner ikan mentah yang penyajiannya dengan direndam ke dalam bumbu rempah. Kalau dilihat, penampilannya seperti ikan bumbu kuning. Bumbunya terbuat dari kombinasi 10 rempah dan bahan lain termasuk andaliman.
Andaliman merupakan bumbu rempah khas Batak yang mampu membuat rasa naniura semakin beragam.
Dulu, kuliner ini hanya disajikan untuk para raja. Tapi, sekarang sudah bisa dinikmati semua orang dan menjadi menu di berbagai kafe atau restoran di Sumatera Utara.
5. Bekasam (Palembang, Sumatera Selatan)
Orang Sumsel khususnya Palembang sudah tak asing lagi dengan bekasam yang menjadi lauk makan.
Makanan ini memiliki cita rasa asam, pedas dan gurih. Ikan yang diolah menjadi bekasam biasanya berasal dari jenis ikan air tawar seperti seluang, nila, mujair, lele atau wader.
Cara membuatnya dengan membersihkan isi perutnya cuci dengan air kemudian baluri dengan garam dan nasi. Simpan dalam toples, tempatkan di suhu ruangan, fermentasi selama 7 hari.
Melalui proses ini Anda akan mendapatkan daging ikan yang siap menjadi lauk. Jika ingin memasaknya Anda dapt menggoreng atau pun menumisnya.
6. Lawa Bale (Polewali Mandar)
Makanan ini khas suku Bugis khususnya di daerah Polewali Mandar, Sulawesi Selatan. Makanan ini punya ciri khas asam dan gurih. Sehingga nikmat untuk dijadikan lauk.
Adapun, bahan dasar dari kuliner ini adalah dari ikan yang beukuran kecil, bisa ikan teri ataupun ikan banjar. Sedangkan, proses pengolahannya pun cukup mudah.
Sesudah ikan dibersihkan, baru diberi perasan jeruk nipis, garam, dan kelapa parut.
7. Wadi (Kalimantan)
Kuliner dengan nama Wadi ini merupakan makanan khas suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah dan Selatan. Hidangan ini sudah sangat terkenal bahkan hingga luar daerah.
Ia terbuat dari ikan yang telah mengalami proses fermentasi dengan menggunakan garam laut.
Biasanya jenis ikan yang menjadi bahan utama Wadi ini adalah ikan air tawar, seperti patin, nila, gabus, tapah, baung, dan jelawat.
Karena ini adalah hasil olahan fermentasi, sudah pasti cita rasanya sedikit asam dan asin. Selain itu, warna daging ikan yang telah alami proses fermentasi ini juga menjadi hitam namun tetap nikmat.
Demikianlah tadi pembahasan mengenai 7 kuliner ikan mentah khas Indonesia yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang wajib dicoba.
Editor : Tasropi