RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kuliner khas Semarang yang satu ini termasuk salah satu hidden gem yang wajib masuk dalam salah satu daftar kuliner yang patut dicoba ketika berada di Kota Semarang.
Benar saja, bubur sumsum biasanya dimakan dengan kinco atau gula merah yang telah dicairkan.
Berbeda dengan menu yang disajikan warung Pecel Bu Dina karena bubur dipadukan dengan sayur mangut sehingga memiliki rasa gurih dan pedas.
Warung yang berada di Jalan Pusponjolo Selatan, Semarang Barat mengenalkan menu baru ini sejak Februari lalu. Perpaduan keduanya menciptakan rasa gurih, manis dan pedas.
Sayur mangut yang disediakan terdiri dari ikan manyung, kepala manyung, tahu, tempe, dan terong.
Bagi yang ingin menambah rasa pedas, bisa juga ditambahkan cabe rawit utuh.
Penyajiannya sederhana saja. Bubur sumsum disajikan dalam piring, dan sayur mangut dalam mangkok.
Seporsi bubur sumsum mangut dibanderol Rp 21.000. Namun jika memilih kepala manyung, dimulai dari Rp 35 ribu tergantung ukuran kepala.
Meski baru dikenalkan dua bulan lalu, menu ini menjadi andalan baru. Diakui Sri Prihatin selaku pemilik warung, sajian ini kini menjadi best seller.
Biasanya pelanggan memilih makan bubur sumsum dengan kinco, kini beralih mencicipi dengan mangut.
"Ya coba buat kreatifitas sendiri. Sejak 2016 kami menyediakan bubur sumsum pakai kinco, tapi sekarang banyak yang pilih pakai mangut," ujarnya.
Wanita 46 tahun ini menyebut, dalam sehari bubur sumsum mangut terjual hingga 50 porsi. Paling laris dan cepat habis dibanding menu lain. Dibuka pukul 10.15 WIB, menu ini sudah ludes jam 13.00 WIB.
Baca Juga: Mangut Belut Bu Jati Mijen, Cita Rasa Pedas Gurih Bikin Nagih
Salah satu pelanggan Ahmad Kholiq mengatakan, menu ini cukup unik. Untuk sayur mangutnya biasa seperti pada umumnya. Namun ketika dicampurkan dengan bubur sumsum menjadi spesial.
"Uniknya di bubur sumsum karena teksturnya yang lembut dan gurih, kemudian disiram sayur mangut yang pedas tapi cocok saja gitu. Nikmat sih," tuturnya.
Selain menu itu, warung sederhana ini juga menjual pecel, rujak, gado-gado, petis kangkung, mie sambal.
Pecel disini memiliki banyak varian sayur mulai dari keningkir, kol, sayur, kangkung, tauge, kacang panjang, kecipir, dan kembang turi.
Juga menyediakan aneka macam bubur seperti bubur candil, sumsum, ketan hitam, mutiara, bubur telo.
Menu tradisional lainnya juga ada kolak santan dan setup, serta kacang ijo. Lauknya juga variasi ada sate keong, sate bakso, bacem, mie, dan gorengan.
Sri Prihatin mengatakan, selain warga sekitar Semarang, pelanggannya juga dari luar kota seperti Klaten dan Jogja.
"Lebaran kemarin ada yang pesan 100 porsi bubur sumsum dari Jogja, ada yang dimakan di sini dan bungkus," tambahnya. (ifa/fth)
Editor : Baskoro Septiadi