Khutbatul Arsy Nahdlatul Muslimin Dihadiri Tokoh Nasional, Santri Baru Capai 622 Orang

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:21 WIB
Kegiatan yang dilaksanakan di Kudus
Kegiatan yang dilaksanakan di Kudus

 

RADARSEMARANG.ID, Kudus – Ratusan wali murid dan santri baru memadati halaman Madrasah dan Pondok Pesantren Nahdlatul Muslimin, Undaan, Kudus, Minggu (2/8). Mereka mengikuti Khutbatul Arsy sebagai penanda dimulainya tahun ajaran baru sekaligus penyambutan santri.

Peserta datang dari berbagai daerah di Jawa hingga luar Pulau Jawa. Acara juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dari Jakarta dan Jawa Tengah yang memberikan motivasi kepada santri dan wali murid.

Kepala Madrasah Nahdlatul Muslimin, Muhlisin, M.Pd., mengungkapkan, jumlah peserta didik baru tahun ini mencapai 622 orang. Rinciannya, 325 siswa baru di MTs Nahdlatul Muslimin dan 297 siswa baru di MA Nahdlatul Muslimin.

Selain pertumbuhan jumlah peserta didik, pihaknya juga menyiapkan lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja. Tahun ini, sebanyak 25 lulusan direncanakan diberangkatkan bekerja ke Jepang di berbagai sektor.

Ketua Yayasan Darussalam 1969 Dr. K.H Qomaruddin,S.H.M.H. memaparkan perjalanan berdirinya yayasan hingga berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan favorit di wilayah Kudus Selatan. Ia mengajak seluruh pengurus, guru, karyawan, Pengurus Besar Ikatan Alumni (PB IKA), serta wali murid untuk terus bersinergi membesarkan lembaga.

Sejumlah tokoh nasional turut memberikan sambutan, di antaranya Prof. Dr. KH. Wahiduddin Adam, S.H., M.A., Ketua MUI Bidang Hukum sekaligus mantan Hakim Konstitusi RI, Prof. Dr. KH. Abdul Jamil, M.A., Rektor UNISNU Jepara dan mantan Dirjen Bimas Islam serta PHU Kementerian Agama, Prof. Dr. KH. Subaidi selaku Direktur Pascasarjana UNISNU Jepara, serta Muslih, S.H., M.H., Direktur Jimly School of Law and Government.

Sementara itu, penceramah KH. Idham Kholid, S.H., M.H., mengajak para wali murid untuk tidak ragu menyekolahkan anak di madrasah maupun pondok pesantren. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga karakter melalui keteladanan, doa, dan bimbingan para kiai serta ustaz.

Dalam rangkaian Khutbatul Arsy tersebut juga dilakukan penandatanganan prasasti penggunaan gedung Pondok Pesantren Putra dan Putri lantai dua sebagai penanda mulai difungsikannya fasilitas baru untuk mendukung kegiatan belajar santri.

Pengurus Besar IKA Nahdlatul Muslimin, Mahrus, M.E., dan Agus Hermawan, M.A., bersama Direktur Pondok Pesantren Nahdlatul Muslimin KH. Mawardi, M.Pd., menegaskan bahwa lembaga tersebut terus mencatatkan prestasi akademik maupun nonakademik di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.

Mereka menyebut banyak alumninya telah berkiprah sebagai ulama, guru, dosen, aparatur sipil negara, anggota TNI dan Polri, hingga pengusaha. Salah satunya yang belakangan menjadi perhatian publik adalah Mbah Ryan Ibnu Harjo Al Jawi atau Supriyanto, penerima MUI Award yang dikenal aktif mentahqiq puluhan kitab karya ulama dunia.

Selain itu, alumni lainnya, Agus Hermawan, telah menghasilkan 27 buku, berbagai artikel ilmiah bereputasi nasional dan internasional, serta aktif sebagai editor dan reviewer jurnal. Dosen UIN Salatiga sekaligus Ketua Yayasan Hj. Kartini Kudus tersebut juga menerima Anugerah Pendidikan Indonesia dari Jawa Pos Radar Semarang 2026 kategori Pelopor Integrasi PAUD, Pusat Ekonomi, dan Kesehatan Anak.

Editor : Baskoro Septiadi
khutbatul Arsy agus hermawan