RADARSEMARANG.ID, Kudus—Universitas Muria Kudus (UMK) mempersembahkan acara bergengsi, yakni International Conference on Interdisciplinary Studies for Future Society (ICISFS) pada Sabtu (26/7/2025).
Konferensi internasional ini mengusung tema besar: “Realizing a Smart Society 5.0: Synergy of Education, Economy, Law, and Technology for a Sustainable Future”.
ICISFS 2025 diadakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan ide-ide cemerlang antara akademisi, praktisi, serta pemangku kebijakan dari berbagai disiplin ilmu.
ICISFS 2025 diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus, dengan dukungan penuh dari berbagai institusi nasional dan internasional.
Baca Juga: Internasionalisasi Akademis Pascasarjana UMK Berkolaborasi dengan Stefan Cel Mare University Rumania
Konferensi ini bertujuan untuk menghubungkan dunia akademik dan sektor industri dalam membahas isu-isu mutakhir yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat cerdas 5.0.
Masyarakat cerdas ini diharapkan dapat mengintegrasikan teknologi, hukum, pendidikan, dan ekonomi secara seimbang untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Konferensi ini dihadiri oleh para pembicara utama dari tiga negara yang merupakan pakar ternama di bidangnya.
Beberapa pembicara internasional yang diundang dalam acara ini antara lain: Prof. Carmen Nastase, Ph.D. (Stefan Cel Mare University of Suceava, Rumania), Dr. Farinha Abdul Razak (MARA University of Technology, Malaysia), dan Prof. Rekha Koul (Curtin University, Australia)
Selain itu, Universitas Muria Kudus juga mengundang sejumlah akademisi dari dalam negeri yang ahli di bidangnya, di antaranya: Dr. Dwi Soegiarto SE MM, Dr. Hidayatullah, S.H., M.Hum, Dr. Ahmad Hariyadi, S.Sos.I., S.Si., M.Pd, dan Dr. Muh. Syaefi, S.Pd., M.Pd, semuanya dosen Universitas Muria Kudus.
Para pembicara membahas berbagai subtema yang relevan dengan perkembangan masyarakat modern yang serbadigital dan berbasis teknologi, termasuk Digital Transformation in Education, SDGs: Bridging Management, Law, and Education for Future Societies, serta Law, Ethics, and Management in the Era of Artificial Intelligence.
Berbagai topik menarik dibahas dalam konferensi ini, di antaranya: SDGs: Bridging Management, Law, and Education for Future Societies, Corporate Social Responsibility and Legal Frameworks, Digital Transformation in Education, A Multidisciplinary Perspective on Management, Law, and Education, Law, Ethics, and Management in the Era of Artificial Intelligence, Management of Human Rights, Future of Education and Employment, serta Entrepreneurship Education and Legal Policies.
Topik-topik tersebut dipilih untuk menggali peran kolaborasi antar disiplin ilmu dalam membangun masyarakat cerdas yang tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada keadilan sosial, keberlanjutan ekonomi, dan etika hukum.
Selain menjadi ajang diskusi ilmiah, ICISFS 2025 juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memublikasikan hasil penelitian mereka melalui berbagai International Journal, International Proceedings, dan International Journal by Sinta.
Hasil publikasi ini memberikan platform bagi peneliti dan akademisi untuk berbagi temuan terbaru mereka dengan komunitas global.
ICISFS UMK 2025 diselenggarakan di Griptha Hotel Kudus, pada Sabtu (26/7/2025).
Acara ini diikuti oleh 267 presenter dan 213 participant, dengan total peserta 478 orang.
Acara ini berlangsung dengan format yang interaktif dan memberikan ruang bagi setiap peserta untuk berdiskusi dalam sesi-sesi yang lebih kecil setelah setiap presentasi.
Konferensi ini menekankan pentingnya kolaborasi antar disiplin ilmu dalam menghadapi tantangan global.
Masyarakat cerdas 5.0 adalah konsep yang tidak hanya mengutamakan kemajuan teknologi, tetapi juga menggabungkan berbagai sektor untuk menciptakan solusi yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurut Direktur Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus Prof. Dr. Sri Utaminingsih., S.Pd., M.Pd., konferensi ini menjadi sarana untuk mengeksplorasi bagaimana sinergi antara hukum, pendidikan, ekonomi, dan teknologi dapat menghasilkan masyarakat yang lebih cerdas dan responsif terhadap perubahan zaman.
“Penting untuk menciptakan ruang bagi pertukaran ide dan kolaborasi antara berbagai sektor, karena hanya dengan kerja sama yang solid kita bisa menghadapi tantangan global dengan cara yang lebih efektif,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dikatakan, Universitas Muria Kudus mengundang semua pihak, baik dari kalangan akademisi, praktisi, maupun pemerintah untuk berpartisipasi dalam konferensi ini.
“Dengan berpartisipasi, mereka tidak hanya dapat memperluas jaringan internasional, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan solusi yang lebih baik bagi masa depan masyarakat global,” katanya. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto