Di lokasi tersebut, AHY didampingi Anissa Pohan dan rombongan Partai Demokrat disambut meriah warga.
Ada warga yang mengenakan kostum wayang orang hingga emak-emak yang membawa bendera merah putih sembari berteriak AHY..AHY.. AHY.
Tanpa pengawalan ketat, AHY langsung diserbu para remaja, utamanya cewek-cewek hingga emak-emak dan bapak-bapak. Warga merangsek berusaha foto selfie bersama AHY dan Anissa Pohan.
Tak hanya itu, putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga tak lelah menyalami warga di lokasi tersebut.
"Saya bahagia sekali sore hari ini bisa berkunjung secara langsung ke Desa Sidowarno, Kabupaten Klaten. Bersama masyarakat kami bersilaturahmi, mendengarkan aspirasi, dan berdialog," ungkap AHY usai berdialog dengan perajin wayang kulit.
Menurutnya, membuat kerajinan wayang kulit tidak mudah. Tentunya harus memiliki keterampilan khusus.
Sehingga sangat disayangkan kalau kerajinan tersebut tidak dijaga dan dirawat dengan maksud untuk melestarikan seni dan budaya.
"Tentunya secara khusus saya mengapresiasi warga sini bisa tetap menjaga kelestarian budaya dalam bentuk kerajinan wayang kulit, payet, dan perhiasan khas Jawa yang kita kenal selama ini," katanya.
Karena itu, pihaknya bersama kader-kader Partai Demokrat mendorong agar bisa terus lestari.
“Jangan sampai keterampilan yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya ini punah," ujarnya.
Kemarin, AHY juga mengunjungi Pasar Ramadan di Jalan Bayangkara, Mlinjon, Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah.
Ia ngabuburit dan berbuka puasa bersama ribuan warga. AHY juga melaksanakan salat berjamaah di masjid kawasan tersebut. (mha/aro/ap) Editor : Agus AP