Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Amalan 27 Rajab Jangan Lewatkan Niat Puasa, Hukum, Doa Malam Isra Mikraj dan Keutamaannya Seperti Puasa 60 Bulan

Falakhudin • Jumat, 16 Januari 2026 | 02:21 WIB

 

Sebentar Lagi Bulan Ramadan 2025 Begini Cara Membuat Anak Semangat dalam Menjalankan Ibadah Puasa dan ibadah yang  Lainnya
Sebentar Lagi Bulan Ramadan 2025 Begini Cara Membuat Anak Semangat dalam Menjalankan Ibadah Puasa dan ibadah yang Lainnya

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Isra Mikraj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang memperingati perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat.

Momen yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriyah ini pun menjadi waktu yang penuh berkah. 

 

Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk mengisinya dengan berbagai amalan kebaikan.

Puasa 27 Rajab adalah salah satu ibadah dan amalan yang dapat dilakukan saat bulan Rajab.

Puasa 27 Rajab bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan menuju Sidratul Muntaha.

Dikatakan dalam sebuah hadits yang malam tanggal 27 bulan Rajab yaitu malam Isra Mikraj, perjalanan ke langit.

 

 

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

صَامَ يَوْمَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ رَجَبِ كَتَبَ اللهُ لَهُ صِيَامَ سِتِّينَ شَهْرًا، وَهُوَ الْيَوْمُ الَّذِي هَبَطَ فِيهِ جِبْرَائِيلُ عَلَى مُحَمَّدٍ بِالرِّسَالَةِ.

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa pada hari ketujuh dan dua puluh bulan Rajab, maka Allah akan mencatat puasanya selama enam puluh bulan.

Dan, itu adalah hari di mana Jibril turun kepada Muhammad dengan risalah.”

Kata Imam al-Ghazali, barang siapa di antara kaum muslim mengerjakan sholat dua belas rakaat pada malam ini di mana setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan satu surat Al-Qur’an.

Membaca tasyahud setiap dua rakaat lalu salam dan selesai sholat membaca shalawat kepada Nabi SAW 100 kali.

 

Membaca istighfar 100 kali, berdoa untuk dirinya dengan apa yang diinginkannya dalam urusan dunia dan akhirat kemudian pagi harinya berpuasa, maka sesungguhnya Allah Ta’ala akan mengabulkan semua doanya.

Jadwal Puasa 27 Rajab

Jika telah mengetahui jadwal pelaksanaan puasa 27 Rajab, diharapkan umat Islam dapat mempersiapkan dirinya untuk menjemput keutamaan beribadah pada tanggal tersebut.

Hukum Puasa 27 Rajab

Menurut kitab Majmu’ Syarah al-Muhadzab, Jilid VI karya Imam Nawawi, dalam Mazhab Syafi’i, di antara puasa sunnah yang dikerjakan dan mendapatkan pahala yang besar adalah puasa di bulan-bulan haram, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

 

(فرع) أفضل الشهور للصوم بعد رمضان: الاشهر الحرم. وأفضلها المحرم، ثم رجب، ثم الحجة، ثم القعدة، ثم شهر شعبان

Artinya: “(Cabang) Bulan-bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan-bulan haram.

Bulan haram terbaik adalah Muharam, kemudian Rajab, kemudian Dzulhijjah, kemudian Dzulqa’dah, kemudian bulan Sya’ban.”

Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Tabyinul ‘Ajab Bima Warada fi Fadli Rajab, hadits yang menyebut keutamaan bulan Rajab yang diriwayatkan Abu Hurairah (seperti dipaparkan sebelumnya) sanadnya lemah atau dhaif.

Sebab, ada perawi bernama Muhammad bin Ja’far al-Madani, yang dinilai sebagai perawi lemah oleh para ulama hadits.

 Meski demikian, Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar mengatakan tetap boleh mengamalkan hadits dhaif dalam rangka keutamaan amalan (fadhailul a’mal) selama hadits tersebut tidak palsu.

Dengan demikian, hukum puasa 27 Rajab yang bertepatan dengan Isra Mikraj hukumnya adalah sah dan diperbolehkan.

 

Sebagian ulama juga menyebut puasa pada tanggal tersebut sama seperti puasa di hari lain bulan Rajab.

Niat Puasa 27 Rajab

Umat Islam bisa mengawali puasa 27 Rajab dengan berniat.

Baca Juga: Lirik dan Bacaan Sholawat Rajabiyah Allahumma Bariklana Fi Rajaba yang Penuh Makna

 

Niat Puasa Rajab Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta’âlâ.”

 

Niat Puasa Rajab Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri rajaba lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta’âlâ.”

 

Keutamaan Puasa Rajab

Bagi muslim yang berpuasa di bulan haram seperti bulan Rajab, banyak keutamaan yang akan diperolehnya.

1. Menutup Pintu Neraka

Dengan mengamalkan puasa Rajab selama tujuh hari, seorang muslim dapat menutup tujuh pintu neraka.

 

Dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barang siapa berpuasa sehari pada bulan Rajab, maka dia seperti berpuasa sebulan.

Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab selama tujuh hari, maka tujuh pintu neraka ditutup untuknya.

Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sebanyak delapan hari, maka delapan pintu surga dibuka untuknya.

Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sebanyak sepuluh hari, maka keburukannya diganti kebaikan.” (HR Baihaqi)

2. Seperti Puasa Sebulan Penuh

Seorang muslim yang mengamalkan puasa Rajab diibaratkan seperti berpuasa sebulan penuh.

Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan.” (HR At Thabrani)

 

3. Masuk Surga

Keutamaan puasa Rajab lainnya adalah akan dimasukkan ke dalam surga.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa:

 

“Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut.” (HR Baihaqi).

 

Doa Malam Isra Mikraj 27 Rajab

Pada hari peringatan Isra Mikraj, dianjurkan membaca doa khusus yang diyakini memiliki keutamaan besar.

Beberapa doa yang sering diamalkan adalah:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya’bâna waballighnâ ramadlânâ.

 

Artinya:

“Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Syaban dan sampaikan kami pada bulan Ramadan.”

اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da‘watī yā akramal akramīn.

Artinya:

Baca Juga: Mengenal Sosok Biografi Abah Guru Sekumpul, Ulama Besar yang Khumul

 

“Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kaumerahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”

 

Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri, dalam kitabnya Darul Kutub Ilmiah, Menyebutkan:

“Barang siapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.”  

 

Sunnatullah pun menjelaskan bahwa faedah dari pembacaan doa ini yakni hajatnya dikabulkan, dipermudah segala urusan hingga menjernihkan hati seseorang.

Ia menukil faedah ini dari Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i.

 

“Beliau mengatakan bahwa siapa saja yang membacanya pada tanggal 27 Rajab, kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah, maka Dia akan mengabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati-hati manusia sudah mulai mati,” terang Sunnatullah.

 

Tak kalah penting, bertepatan dengan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Makkah ke Masjidil Aqsa lalu ke Sidratul Muntaha, amalan yang juga dianjurkan adalah membaca sejarah tentang Nabi Muhammad.

Hal ini tak lain untuk membangun kedekatan dengan Nabi terakhir itu. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #Amalan Malam 27 Rajab Isra Mikraj #amalan malam 27 rajab #Hikmah Isra Miraj #Isra Mikraj 2026 #Apa keistimewaan tanggal 27 Rajab #Cerita Isra Miraj #Sholawat malam 27 Rajab #Doa Malam Isra Mikraj 27 Rajab #Puasa 27 Rajab #ucapan isra miraj dalam bahasa inggris #ucapan isra miraj bahasa inggris #Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan manusia #Kapan tanggal Isra Miraj 2026 #Tata cara sholat sunnah malam 27 rajab #Peraturan Presiden #Perpres MBG SPPG jadi ASN #Puasa 27 Rajab adalah #Niat Puasa Rajab Siang Hari #sscasn.bkn.go.id #Hari Isra Miraj hari apa #Ucapan Isra Miraj untuk Status WhatsApp #Tanggal 27 Rajab jatuh hari apa #Perpres MBG #Jadwal Puasa 27 Rajab #Doa malam 27 rajab arab dan latin #Perpres MBG 2025 #Niat Puasa Rajab Malam Hari #Perpres mbg untuk guru #isra mikraj adalah #Apa amalan malam 27 Rajab #Apa itu Isra Miraj Nabi Muhammad SAW #Hukum Puasa 27 Rajab #Isra Miraj 2025 jatuh pada tanggal berapa #Ucapan Isra Miraj 16 Januari 2026 #Pegawai SPPG jadi PPPK #Sholat sunnah malam 27 rajab #Perpres mbg 2025 pdf #Doa Malam 27 Rajab Isra Mikraj #Malam 27 Rajab malam apa #Isra Mikraj #Ucapan Isra Miraj 2026 #salatiga #Kisah perjalanan Isra Miraj lengkap #pegawai SPPG jadi ASN #Dzikir malam 27 rajab #Rangkuman Isra mi raj #Perpres mbg pppk #Pasal 17 Perpres Nomor 115 Tahun 2025 #Caption isra mikraj #Hikmah Isra Miraj untuk kehidupan sehari hari #bsu.kemnaker.go.id cek #Niat Puasa 27 Rajab #malam tanggal 27 bulan Rajab yaitu malam Isra Mikraj #Perpres MBG Terbaru #doa malam 27 rajab #Keutamaan Puasa Rajab #Isra Mikraj bulan Apa #Salatiga adalah #Seleksi PPPK #ucapan Isra Miraj