RADARSEMARANG.ID, Daun Gedi atau Aibika (Abelmoschus manihot L.) adalah sayuran khas Papua dan Maluku yang semakin populer di seluruh Indonesia karena rasa lendirnya yang khas, kandungan gizinya yang tinggi, dan manfaat kesehatan turun-temurun.
Orang Jawa menyebut daun yang dipakai sebagai bahan bubur Manado ini dengan sebutan singkong Papua, atau telo Papua.
Di Papua, gedi sudah menjadi makanan sehari-hari bersama papeda dan juga menjadi sumber penghasilan keluarga di pasar tradisional.
10 Jenis Gedi Asli Papua (Penelitian Resmi BRIN & BPTP Papua 2022)
Hasil eksplorasi tahun 2014–2016 di 7 kabupaten/kota Papua (Jayapura, Merauke, Keerom, Sarmi, dll) berhasil mengidentifikasi 10 aksesi gedi dengan kode GD001 sampai GD010 (Wulanningtyas et al., 2022).
Ketiga warna batang utama yang ditemukan:
- Gedi Batang Merah (GD001 – GD007) → paling dominan, lendir paling kental
- Gedi Batang Hijau (GD008 – GD009) → daun lebih lebar, rasa lebih ringan
- Gedi Batang Putih (GD010) → paling langka, petiol (tangkai daun) paling panjang
Aksesi yang paling banyak ditemukan di alam: GD009 (batang hijau).
Baca Juga: Pelamar PPPK Badan Gizi Nasional Wajib Simak, Berikut Daftar Soal Wawancara BGN 2025
Kandungan Gizi Daun Gedi yang Sangat Tinggi
Menurut penelitian Rubiang-Yalambing et al. (2016) pada 23 aksesi gedi di Papua Nugini (PNG), daun gedi kaya mikronutrien:
1. Kalsium tinggi (penting untuk tulang)
2. Besi (mencegah anemia)
3. Magnesium, Mangan, Kalium, Natrium
4. Seng (zinc), Tembaga, dan Folat Karena kandungan gizinya tersebut, gedi sering disebut sebagai “superfood lokal Papua”.
Manfaat Kesehatan Gedi yang Sudah Terbukti Ilmiah
- Melancarkan persalinan & produksi ASI (kepercayaan turun-temurun masyarakat Papua)
- Mengatasi gangguan pencernaan (khususnya Gedi Merah) – Lunga, 2016
- Mencegah batu ginjal & menurunkan ureum/kreatinin (ekstrak gedi merah + kumis kucing) – Tandi et al., 2017
- Anti-obesitas & menurunkan kolesterol darah (flavonoid + steroid) – Ranti et al., 2013
- Anti-inflamasi (ekstrak batang) – Jain and Bari, 2010
- Mengandung β-sitosterol (senyawa steroid anti-kanker & anti-inflamasi) – Mamahit & Soekamto, 2010
- Kaya flavonoid flavanon & flavanonol (antioksidan kuat) – Suoth et al., 2013.
Cara Masyarakat Papua Mengonsumsi Gedi
- Sayur bening/colplay bersama ikan asin atau ikan asap
- Campuran papeda (makanan pokok Papua)
- Tumis sederhana dengan bawang dan cabe
- Dijual segar di pasar tradisional → menjadi tambahan ekonomi keluarga
Baca Juga: Pengawasan MBG Semakin Diperketat, Orang Tua Siswa di Magelang Tak Khawatir Menu MBG
Mengapa Gedi Harus Masuk Menu Harian Kamu?
- 100% sayuran lokal Indonesia
- Harga terjangkau & mudah ditanam di pekarangan
- Lendir alami yang baik untuk lambung
- Kandungan antioksidan & mineral jauh di atas bayam/kangkung biasa
- Mendukung petani & pelestarian plasma nutfah Papua
Mau Tanam Sendiri di Rumah?Gedi sangat mudah ditanam dengan stek batang.
Cukup potong batang sepanjang 30–40 cm, tanam di tanah gembur, dalam 3–4 minggu sudah bisa dipanen daunnya terus-menerus.
Daun Gedi bukan sekadar sayur, tapi warisan budaya dan kesehatan dari Tanah Papua yang kini bisa dinikmati seluruh Indonesia!
Referensi utama: Wulanningtyas, H.S. et al. (2022).
Eksplorasi dan Karakterisasi Morfologi Sepuluh Aksesi Gedi (Abelmoschus manihot L.) sebagai Plasma Nutfah Khas Papua.
Jurnal Perlindungan Tanaman Vol. 1.Yuk, mulai masukkan daun gedi ke menu mingguan keluarga kamu!(tas)
Editor : Tasropi