Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dahsyat! 10 Jenis Daun Gedi atau Singkong Papua Ini Jadi Superfood yang Bisa Turunkan Kolesterol, Cegah Batu Ginjal dan Anti-Obesitas!

Tasropi • Jumat, 12 Desember 2025 | 23:43 WIB
Daun Gedi atau Singkong Papua
Daun Gedi atau Singkong Papua

RADARSEMARANG.ID, Daun Gedi atau Aibika (Abelmoschus manihot L.) adalah sayuran khas Papua dan Maluku yang semakin populer di seluruh Indonesia karena rasa lendirnya yang khas, kandungan gizinya yang tinggi, dan manfaat kesehatan turun-temurun.

Orang Jawa menyebut daun yang dipakai sebagai bahan bubur Manado ini dengan sebutan singkong Papua, atau telo Papua.

Di Papua, gedi sudah menjadi makanan sehari-hari bersama papeda dan juga menjadi sumber penghasilan keluarga di pasar tradisional.

10 Jenis Gedi Asli Papua (Penelitian Resmi BRIN & BPTP Papua 2022)

Hasil eksplorasi tahun 2014–2016 di 7 kabupaten/kota Papua (Jayapura, Merauke, Keerom, Sarmi, dll) berhasil mengidentifikasi 10 aksesi gedi dengan kode GD001 sampai GD010 (Wulanningtyas et al., 2022).

Ketiga warna batang utama yang ditemukan:

Aksesi yang paling banyak ditemukan di alam: GD009 (batang hijau).

 Baca Juga: Pelamar PPPK Badan Gizi Nasional Wajib Simak, Berikut Daftar Soal Wawancara BGN 2025

Kandungan Gizi Daun Gedi yang Sangat Tinggi

Menurut penelitian Rubiang-Yalambing et al. (2016) pada 23 aksesi gedi di Papua Nugini (PNG), daun gedi kaya mikronutrien:

1. Kalsium tinggi (penting untuk tulang)

2. Besi (mencegah anemia)

3. Magnesium, Mangan, Kalium, Natrium

4. Seng (zinc), Tembaga, dan Folat Karena kandungan gizinya tersebut, gedi sering disebut sebagai “superfood lokal Papua”.

Manfaat Kesehatan Gedi yang Sudah Terbukti Ilmiah

  1. Melancarkan persalinan & produksi ASI (kepercayaan turun-temurun masyarakat Papua)
  2. Mengatasi gangguan pencernaan (khususnya Gedi Merah) – Lunga, 2016
  3. Mencegah batu ginjal & menurunkan ureum/kreatinin (ekstrak gedi merah + kumis kucing) – Tandi et al., 2017
  4. Anti-obesitas & menurunkan kolesterol darah (flavonoid + steroid) – Ranti et al., 2013
  5. Anti-inflamasi (ekstrak batang) – Jain and Bari, 2010
  6. Mengandung β-sitosterol (senyawa steroid anti-kanker & anti-inflamasi) – Mamahit & Soekamto, 2010
  7. Kaya flavonoid flavanon & flavanonol (antioksidan kuat) – Suoth et al., 2013.

Cara Masyarakat Papua Mengonsumsi Gedi

Baca Juga: Pengawasan MBG Semakin Diperketat, Orang Tua Siswa di Magelang Tak Khawatir Menu MBG

Mengapa Gedi Harus Masuk Menu Harian Kamu?

Mau Tanam Sendiri di Rumah?Gedi sangat mudah ditanam dengan stek batang.

Cukup potong batang sepanjang 30–40 cm, tanam di tanah gembur, dalam 3–4 minggu sudah bisa dipanen daunnya terus-menerus.

Daun Gedi bukan sekadar sayur, tapi warisan budaya dan kesehatan dari Tanah Papua yang kini bisa dinikmati seluruh Indonesia!

Referensi utama: Wulanningtyas, H.S. et al. (2022).

Eksplorasi dan Karakterisasi Morfologi Sepuluh Aksesi Gedi (Abelmoschus manihot L.) sebagai Plasma Nutfah Khas Papua.

Jurnal Perlindungan Tanaman Vol. 1.Yuk, mulai masukkan daun gedi ke menu mingguan keluarga kamu!(tas)

Editor : Tasropi
#Daun Gedi #Abelmoschus manihot #bubur manado #produksi asi #singkong Papua #cegah batu ginjal #Kumis Kucing #sayuran khas Papua