Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sosok Sayyid Jakfar Al Barzanji Pengarang Kitab Al Barzanji yang Dibaca Maulid Nabi Muhammad SAW

Falakhudin • Selasa, 26 Agustus 2025 | 12:17 WIB
Sosok Sayyid Jakfar Al Barzanji Pengarang Kitab Al Barzanji yang Dibaca Maulid Nabi Muhammad SAW
Sosok Sayyid Jakfar Al Barzanji Pengarang Kitab Al Barzanji yang Dibaca Maulid Nabi Muhammad SAW

RADARSEMARANG.ID — Al Barzanji atau Berzanji adalah suatu do’a-do’a, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada.

Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad saw yakni silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga diangkat menjadi rasul.

Didalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.

 

Ada banyak kitab yang menjelaskan kisah-kisah Nabi Muhammad Saw, mulai dari kelahirannya dan perjalanan dakwahnya.

Salah satu kitab yang populer dinegeri ini yaitu Kitab Maulid Al Barzanji, kitab yang berisikan kisah perjalanan Rasullulah saw, puji-pujian kepadanya, serta doa-doa. 

Tidak hanya dijadikan bacaan ketika merayakan hari kelahiran Nabi saw, Maulid Barzanji juga dijadikan rutinan malam Jumat atau malam Senin oleh mayoritas masyarakat, terutama warga Nahdliyin. 

Kitab Maulid yang satu ini tersebar ke pelosok negeri, mulai dari Arab dan semua negara Islam.

 

Bahkan banyak kita jumpai orang-orang yang menghafalnya.  

Kitab Al Barzanji berisi doa-doa, puji-pujian, dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad SAW, mulai dari silsilah, kehidupan masa kecil, diangkat menjadi rasul, hingga wafat beliau.

Nama asli kitab tersebut adalah ‘Iqd al-Jawahir.

Sebagian ulama menyatakan bahwa namanya I’qdul Jawhar fi mawlid an Nabiyyil Azhar.

Kitab ini disusun untuk meningkatkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

Namun kemudian, kitab ini lebih dikenal dengan nama pengarangnya.

 

Pengarang Kitab Al Barzanji adalah Sayyid Zainal ‘Abidin Ja’far bin Hasan bin ‘Abdul Karim al-Husaini asy-Syahzuri al-Barzanji atau dikenal dengan Syaikh Jafar al Barzanji.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad SAW dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur.

Dikatakan, datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya merupakan ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu, amalan, keutamaan, dan kesalihannya.

Pengarang Kitab Al Barzanji ini juga merupakan seorang hakim dari mazhab Maliki yang bermukim di Madinah dan merupakan keturunan dari cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi Al-Husain Al-Musawi Al-Sharzuri Al-Barzanji (1040-1103 H / 1630-1691 M), Mufti Agung dari Mazhab Syafi’i di Madinah.

 

Profil Syaikh Jafar al Barzanji

Nama lengkapnya Sayyid Zainal ‘Abidin Ja’far bin Hasan bin ‘Abdul Karim al-Husaini asy-Syahzuri al-Barzanji.

 

Beliau kelahiran Madinah al-Munawwarah pada Kamis awal Dzulhijah 1128 H/1716 M.

Sayyid Jafar al Barzanji wafat pada Selasa setelah shalat Ahsar 4 Sya’ban 1177 H/1763 M, dan dimakamkan bersama dengan kakeknya di Baqi’ mennjadi satu dengan keturunan Rasulullah saw yang lain. 

Sayyid Ja’far al-Barzanji tumbuh besar dengan keilmuan.

Semua waktu digunakannya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan menghafal hadits sekaligus memahaminya.

Dalam catatan sejarahnya, Sayyid Ja’far menghafal Al Quran 30 Juz kepada Syaikh Ismail al-Yamani dan ditashih kepada Syekh Yusuf al-Asha’idi.

 

Setelah Al-Qur’an dihafalnya, ia mulai belajar ilmu tafsir Al-Qur’an dan hadits.

Selanjutnya mempelajari berbagai cabang-cabang ilmu lainnya kepara ulama di Masjid Nabawi.

Di antara guru-gurunya ialah Syekh ‘Atha-Allah bin Ahmad al-Azhari, Syekh Abdul Wahab ath-Thanthawi al-Ahmadi, Syekh Ahmad al-‘Asybuli dan ulama besar lainnya.

Setelah semua cabang ilmu Islam dipelajari olehnya, ia menjadi ulama yang sangat alim yang diakui keluasan ilmunya oleh berbagai ulama.

Setelah perjalanan panjang dan melelahkan dalam menuntut ilmu, Sayyid Ja’far al-Barzanji menjadi mufti (ahli fatwa) mazhab Syafi’iyah di Madinah, yaitu saat usianya mencapai 31 tahun.

Sayyid Ja’far al-Barzanji merupakan ulama yang punya suara merdu, tampan rupawan, mulia perilakunya, sangat sopan, tinggi cita-citanya, bersungguh-sungguh ketika membahas ilmu, dapat dipercaya.

 

Karenanya banyak orang meminta pendapat dan fatwa kepadanya karena keluasan ilmunya.    

Maulid Barzanji berisi pujian-pujian yang ditulis oleh Sayyid Ja’far al-Barzanji murni atas dasar kecintaannya kepada baginda Nabi Muhammad saw sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kecintaan umat Islam kepada nabinya.

Secara ringkas Keutamaan Maulid Barzanji memiliki paparan sebagai berikut: 

- menjelaskan silsilah keturunan Nabi Muhammad saw sampai pada moyangnya yang bernama ‘Adnan; 

- menjelaskan masa kecil dan kelebihannya saat itu;

 

- mengisahkan kisah Nabi Muhammad saw saat ikut berdagang bersama pamannya ke kota Syam ketika berumur 12 tahun;  

- pernikahannya dengan Sayyidah Khadijah ra pada umur 25 tahun;

- pengangkatannya menjadi rasul pada usia 40 tahun,

dan dakwah Islamnya sampai umur 62 tahun.

Kemudian di akhir tulisan menjelaskan kewafatan Rasulullah saw setelah semua tugasnya selesai secara sempurna.

Maulid Barzanji juga menjelaskan beberapa keistimewaan saat kelahiran Nabi Muhammad saw.

 

Di antaranya, ia lahir dalam keadaan langsung bersujud dan dalam keadaan bercelak.

Dalam waktu yang sama berbagai simbol-simbol kemusyrikan dihancurkan oleh Allah, seperti hancurnya kerajaan Kisra yang besar, padamnya api sesembahan orang-orang Majusi yang diyakini tidak bisa dipadamkan oleh siapapun selama ribuan tahun.   

Di saat itu pula, semua hewan dan dan makhluk selain manusia merasakan kemuliaan dan keagungannya.

Hal ini ditandai dengan berbuahnya semua pohon-pohon yang tidak pernah berbuah dalam rangka menghormat dan menyambut kelahiran makhluk paling baik dan paling mulia.   

Kitab Maulid Al Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat.

 

Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai.

Kandungan Maulid Al Barzanji merupakan Khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlaq, peperangan hingga wafatnya.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan Junjungan Nabi saw.

Sayyid Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad saw dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari Barzanj di Irak.

Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan dan keshalihannya.

Beliau mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al-Quran dan Sunnah, wara’, banyak berzikir, senatiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat kebajikan bersedekah, dan pemurah.

Nasab Syaikh Jafar Al Barzanji adalah Sayid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn Sayid Rasul ibn Abdul Sayid ibn Abdul Rasul ibn Qalandar ibn Abdul Sayid ibn Isa ibn Husain ibn Bayazid ibn Abdul Karim ibn Isa ibn Ali ibn Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail ibn Al-Imam Musa Al-Kazim ibn Al-Imam Ja’far As-Sodiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn Al-Imam Zainal Abidin ibn Al-Imam Husain ibn Sayidina Ali r.a.

 

Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang bermukim di Madinah, merupakan salah seorang keturunan (buyut) dari cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi Al-Husain Al-Musawi Al-Saharzuri Al-Barzanji (1040-1103 H / 1630-1691 M), Mufti Agung dari madzhab Syafi’i di Madinah. Sang mufti (pemberi fatwa) berasal dari Shaharzur, kota kaum Kurdi di Irak, lalu mengembara ke berbagai negeri sebelum bermukim di Kota Sang Nabi.

Di sana beliau telah belajar dari ulama-ulama terkenal, diantaranya Syaikh Athaallah ibn Ahmad Al-Azhari, Syaikh Abdul Wahab At-Thanthowi Al-Ahmadi, Syaikh Ahmad Al-Asybuli.

Beliau juga telah diijazahkan oleh sebahagian ulama, antaranya : Syaikh Muhammad At-Thoyib Al-Fasi, Sayid Muhammad At-Thobari, Syaikh Muhammad ibn Hasan Al A’jimi, Sayid Musthofa Al-Bakri, Syaikh Abdullah As-Syubrawi Al-Misri.

Syaikh Ja’far Al-Barzanji, selain dipandang sebagai mufti, beliau juga menjadi khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia tersebut.

Beliau terkenal bukan saja karena ilmu, akhlak dan taqwanya, tapi juga dengan kekeramatan dan kemakbulan doanya.

 

Penduduk Madinah sering meminta beliau berdo’a untuk hujan pada musim-musim kemarau.

Historisitas Al-Barzanji tidak dapat dipisahkan dengan momentum besar perihal peringatan maulid Nabi Muhammad saw untuk yang pertama kali.

Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad saw pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam.

Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris.

Kita mengenal itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja.

 

Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah.

Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan.

Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.

Adalah Sultan Salahuddin Yusuf Al Ayyubi dalam literatur sejarah Eropa dikenal dengan nama Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengenal hati rakyat jelata.

Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub katakanlah dia setingkat Gubernur.

 

 

Meskipun Salahuddin bukan orang Arab melainkan berasal dari suku Kurdi, pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia.

Menurut Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka.

Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.

Sebenarnya hal itu bukan gagasan murni Salahuddin, melainkan usul dari iparnya, Muzaffaruddin Gekburi yang menjadi Atabeg (setingkat Bupati) di Irbil, Suriah Utara.

Untuk mengimbangi maraknya peringatan Natal oleh umat Nasrani, Muzaffaruddin di istananya sering menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi, cuma perayaannya bersifat lokal dan tidak setiap tahun.

 

Adapun Salahuddin ingin agar perayaan Maulid Nabi menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang, bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa.

Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata Khalifah setuju.

Syaikh Jafar Al Barzanji Pemenang Sayembara Penulisan Maulid Nabi Muhammad Jadi Spirit Pasukan Salahuddin al Ayubi Merebut Yerussalem dari Eropa
Syaikh Jafar Al Barzanji Pemenang Sayembara Penulisan Maulid Nabi Muhammad Jadi Spirit Pasukan Salahuddin al Ayubi Merebut Yerussalem dari Eropa

 

Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H / 1183 M, Salahuddin sebagai penguasa Haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 / 1184 M tanggal 12 Rabiul Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Marhaban ya Sahru Rabiul Awal 1447 H.  (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#ucapan maulid nabi muhammad #kisah Nabi Muhammad Saw #menjadi rasul #12 rabiul awal hari kelahiran nabi muhammad saw #Sultan Salahuddin Yusuf Al Ayyubi #Kumpulan Ucapan Selamat Datang Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW Rabiul Awal #Perang Salib Kelima #riwayat Nabi Muhammad saw #sirah nabawiyah #kitab maulid yang paling populer #Sayyidah Khadijah #Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1447 H #Dinasti Bani Ayyub #menghafal Al Quran #semangat juang umat Islam #perayaan maulid Nabi SAW #cendekiawan besar #Rasulullah SAW #musim ibadah haji #masjid nabawi madinah #Kitab Maulid Al Barzanji #tentara salib Eropa #Maulid Barzanji #masjid nabawi #Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW #12 Rabiul Awal #rabiul awal 2025 #5 september libur apa #Pengarang Kitab Al Barzanji #The Crusade #Perayaan Maulid Nabi #ucapan maulid nabi bahasa inggris #rutinan malam Jumat #Nabi Muhammad SAW melihat wujud asli malaikat Jibril #Peringatan Natal #mazhab maliki #media sosial #Awal Bulan Rabiul Awal #Al Barzanji atau Berzanji adalah #Rutinan Malam Jumat Kliwon #suara merdu #hari maulid nabi muhammad saw #Kitab Al Barzanji berisi #hari Maulid Nabi #Syaikh Jafar Al Barzanji #Maulid Nabi 2025 #saladin #sejarah Eropa #berasal dari Barzanj #Nasab Sayyid Jafar Al Barzanji #Kandungan Maulid Al Barzanji #keturunan nabi muhammad saw #MAULID NABI #kitab maulid simthudduror #maulid nabi muhammad #tanggal merah september 2025 #nabi muhammad saw #Sayyid Jafar al Barzanji #warga nahdliyin #hari lahir Nabi Muhammad SAW #kaum Kurdi di Irak #Ilmu islam #maulid Nabi Muhammad SAW #kewafatan Rasulullah #Maulid Barzanji berisi #perang salib #perayaan maulid nabi muhammad di banten #Berita Islami #peringatan Maulid Nabi 2025 #peringatan Maulid Nabi #yerusalem #Nasab Syaikh Jafar Al Barzanji #bulan maulid 2025 #Marhaban ya Sahru Rabiul Awal #perayaan ulang tahun #Ucapan Maulid Nabi #Umat Nasrani #Profil Syaikh Jafar al Barzanji #Dinasti Bani Abbas #kapan maulid nabi 2025 #peringatan maulid Nabi Muhammad saw untuk yang pertama kali #Kitab Maulid Nabi #Masjidil Aqsa #1 rabiul awal 2025 jatuh pada tanggal #maulid nabi tanggal berapa #Isi Berzanji #Muzaffaruddin Gekburi #Syaikh al Barzanji #ucapan selamat memperingati maulid nabi #sosok Rasulullah SAW #Kisah Nabi Muhammad SAW Berjualan dengan Siti Khadijah #Keutamaan Maulid Barzanji #perayaan maulid nabi muhammad