Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Misteri Lagu 'Tob Tobi Tob': Viral di Medsos dan Kisah Cerdas di Baliknya

Tasropi • Jumat, 21 Maret 2025 | 20:55 WIB
Ilustrasi Zaman Kekhalifahan Abbasiyyah
Ilustrasi Zaman Kekhalifahan Abbasiyyah

RADARSEMARANG.ID, Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh lagu berjudul 'Tob Tobi Tob' yang viral dan mencuri perhatian banyak orang.

Menariknya, ada yang mengira lagu ini adalah selawat karena irama dan liriknya yang terdengar puitis.

Namun, dugaan itu ternyata keliru. 'Tob Tobi Tob' bukan selawat, melainkan sebuah syair yang menggambarkan keindahan suara alam—ranting yang berderit, alat musik yang ditabuh, serta kicauan burung-burung.

Tapi, di balik keindahan itu, ada cerita yang jauh lebih menarik: latar belakang penyusunannya yang penuh intrik dan kecerdasan.

Asal-Usul yang Tersembunyi

Judul asli dari 'Tob Tobi Tob' adalah Shofiril Bulbuli, yang dalam bahasa Arab berarti 'Suara Siwulan Burung Bulbul'.

Syair ini diciptakan oleh seorang tokoh luar biasa dari era Abbasiyah, Abdul Malik bin Qarib bin Asma Al-Bahili, atau lebih dikenal sebagai Al-Asmai.

Ia bukan sembarang penyair; Al-Asmai adalah ahli bahasa Arab sekaligus penyair paling mahir pada masanya.

Kerenyahan kata-kata dan permainan bahasanya dalam Shofiril Bulbuli bukan sekadar seni, melainkan senjata cerdas yang ia gunakan untuk menghadapi tantangan besar.

Tantangan dari Sang Khalifah

Pada masa itu, Khalifah Abu Jafar Al-Mansur, penguasa Abbasiyah, dikenal memiliki kebiasaan unik sekaligus licik.

Ia mampu menghafal sebuah syair hanya dengan mendengarnya sekali, dibantu dua budaknya yang bisa menghafal setelah dua atau tiga kali dengar.

Dengan kemampuan ini, khalifah sering mengklaim bahwa karya para penyair yang dibacakan di hadapannya bukanlah orisinal.

Alhasil, ia bisa menghindari memberi hadiah kepada mereka.

Namun, jika khalifah gagal menghafal atau membuktikan bahwa syair itu bukan karya baru, ia wajib memberikan hadiah berupa emas seberat media tempat syair itu ditulis.

Cara manipulatif ini berhasil mengelabui banyak penyair—tapi tidak Al-Asmai.

Perlawanan Cerdas Al-Asmai

Merasa tertantang, Al-Asmai menyusun Shofiril Bulbuli dengan penuh kecerdikan.

Ia merancang syair ini dengan kata-kata sulit dan pengulangan yang rumit, sengaja membuatnya hampir mustahil dihafal dalam sekali dengar.

Ketika tiba waktunya, Al-Asmai datang ke istana dan membacakan karyanya di depan khalifah.

Hasilnya? Khalifah dan para pembantunya gagal total menghafal susunan kata-kata yang pelik itu.

Untuk pertama kalinya, Al-Asmai berhasil mengungguli sang penguasa.

Namun, kejutan tidak berhenti di situ.

Ketika khalifah bersiap memberikan hadiah emas seberat media penulisan—yang ia kira hanya selembar kertas—Al-Asmai kembali mengejutkannya.

Dengan tenang, ia mengungkapkan bahwa syair itu tidak ditulis di atas kertas, melainkan di sebuah tiang marmer besar, warisan ayahnya, yang dibawa dengan kuda dan membutuhkan beberapa orang untuk mengangkatnya.

Khalifah tercengang. Ia tidak hanya kalah dalam tantangan menghafal, tetapi juga harus menghadapi "kekalahan kedua" karena hadiah yang dijanjikan menjadi beban yang tak terbayangkan.

Makna di Balik Viralnya 'Tob Tobi Tob'

Kisah di balik Shofiril Bulbuli adalah bukti nyata bagaimana seorang sastrawan bisa melawan kekuasaan dengan kecerdasan dan kreativitas.

Al-Asmai tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga strategi untuk menyingkap manipulasi penguasa demi kepentingan pribadi.

Kini, ratusan tahun kemudian, karya ini kembali hidup melalui 'Tob Tobi Tob' yang viral di media sosial, meski banyak yang belum tahu cerita hebat di baliknya.

Sekilas Lirik dan Terjemahan

Berikut adalah potongan teks Shofiril Bulbuli beserta makna sederhananya:

Lirik ini hanya secuil dari keindahan dan kerumitan karya Al-Asmai, yang hingga kini masih memikat dan menginspirasi.

Jadi, saat Anda mendengar 'Tob Tobi Tob' di media sosial, ingatlah bahwa ini bukan sekadar lagu biasa.

Ini adalah warisan sejarah, perlawanan cerdas dari seorang penyair kepada penguasa di zamannya. (tas)

Editor : Tasropi
#Tob Tobi Tob #Syair #kicauan burung #media sosial #suara alam #bahasa arab #abbasiyah