RADARSEMARANG.ID — Semarang, Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi atau biasa disebut juga dengan Majelis Gandrung Nabi berdiri pada bulan Juli 2011.
Majelis Gandrung Nabi yang bermarkas di Dusun Ngetos, RT 02/ RW 02, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan.
Majelis ini didirikan sebagai tempat berkumpul dan bersilaturahmi untuk bersholawat kepada baginda Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam.
Berdirinya majelis ini diprakarsai oleh para Kyai dan Ustadz yang bertujuan untuk mensosialisasikan Islam kepada masyarakat melalui sholawat.
Tujuannya agar umat Islam semakin kokoh dalam perkembangan zaman era digital sekarang ini.
Keinginan para Kyai dan Ustadz tersebut disampaikan kepada cucu dari simbah Dullah Kajen yang bernama Gus Annaj Mustaqib Busro (Gus Aqib) Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah (PPNH) Desa Pahesan Kecamatan Godong.
Kemudian Gus Aqib memberikan saran nama pada majelis ini dengan nama Majelis Gandrung Nabi.
Menurut KBBI, Gandrung berarti sangat rindu atau tergila-gila karena cinta, sedangkan Nabi berarti Nabi Muhammad atau Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam.
Jadi, Gandrung Nabi berarti cinta pada Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam.
Majelis Gandrung Nabi mempunyai keterkaitan yang tidak terpisahkan dengan Nahdlatul Ulama (NU).
NU merupakan organisasi keislaman yang berakar pada akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Majelis ini merupakan majelis yang berada pada naungan NU yang mengamalkan ajaran dari Madzab Syafi’i dengan beberapa karakteristik yaitu zikir, tahlilan, ziarah, maulidan, dan sebagainya.
Pada mulanya Majelis Gandrung Nabi mengamati keadaan sekitar masyarakat yang belum terlalu antusias mengadakan sholawat dengan alat hadroh.
Baca Juga: Majelis Gandrung Nabi akan Bersholawat di Semarang, Catat Jadwalnya!
Maka dari itu Majelis Gandrung Nabi ingin masyarakat kenal dulu itu dengan sholawat.
Setelah mengenal sholawat, maka Gandrung Nabi menginginkan agar bisa melestarikan ajaran sholawat untuk mensyiarkan agama Islam supaya terbentengi juga dari aliran yang berbeda.
Selanjutnya, Majelis Gandrung Nabi memperkenalkan kepada masyarakat dengan mengadakan kegiatan sholawatan dan pengajian.
Usaha yang dilakukan oleh para pengurus Majelis Gandrung Nabi diantaranya iuran dengan dana seadanya untuk menyelenggarakan acara pengajian.
Bahkan, jika masih kekurangan dana, para anggota sampai dicarikan pinjaman agar kegiatan yang diadakan tidak semata-mata membebani masyarakat atas penyelenggaraannya pengajian dan sholawatan.
Selain itu, bahkan ada yang dijemput atau disediakan transportasi seadanya agar bisa menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Majelis Gandrung Nabi.
Majelis Gandrung Nabi pada dulunya masih belum mempunyai sarana dan prasarana sendiri.
Seperti masih meminjam peralatan panggung, sewa sound system sekedarnya, pinjam kursi-kursi, membuat banner dari mmt, mengundang kyai untuk mengisi ceramah dan semuanya itu yang menyiapkan dari pengurus Gandrung Nabi.
Bahkan, masyarakat ada yang tidak tahu acara tersebut.
Panitia penyelenggaranya hingga saat pengurus Majelis Gandrung Nabi survei lokasi untuk pengajian.
Baca Juga: Lengkap! Ini Jadwal Majelis Grayak Al Muqorrobin Bulan September 2024
Baca Juga: Jadwal Majelis Al Muqorrobin Kendal Bulan September 2024, Yuk Cek Waktu dan Lokasinya Disini
Masyarakat saat itu tidak ada yang peduli.
Usaha tersebut dilakukan hanya untuk menyelenggarakan pengajian oleh Gandrung Nabi meskipun pada dulunya terdapat banyak rintangan dan ujian.
Majelis Gandrung Nabi memiliki acara rutinan yang dilaksanakan pada malam Minggu Pahing bertempat di halaman masjid Miftahul Huda, RT 02/RW 02, Dusun Ngetos, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan.
Rutinan tersebut memiliki rangkaian acara yang dipandu oleh Pembawa acara.
Acara tersebut berisi sambutan, zikir tahlil, pembacaan Ratib Al Haddad, pembacaan kitab maulid Simthudduror serta qosidah.
Qosidah juga diselingi dengan lagu yang dipadukan dengan lirik jawa, serta tausiah atau ceramah yang disampaikan oleh seorang Kyai atau Ustadz.
Majelis Yang dipimpin oleh Kyai Zaman Assekhal selalu dibanjiri oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai kota dan daerah mana saja.
Ada Magnet Mahabbah kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang membuat para jamaah berduyun-duyun untuk menghadiri acara tersebut.
Baca Juga: Profil K.H. Taj Yasin Maimoen, dari Santri untuk Negeri, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024-2029
Sedangkan Sholawat sendiri sangat dianjurkan, hal ini berdasarkan dalil firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hadis Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.
Anjuran membaca sholawat yang terdapat pada Al-Quran, Surat Al Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallâha wa malâ'ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ
Artinya: "Sungguh Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Surat Al-Ahzab ayat 56).
Urgensi membaca Sholawat, terdapat beberapa hadis yang mengajak umat Islam untuk memperbanyak pujian kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.
Salah satu sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam yang memotivasi kita adalah:
مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ
Man Sholla ‘Alayya Sholatan Waahidatan shalallahu ‘alaihi “Asyro Sholawat, Wahuththat ‘anhu ‘asyru khotoyatin, Warufi’at lahu ‘asyru darojaat.
“Barang siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh dosa, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat.” (HR. Muslim)
Gandrung Mania merupakan sebutan bagi para Pemburu Sholawat atau Pencinta Sholawat dan untuk para penggemar Majelis Gandrung Nabi.
Demikian tadi ulasan tentang sejarah Majelis Gandrung Nabi.
Selalu basahi lisanmu dengan sholawat agar kelak mendapatkan syafaat. (fal/bas)
Editor : Baskoro Septiadi