Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Perjalanan ke Langit Tujuh Hanya Dalam Waktu Satu Malam

Aris Hariyanto • Kamis, 8 Februari 2024 | 11:28 WIB
Ilustrasi Sejarah peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Ilustrasi Sejarah peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.

RADARSEMARANG.ID, - Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

Dalam peristiwa Isra Miraj, Allah SWT menunjukkan keistimewaan dan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

Peristiwa Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun 621 Masehi, atau tahun ke-10 kenabian Nabi Muhammad SAW.

Pada saat itu dikenal sebagai tahun kesedihan (amul huzn), ketika Nabi Muhammad SAW kehilangan dua orang yang sangat dicintai dan mendukungnya.

Kedua orang itu adalah istrinya Khadijah dan pamannya Abu Thalib yang meninggal dalam kurun waktu berdekatan.

Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW menghadapi penolakan dan penganiayaan yang semakin keras dari kaum Quraisy di Mekkah.

Mereka (kaum Quraisy) diketahui tidak mau menerima ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW pernah dilempari batu oleh penduduk Thaif, ketika beliau berdakwah di sana.

Dalam suatu riwayat hadis, Nabi Muhammad SAW saat itu merasa sangat sedih dan tertekan, tetapi tetap bersabar dan berdoa kepada Allah SWT.

Pada suatu malam, ketika Nabi Muhammad SAW sedang tidur di rumahnya kota Mekkah, Malaikat Jibril datang dan membangunkannya.

Kedatangan Malaikat Jibril diketahui membawa buraq, sebuah kendaraan yang dapat berjalan dengan sangat cepat.

Kemudian Malaikat Jibril mengajak Nabi Muhammad SAW untuk menaiki buraq tersebut, dan membawanya ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Diketahui Masjidil Aqsa di Yerusalem merupakan tempat yang disucikan oleh Allah SWT, dan dari sinilah awal dari perjalanan Isra Miraj.

Menurut riwayat hadist sohih, perjalanan Isra Miraj terdiri dari dua bagian, yaitu Isra dan Miraj.

Isra berarti perjalanan malam dari Mekkah ke Yerusalem, sedangkan Miraj peristiwa naiknya Nabi Muhammad SAW ke langit ketujuh.

Saat peristiwa Isra, terjadi di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW disambut oleh para nabi terdahulu sebelum masa kenabian beliau.

Kemudian mereka melakukan shalat berjamaah bersama dan Nabi Muhammad SAW sebagai imamnya.

Setelah peristiwa Isra tersebut, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril melanjutkan perjalanannya dari langit pertama hingga tingkat ketujuh.

Di setiap tingkatan langit, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan beberapa nabi, dan selalu mendapat salam dan doa dari mereka.

Nabi Muhammad SAW juga diperlihatkan surga dan neraka, serta berbagai mukjizat Allah SWT lainnya.

Di langit ketujuh, Nabi Muhammad SAW sampai di Sidratul Muntaha, dan mendapat mukjizat penglihatan langsung dengan Allah SWT.

Berikutnya Nabi Muhammad SAW menerima perintah dari Allah SWT untuk menjalankan shalat lima waktu sehari semalam.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW mendapat kabar gembira bahwa Allah SWT telah mengampuni dosa-dosanya dan umatnya yang beriman.

Kemudian Allah SWT memberikan syafaat (pemberian ampunan) kepada Nabi Muhammad SAW, yang akan dinantikan umatnya di hari kiamat.

Allah SWT juga memberikan salam dan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, yang akan beliau sampaikan kepada umatnya di bumi.

Isra Miraj merupakan peristiwa sangat luar biasa yang terjadi dalam satu malam atas kehendak dan kuasa Allah SWT.

Hanya orang-orang beriman yang mencintai Nabi Muhammad SAW akan membenarkan dan mengagumi peristiwa Isra Miraj ini.

Editor : Agus AP
#mekkah #nabi muhammad saw #isra miraj #Masjidil Aqsa